<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193</id><updated>2012-01-30T19:00:36.459-08:00</updated><category term='puisi'/><title type='text'>Nyerat</title><subtitle type='html'>menulis apapun yang bisa ditulis</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>48</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-5741299203150950552</id><published>2012-01-30T10:37:00.000-08:00</published><updated>2012-01-30T19:00:36.471-08:00</updated><title type='text'>Telanjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-e9wZwuQ5pEQ/TybsQR-m0MI/AAAAAAAAAIM/A-YCs_01epI/s1600/Kurt%2BWenner%2B3D%2Bpavement%2Bart.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 146px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-e9wZwuQ5pEQ/TybsQR-m0MI/AAAAAAAAAIM/A-YCs_01epI/s200/Kurt%2BWenner%2B3D%2Bpavement%2Bart.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703505742559367362" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika membaca Kitab Kejadian pada peristiwa  Adam dan Hawa belum punya rasa malu mereka telanjang. Lalu ketika mereka menyadari berbuat dosa, mereka baru membuat pakaian. Melihat film dokumen di Youtube tentang Bali tempo dulu sebelum 1940 para wanita dan pria berpakaian hanya sebatas pinggang ke bawah dan bertelanjang dada. Kurang tahu mulai tahun berapa mereka mengenakan pakaian lengkap ke mana-mana. Beberapa suku di Papua juga demikian ada beberapa yang hanya mengenakan koteka untuk kaum laki-laki dan para perempuan juga demikian hanya mengenakan penutup pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kelompok lalu hidup dalam komunitas nudis, entah apa motivasinya mereka mungkin ingin mengembalikan kodrat manusia pada awal sebelum mengenal dosa. Namun ada kelompok lain yang malah ingin menutup semua anggota tubuhnya dan hanya yang kelihatan matanya. Saya yakin ada hubungan antara pakaian, napsu, dosa, dan ketelanjangan. Namun bagaimana menjelaskannya?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-5741299203150950552?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/5741299203150950552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=5741299203150950552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/5741299203150950552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/5741299203150950552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2012/01/telanjang.html' title='Telanjang'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-e9wZwuQ5pEQ/TybsQR-m0MI/AAAAAAAAAIM/A-YCs_01epI/s72-c/Kurt%2BWenner%2B3D%2Bpavement%2Bart.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8503775220089387122</id><published>2012-01-23T15:08:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T16:00:00.473-08:00</updated><title type='text'>Virgin Coconut Oil</title><content type='html'>Indonesia kaya akan kelapa, tunas kelapa digunakan untuk lambang pramuka. Saya masih ingat ketika dulu waktu SD menjadi anggota pramuka, dikatakan oleh kakak-kakak pembina bahwa diambilnya simbol tunas kelapa karena semua bagian kelapa itu berguna dan bisa dimanfaatkan. Glugu digunakan untuk kayu bagunan, janur untuk dekorasi manten, manggar bisa dibuat gudek, nira digunakan untuk membuat gula kelapa, blarak digunakan untuk membuat sapu lidi, kelapa muda digunakan untuk anti racun dan masih banyak lagi. Salah satu yang digunakan di dunia kesehatan adalah VCO (Virgin Coconut Oil).&lt;br /&gt;Menurut para ilmuan seperti Murray Price, Ph.D, asam laurat merupakan komponen inti VCO, ketika kita mengkonsumsi VCO maka tubuh kita akan mengubahnya menjadi satuan ANTI-MIKROBA yang kuat untuk memerangi berbagai mikroorganisme penyebab penyakit. Secara esensial VCO merupakan makanan berupa minyak yang mengandung zat anti-virus, anti-bakteri, anti-jamur, dan anti parasit (anti mikroba).&lt;br /&gt;Menurut ilmuan lain  Dr. Bruce Fife CN,ND, asam laurat menghancurkan sel virus, sel bakteri, jamur, dan parasit yang dilindungi oleh memmbran lipid/lemak. Membran lipid dihancurkan oleh asam asam laurat dan menyebabkan isi cairan dalam tubuh virus/ bakteri keluar dan mati.&lt;br /&gt;Dari uraian para ilmuan tadi VCO banyak dimanfaatkan di dunia kesehatan karena mampu menghilangkan virus dan bakteri yang menyebabkan banyak penyakit dalam tubuh. Kecenderungan dunia kesehatan ke depan yang lebih memanfaatkan bahan-bahan alami non kimia membuat VCO ke depan akan sangat dibutuhkan.&lt;br /&gt;Dalam The Secret of Shambala James Redfield juga menulis tentang dunia kesehatan: bahwa  sebetulnya  penyebab segala jenis penyakit adalah dicemarkannya lingkungan dasar tubuh oleh makanan-makanan yang kita konsumsi dan toksin-toksin lain, yang menggeser tubuh dari kondisi kemudaan yang sehat, lincah, penuh zat alkali, ke kondisi asam yang lembam dan berenergi rendah. Kondisi demikian itu menciptakan suatu keadaan yang menyebabkan mikroba berkembang subur dan mulai secara sistematis membusukkan tubuh. Setiap keadaan sakit, adalah hasil pembusukan sel-sel secara pelan-pelan sebagai akibat ulah mikroba. Tetapi mereka  tidak menyerang tubuh kita tanpa sebab. Makanan-makanan yang kita konsumsilah yang menyebabkan kita mendapat problema ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8503775220089387122?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8503775220089387122/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8503775220089387122' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8503775220089387122'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8503775220089387122'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2012/01/virgin-coconut-oil.html' title='Virgin Coconut Oil'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-7956660941918823734</id><published>2012-01-23T03:46:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T03:53:34.864-08:00</updated><title type='text'>Rahasia Shambala: Mencari Wawasan Kesebelas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-N2TvJmHibog/Tx1KMUKckSI/AAAAAAAAAIA/JE7aon3E1nk/s1600/DSCF4570.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-N2TvJmHibog/Tx1KMUKckSI/AAAAAAAAAIA/JE7aon3E1nk/s200/DSCF4570.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700794278752325922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika James Redfield menulis  The Celestine Prophecy dan The Tenth Insight, dia secara teguh yakin kebudayaan manusia  berkembang  melalui serangkaian  wawasan  atas hidup  dan spiritualitas, wawasan yang dapat digambarkan dan didokumentasikan. Kita menjadi sadar sepenuhnya  akan suatu proses spiritual lebih tinggi yang beroperasi di balik peristiwa  di dalam hidup  dan dengan begitu, kita meninggalkan suatu pandangan dunia materialistis  yang mereduksi  hidup menjadi sekadar bertahan hidup, memberi  sejimpit sedekah  kepada agama  Hari Minggu, dan menggunakan mainan dan hiburan untuk mengenyahkan rasa hormat penuh kekaguman sejati yang ditimbulkan oleh hidup itu sendiri.&lt;br /&gt;Bukan itu semua yang kita inginkan, melainkan suatu hidup penuh  peristiwa  sinkronistis  yang misterius  dan intuisi mendadak yang menunjuk kea rah suatu jalan khusus untuk diri kita di dalam eksistensi ini, kepada suatu  pencarian khas  informasi dan keahlian- seakan-akan suatu takdir yang kita coba  cari mendesak untuk muncul. Hidup macam ini seperti sebuah cerita detektif di dalam diri kita sendiri,  dan petunjuk tentangnya segera memandu kita maju melalui wawasan satu demi satu. Kita  menemukan bahwa,  suatu pengalaman nyata mengenai yang ilahi yang ada di  dalam sanubari kita  menunggu kita, dan bila kita dapat menemukan hubungan ini, hidup kita  bahkan tersiram dengan kejernihan  yang lebih terang dan intuisi. Kita mulai menangkap visi  mengenai  takdir kita, mengenai suatu misi yang dapat kita selesaikan, asalkan kita membabat habis  kebiasaan kita yang membuat kita terlena, memperlakukan orang lain dengan suatu etika tertentu, dan setia kepada hati nurani.&lt;br /&gt;Sebenarnyalah dengan wawasan kesepuluh, perspektif ini  bahkan merentang  lebih luas  untuk mencakup lingkup  sepenuhnya sejarah  dan kebudayaan. Pada beberapa tataran, kita semua tahu,kita datang dari suatu tempat lain yang surgawi, masuk ke dalam dimensi fana ini untuk ambil bagian  di dalam  satu tujuan menyeluruh: untuk perlahan-lahan dari generasi ke generasi, menciptakan  sebuah  kebudayaan spiritual di planet ini.&lt;br /&gt;Begitupun , bahkan  ketika  kita menangkap wawasan yang memperkuat ini, suatu wawasan lain,  wawasan kesebelas tengah muncul, Pikiran dan sikap kita mempunyai peranan penting dalam upaya  mewujudkan impian kita. Sesungguhnya  saya percaya, akhirnya kita berada di ambang pemahaman tentang cara  bagaimana intensi mental kita, doa kita, bahkan pendapat dan asumsi kita  yang rahasia pun mempengaruhi  bukan hanya keberhasilan kita di dalam hidup, melainkan sukses orang lain pula.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-7956660941918823734?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/7956660941918823734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=7956660941918823734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7956660941918823734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7956660941918823734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2012/01/rahasia-shambala-mencari-wawasan.html' title='Rahasia Shambala: Mencari Wawasan Kesebelas'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-N2TvJmHibog/Tx1KMUKckSI/AAAAAAAAAIA/JE7aon3E1nk/s72-c/DSCF4570.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-3588854888705814872</id><published>2012-01-22T00:54:00.000-08:00</published><updated>2012-01-22T01:46:45.315-08:00</updated><title type='text'>Jika Galau, Meditasilah Sejenak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-mvMajaK2z1Q/Txva-DKnYRI/AAAAAAAAAHo/hSZ2tdFmaRg/s1600/DSCF7096.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-mvMajaK2z1Q/Txva-DKnYRI/AAAAAAAAAHo/hSZ2tdFmaRg/s200/DSCF7096.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700390512904069394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika hati galau ditambah lagi problematika di lingkungan sekitar tidak terpecahkan sehingga membuat kepala pusing dan amarah mudah muncul, banyak orang bingung mau ngapain? Mabuk dan menggunakan narkotika mungkin menjadi pilihan beberapa orang namun berdasarkan pengalaman mereka yang pernah menggunakan hal itu tidak juga mengatasi masalah karena hanya bersifat melupakan masalah untuk sementara. Kecanduan dan rusaknya organ dalam malah akan menambah masalah dikemudian hari jika mabok atau menggunakan narkoba.&lt;br /&gt;Berdoa memohon mukjijat juga banyak dilakukan orang jika pikiran dan logika sudah tidak mampu lagi mengatasi permasalahan yang ada. Namun harapan ini jika doanya tidak segera terkabul  kemudian malah menimbulkan kekecewaan dalam dirinya dan bayak juga yang akhirnya malah menghujat Tuhan bahkan ada yang saking frustasinya mengatakan Tuhan itu tidak ada. Orang tua bingung, sahabat bingung, pacar bingung, dan gurunya juga bingung, ada apa dengan masalah anak ini? &lt;br /&gt;Keinginan kadang hanya dipahami oleh orang yang bersangkutan, dan yang bisa memahami atau mengerti hanyalah dirinya sendiri dan tak akan ada orang lain yang mampu memahami diri selain dirinya sendiri. Berdoa sebenarnya adalah jalan yang sudah benar, namun menurut Anthony De Mello tidak semua orang bisa berdoa. Seperti yang diuraikannya berikut ini dalam buku Sadhana:&lt;br /&gt;“Lima belas tahun terakhir ini saya bertugas sebagai pemimpin retret dan pembimbing rohani membantu orang untuk berdoa. Saya mendengar banyak keluhan:  orang tidak tahu bagaimana caranya berdoa. Bagaimanapun mereka berusaha, kelihatannya tidak ada kemajuan. Rasanya doa membosankan dan mengecewakan”.&lt;br /&gt;Hal di atas tidak hanya dialami banyak orang, saya pun juga mengalami hal tersebut rasanya sudah segala metode doa saya pelajari bahkan sampai lelaku yang ekstrim saya lakukan seperti jalan kaki ke tempat ziarah, naik sepeda ke tempat ziarah, dan tiap jam 12 malam berdoa ke luar rumah namun tetap tidak ada perkembangan, teman-teman saya juga mengatakan begitu, “tidak ada perkembangan pada dirimu” Masih mudah marah dan masih sering menyalahkan keadaan begitu kata mereka. Padahal menurutku itu manusiawi. Kadang batas kesabaran manusia ada batasnya. Tapi kata mereka, percuma kami berdoa tiap hari jika amarahmu masih menyala.&lt;br /&gt;Lalu saya kembali membaca dari awal “Sadhana” lagi dan hal di pendahuluan awal yang menjadi dasar penting malah tidak pernah say abaca:” Salah satu dasar menyatakan, bahwa doa itu suatu latihan yang membawa perkembangan dan memberi kepuasan, dan memang banyak kita mencari ini semua dalam doa. Dasar lain menyatakan, bahwa doa itu harus lebih dilakukan dengan hati daripada dengan budi. Memang, semakin cepat doa bebas dari pemikiran kepala, semakin jadi menyenangkan dan bermanfaat. Kebanyakan imam dan religious menyamakan doa itu dengan berpikir-pikir. Itu gagasan mereka”&lt;br /&gt;Seorang Guru Hindu mengjarkan pengarahan dalam hal doa: “Pusatkan perhatianmu pada pernafasan.” “Udara yang anda hirup itu Tuhan. Anda menghirup Tuhan dan menghembuskanNya. Sadarilah itu dan bertahanlah dalam kesadaran itu!”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-3588854888705814872?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/3588854888705814872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=3588854888705814872' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/3588854888705814872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/3588854888705814872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2012/01/jika-galau-meditasilah-sejenak.html' title='Jika Galau, Meditasilah Sejenak'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-mvMajaK2z1Q/Txva-DKnYRI/AAAAAAAAAHo/hSZ2tdFmaRg/s72-c/DSCF7096.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-5820720603980492585</id><published>2011-11-01T22:21:00.000-07:00</published><updated>2011-11-02T07:25:50.449-07:00</updated><title type='text'>Liminal Malem Minggu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-lSGUiWPtCpo/TrFS1WoackI/AAAAAAAAAHA/SrH1VqYvhGA/s1600/DSCF2941.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-lSGUiWPtCpo/TrFS1WoackI/AAAAAAAAAHA/SrH1VqYvhGA/s200/DSCF2941.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5670404482397794882" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sabtu malam aku ingin nginjen acara yang dilakukan teman-teman di Candi Abang. Lokasinya menarik dan sangat strategis untuk acara seperti yang biasa dilakukan teman-teman meskipun ada beberapa rumah penduduk yang sangat dekat dengan lokasi. Malam itu  aku mencoba tanya pada beberapa teman-teman yang menyatakan  diri sebagai senior. “Pakai konsep teori siapakah acara ini?” Beberapa mengatakan tidak tahu dan beberapa mengatakan ,”Masih seperti biasanya, kayak yang kemarin.” Maka aku berpikir berarti masih seperti dulu menggunakan konsepnya Victor Turner “Masyarakat Bebas Struktur.” &lt;br /&gt;Lalu ketika masih asyik ngobrol dengan beberapa teman membicarakan ramalan kiamat 2012 dari berbagai pandangan dari Suku Maya maupun ramalan ilmiah dari Nasa memang ada kemungkinan tahun 2012 bumi akan ditabrak sebuah benda luar angkasa yang kemungkinan akan mengakibatkan kerusakan yang parah di salah satu bagian bumi, hanya bagian mana yang tertimpa benda itu belum ada yang pasti. Dari pembicaraan inipun kita mengambil pandangan bahwa sebenarnya manusia itu selalu liminal di ambang ambigu dan ketidak pastian. Juga menyangkut masalah global warming, andaikan kutup utara maupun selatan es-nya mencair dan permukaan laut naik maka orang akan berbondong-bondong lari dan mengungsi di daerah yang tinggi misalnya lari ke puncak Merapi. Ketika jaman Nuh kembali terjadi dan yang tersisa hanya daratan di puncak Merapi dan tiba-tiba status Merapi meningkat lalu meletus, kemanakah lagi manusia harus tinggal? Pertanyaan yang hanya angan-angan itu lalu sirna begitu saja ketika kami diajak teman-teman ngumpul di tenda panitia.&lt;br /&gt;Tiba-tiba ada pos Religi, Konflik, Pemaknaan, Pendinginan. Aku diam dan bingung, ini jadi pakai konsepnya Turner tidak? Lalu dimana tahap separasi, liminal, dan reintegration  sebab dalam buku yang pernah kubaca separasi ditandai dengan pelepasan dari individu atau kelompok baik dari keadaan tetap dalam struktur sosial maupun dari serangkaian keadaan kultural. Kemudian memasuki tahap liminal ditandai dengan  sifat khas subyek ritual ambigu melampaui bidang kultural yang mempunyai beberapa ciri masa lalu dan masa yang akan datang. Dihubungkan dengan simbol-simbol kematian, dalam rahim ibu, kegelapan. Kemudian berlanjut ke tahap  reaggregation yang artinya peralihan menjadi sempurna. Subyek ritual kembali ke keadaan semula. Subyek ritual mempunyai hak-hak dan kewajiban seperti yang lain. Victor Turner terinspirasi dari Masyarakat Ndembu. Liminalitas  di antara Masyarakat Ndembu itu mempunyai kondisi suci. Liminalitas dilihat sebagai suatu tahap pembinaan bagi anak-anak yang akan masuk ke alam kedewasaan.&lt;br /&gt;Ciri-ciri yang telah disebut itu dapat kita ringkas sebagai berikut:&lt;br /&gt;-Adanya kerendahan hati dari si subyek ritual. Kerendahan hati di sini menunjuk pada sikap pasrah dan patuh dari subyek ritual pada pemimpin upacara.&lt;br /&gt;-yang tertinggi menjadi yang terendah dalam keadaan liminal.&lt;br /&gt;-tiadanya perbedaan di antara mereka yang menjadi subyek ritual.&lt;br /&gt;-tiadanya perbedaan seksual, tiadanya perbedaan tingkat.&lt;br /&gt;-subyek ritual digambarkan sebagai hampir telanjang. Hampir telanjang di sini mengacu pada tiadanya milik dalam dirinya, bahkan si subyek ritual berpakaian minim [misalnya, dalam Isoma baik suami maupun istri hanya memakai pakaian sebatas pinggang].&lt;br /&gt;-ada keterbalikan dengan kehidupan sehari-hari. Yang dalam kehidupan sehari-hari dikatakan sebagai tinggi, pemimpin, maka dalam liminalitas dia menjadi budak.&lt;br /&gt;Akhirnya, liminalitas mempunyai ciri ambigu karena subyek ritual mengalami suatu keadaan yang lain denagn kehidupan sehari-hari, namun juga dialami masa sekarang dan masa yang akan datang. Dalam liminalitas terlihat juga adanya kekuatan dari Si Lemah, kendati dalam kehidupan sehari-hari Si Lemah itu memang lemah.&lt;br /&gt;Merasa tidak tercapainya liminalitas ini, aku hanya berpikir konseptor acara ini tidak menggunakan Victor Turner sebagai pijakan konsepnya mungkin menggunakan teori lain namun aku tidak paham dan tidak tahu mungkin karena aku terlambat mengikuti proses dan hanya bingung sendiri memaknai sehingga malah ambigu sendiri dan malah liminal sendiri karena tak tahu apa yang harus kuperbuat.&lt;br /&gt;Karena aku janjian dengan temanku untuk mengiinisasi diri sendiri dengan naik sepeda dari Bintaran ke Sriningsih melewati jalan bukit yang naik dan melingkar maka sebelum acara pelantikan aku mengundurkan diri dan paginya langsung  tidur sebentar dan ke Bintaran dan naik sepeda. Di sini mereka yang janjian akan ikut sepedaan menyiksa diri sendiri ternyata tidak ada. Dolop sudah pulang dengan Pak Nar dan Katon. “Apakah karena terlambat mereka bertiga berangkat sendiri?” Pikirku dalam hati. Lalu aku mencoba ngampiri di rumah Pak Nar ternyata mereka masih di rumah. Dolop sempat mengeluh, “Padahal yang tak SMS sudah banyak, tapi setiap kali aku punya ide selalu tidak laku.” “Ya kalau punya ide ya dilakoni dewe.” “Wis saiki mangkat wong loro.” Kataku. Namun ternyata Katon juga ingin ikut dan akhirnya kami berangkat bertiga. Sementara Si Jo langsung menuju Sriningsih dari rumahnya di Klaten.&lt;br /&gt;Pengalaman dulu waktu sepedaan ke Jatiningsih kita hanya mengikuti insting asal ada jalan ke barat lalu utara, barat lalu utara akan sampai di Jatiningsih. Metode ini kita terapkan juga untuk perjalanan ke Sriningsih dan ternyata metode itu tidak berlaku dan malah kita keblasuk di jalan yang naik ke bukit dan mau kembali turun sudah nanggung dan akhirnya kita jalani bertiga nuntun pit diatas perbukitan. Kita tanya penduduk jalan ke Sriningsih katanya hanya akan melewati 3 tanjakan dan setelah itu akan turun terus jalannya sampai di Gayamharjo. Ternyata setelah kita jalani kita harus melewati tiga bukit untuk sampai di Sriningsih. Dan masih harus melewati undak-undakan untuk sampai ke pendopo di mana Bejo sudah menunggu di sana. Membayangkan kaki sudah akan kram dan masih jauh perjalanan mengayuh pulang ke Bintaran kita hanya pasrah menikmati waktu yang terus berjalan meskipun kita berharap berhenti karena kelelahan ini. Meskipun akhirnya sampai di rumah pukul 19.00 malam kita benar-benar merasakan dan bisa membayangkan bagaimana prosesi jalan salib dulu yang tentunya perjalanan kami tidak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Candi Abang, Sriningsih&lt;br /&gt;Sabtu-Minggu, 29-30 Oktober 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-5820720603980492585?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/5820720603980492585/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=5820720603980492585' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/5820720603980492585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/5820720603980492585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/11/liminal-malem-minggu.html' title='Liminal Malem Minggu'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-lSGUiWPtCpo/TrFS1WoackI/AAAAAAAAAHA/SrH1VqYvhGA/s72-c/DSCF2941.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8281337752076931130</id><published>2011-10-16T20:54:00.000-07:00</published><updated>2011-10-16T21:01:36.888-07:00</updated><title type='text'>Sumber Air</title><content type='html'>Keterpisahan itu membuat dirinya bingung. Mau kembali rasanya sudah tak mungkin dan dia sudah bosan berada di sana. Mau pergi ke tempat baru tidak ada jaminan kepastian  dan seperti apakah pengalaman berada di tempat baru itu masih ada di bayangan dan mimpinya. Dalam kebimbangan itu, dia diam, dan bertanya pada dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasanya baru kemarin dia mengalami masa-masa sebagai anak-anak, dimanja, menang sendiri, keinginanya selalu ingin dipenuhi, dan cengeng.  Tidak ingin dia meninggalkan masa-masa itu, sebab menyadari bahwa semakin bertambah umur tuntutan dan tanggung jawab yang diukurkan kepadanya terasa semakin berat. Pergi naik sepeda bersama teman-teman sepermainannya menuju tempuran sungai dan berenang di sana adalah perjalanan paling jauh yang pernah dia tempuh. Tempat itu pula yang tidak pernah dia lupakan dan juga tidak akan pernah dia kunjungi lagi. Melihat tempuran sungai mengingatkan dua teman akrabnya yang kini sudah tiada.&lt;br /&gt;Kali ini dia berada di tepi sebuah sungai, air terjun yang tidak begitu tinggi terdengar bagaikan genderang drumband yang memukul dasar sungai yang meninggalkan cekungan yang lebih rendah dari dasar sungai yang lain. Di seberang selatan  air terjun itu dulu dia juga pernah belajar berenang bersama teman-teman kecilnya. Hanya kegiatan itu tidak pernah lagi dilakukan setelah peristiwa berenang di tempuran. Dimana sumber air ini? Kadang begitu dia bertanya, mungkin di atas sana ada air terjun yang lebih indah daripada air terjun yang dia lihat kali ini. Ia ingin berjalan menyusuri sungai ini dan melihat sumber paling indah di atas sana. Jika di bawah bunyi air terjun terdengar seperti suara lagu sebuah alunan drumband mungkin sumber air di atas sana akan terdengar seperti sebuah orchestra.&lt;br /&gt;Untuk perjalanan mencari sumber air ini ternyata tak ada teman yang mau diajak. Teman sepermainannya  dulu sudah jelas tidak mau turut  serta, bahkan sekarang ada yang trauma terhadap air. Akhirnya dia berjalan sendiri mencari sumber air. Susur sungai menjadi perjalanan yang sangat senang dia lakukan namun sekaligus menyiksa batinnya sendiri. Baru sampai di tengah saja yang dia saksikan begitu mengerikan, dia berjumpa dengan banyak hantu penunggu sungai yang mengancam dia agar jangan melewati tepi sungai. Hantu ini punya anak buah yang banyak sekali, ada gendruwo  berwarna kuning yang tangannya sangat besar dan menakutkan. Tangannya mampu memukul batu besar dan melemparkannya ke atas sungai. Ada lagi hantu manis penunggu jembatan, dia akan menakuti siapa saja yang melewati jembatan yang sudah roboh itu. Hantu ini tidak ingin jembatan yang roboh itu dibangun kembali sebab jembatan ini mengingatkannya pada mantan kekasihnya yang sekarang sudah beristrikan wanita lain. Utuhnya jembatan ini akan mengingatkannya pada romantisme bersama mantan kekasihnya dulu. Berjalan lebih ke atas banyak dijumpainya gadis-gadis cantik yang menangis di atas reruntuhan sabo dam.&lt;br /&gt;Semakin ke atas hatinya semakin pedih, buto ijo yang diceritakan banyak warga tepi sungai adalah penguasa sumber air itu. Tidak ada seorang pun yang mampu mengalahkannya untuk mengambil sumber air. Dalam penasarannya bertemu dengan buto ijo dan ingin menikmati indahnya air terjun di sumber air paling atas, dia tertegun dengan seorang tua yang duduk di tepi sungai lama sekali dan tampak menikmati. Rasanya kakek itu tahu apa yang sedang dipikirkan oleh pencari sumber air ini. “Perjalananmu hanya akan seperti mencari sumbernya angin, seperti mencari  kayu di batang kangkung.” Lalu kakek itu pergi dan menghilang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8281337752076931130?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8281337752076931130/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8281337752076931130' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8281337752076931130'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8281337752076931130'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/10/sumber-air.html' title='Sumber Air'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-4364383120938068944</id><published>2011-05-07T23:11:00.000-07:00</published><updated>2011-05-07T23:13:56.647-07:00</updated><title type='text'>Merpati Ingkar Janji</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-DRbtXcVz-M4/TcY0nEWM1YI/AAAAAAAAAGw/ViDP38zepCc/s1600/DSCF9786.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-DRbtXcVz-M4/TcY0nEWM1YI/AAAAAAAAAGw/ViDP38zepCc/s200/DSCF9786.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5604224632095561090" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa berawal  ketika munculnya  merpati putih jantan  yang sering disebut oleh masyarakat  sebagai “doro nyewu”. Bukan berarti harga merpati ini seribu rupiah, namun merpati ini sering dipakai sebagai simbol sempurnanya orang yang sudah  meninggal dan terbang kembali ke surga meninggalkan keluarga yang dicintai. Merpati yang diterbangkan  pada perayaan seribu hari ini biasanya sepasang merpati putih. Dalam tradisi Katolik, Roh Kudus juga sering disimbolkan dalam wujud burung merpati putih. Setelah melewati masa 7 hari, 40 hari , 100 hari, setahun, dan akhirnya seribu hari sudah genaplah semua ceremonial dan doa yang dipanjatkan bagi orang yang sudah meninggal. Makamnya kemudian akan diberi kijing sebagai tanda atau “tetenger” yang berarti “ Jing Iki “ atau “Yang Ini”.&lt;br /&gt;Hinggapnya merpati putih jantan itu yang akhirnya dipelihara oleh teman-teman menjadi tanda berkah yang akan hinggap di kelompok atau komunitas ini. Ketika mendapatkan merpati putih itu beberapa mengatakan “Ojo didol opo diburke, diopeni wae.” Maka komunitas yang awalnya hanya theng-theng crit [thenguk-thenguk crito] punya kegiatan riil yang mau tidak mau harus dilakukan yaitu memelihara merpati putih dan lele. Karena belum punya gupon atau kandang maka teman-teman membuat kandang burung dengan kayu bekas seadanya dan strimin. Akhirnya kandang ala kadarnya untuk menghindarkan merpati dari teriknya matahari dan terpaan hujan jadi sudah. Perlu dimaklumi, karena yang membuat kandang bukan  tukang kayu, kandang yang jadipun sangat minimalis dan kurang bagus jika dipandang namun fungsi bagi merpati lebih dari cukup. &lt;br /&gt;Setelah kandang jadi, muncul permasalahan baru. Rasanya kasihan jika burung merpati jantan ini sendirian, maka ketika pasaran legi, kami pergi ke Pasar Kotagede untuk mencari merpati putih kucir betina. Dari sekian banyak penjual merpati yang menjual merpati putih betina hanya satu penjual dan dia memasang harga tinggi untuk burung itu, namun sesuai hukum ekonomi semakin langka barang harga semakin tinggi, maka mau tak mau dibeli juga burung itu. Setelah dijadikan satu dengan pejantan, si jantan langsung “mbekur” tanda mereka jodoh.&lt;br /&gt;Sebulan berlalu, upaya memberi makan dan minum yang dilakukan bergiliran sudah terlaksana. Upaya memberi jerami untuk tempat bertelur juga sudah dilakukan dengan harapan sepasang merpati ini akan berkembang biak menjadi bertambah. Namun sudah sebulan tidak ada tanda-tanda merpati akan punya anak sebab bertelur aja belum. Maka muncul pertanyaan baru, apakah kandangnya tidak sesuai? Beberapa juga kasihan dengan dikandangnya terus merpati ini, sebab beberapa teman melihat bahwa  merpati biasanya dibiarkan bebas berkeliaran. Ide membuat gupon yang layak dan lebih gelap muncul, maka dalam waktu 2 hari gupon baru jadi. Dan sepasang merpati itu punya rumah yang lebih layak dari sebelumnya.&lt;br /&gt;Namun permasalahan baru muncul lagi, bisakah merpati kucir yang sudah tua “omah”? sebab sepengetahuan beberapa teman, merpati kucir tua ini mirip dengan merpati pos yang sulit punya rumah baru, kecuali dipelihara sejak “piyik” atau merpati itu masih kecil. “Dilatih.” Itulah jawaban spontan dari teman-teman. Sampai suatu pagi, di hari minggu yang cerah kami dapat SMS. “berita sedih, ada sepasang merpati putih terbang ke arah timur. Gupon dalam keadaan terbuka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 8 Mei 2011.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-4364383120938068944?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/4364383120938068944/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=4364383120938068944' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4364383120938068944'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4364383120938068944'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/05/merpati-ingkar-janji.html' title='Merpati Ingkar Janji'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-DRbtXcVz-M4/TcY0nEWM1YI/AAAAAAAAAGw/ViDP38zepCc/s72-c/DSCF9786.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-7318885484894128205</id><published>2011-03-08T18:28:00.000-08:00</published><updated>2011-03-08T18:32:41.351-08:00</updated><title type='text'>Komunikasih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-NBUEW3f81xM/TXbmt8IWFlI/AAAAAAAAAGo/fFI7I_q5Azs/s1600/DSCF5092.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-NBUEW3f81xM/TXbmt8IWFlI/AAAAAAAAAGo/fFI7I_q5Azs/s200/DSCF5092.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5581902465081939538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah halaman rumah terdapat pekarangan liar yang ditumbuhi rumput alang-alang yang tinggi. Halaman ini tidak pernah dirawat oleh Si Pemilik Rumah karena dia sangat sibuk dan tidak punya waktu untuk membersihkan halaman rumahnya. Namun pekarangan yang  ditumbuhi rumput liar itu menjadi tempat yang menyenangkan bagi kawanan semut hitam yang bersarang di situ. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, persediaan makanan di sarang mereka menipis maka sudah waktunya bagi koloni semut  hitam untuk bergotong royong memenuhi kembali lumbung makanan mereka. Mereka mulai keluar sarang dan menyebar ke seluruh wilayah pekarangan. Ternyata kekosongan lumbung juga dialami oleh semut pudak, semut geni, semut rangrang. Halaman pekarangan menjadi penuh dengan berbagai koloni semut yang mencari makan untuk mengisi lumbung makanan di sarang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi itu karena tergesa-gesa mau berangkat kerja Si Pemilik Rumah tidak habis memakan roti sarapannya lalu membuang saja  sisa  roti itu di pekarangan. Semut hitam yang pertama kali menemukan roti itu lalu dia mengajak koloninya untuk mengangkut roti itu ke sarangnya. Namun semut  pudak, semut geni, dan semut rangrang juga akhirnya menemukan roti itu. Awalnya mereka berkelahi untuk memperebutkan roti itu, bahkan semut rangrang mengancam akan memusnahkan koloni semut pudak yang paling kecil itu tapi akhirnya semut hitam menengahi. Kesepakatan diantara mereka tentang roti itu adalah mengambil sesuai dengan apa yang dibutuhkan koloni itu sebab ternyata semut hitam hanya suka bagian kejunya , semut pudak suka bagian gulanya, dan semut hitam suka bagian roti yang sudah kering dan semut rangrang mengambil bagian roti yang basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam beberapa menit, sisa roti itu sudah bersih diangkut ke lumbung masing-masing koloni tanpa perkelahian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-7318885484894128205?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/7318885484894128205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=7318885484894128205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7318885484894128205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7318885484894128205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/03/komunikasih.html' title='Komunikasih'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-NBUEW3f81xM/TXbmt8IWFlI/AAAAAAAAAGo/fFI7I_q5Azs/s72-c/DSCF5092.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-5376059033882215668</id><published>2011-02-09T03:30:00.000-08:00</published><updated>2011-02-09T03:34:14.354-08:00</updated><title type='text'>Layat</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TVJ7rw9qHTI/AAAAAAAAAGg/dBfk_fhdmeE/s1600/blog%2Blayat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TVJ7rw9qHTI/AAAAAAAAAGg/dBfk_fhdmeE/s200/blog%2Blayat.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5571651680818830642" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini aku  layat. Namun yang kuperhatikan bukanlah para pelayat  yang datang memasukkan amplop di kotak lalu duduk di kursi yang sudah disediakan untuk para pelayat. Ada seseorang yang berpotongan agak pendek, bisu, dan hanya cengar-cengir melihat kanan-kiri tanpa alas kaki.  Orang ini hanya  mondar-mandir di sekitar lokasi layatan, kuperhatikan kali ini orang ini tidak ditawari dos snack  ataupun permen seperti orang-orang lain yang memasukkan amplop. Yang aku herankan adalah setiap ada layatan orang ini selalu ada. Dia bukan penjual peti ataupun penjual karangan bunga. Dia orang bisu dan tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain, hanya kadang dengan bahasa isyarat entah paham atau tidak. Orang ini tidak punya handphone, tidak punya facebook, dan kelihatannya juga tidak bisa membaca. Namun, yang mengherankan adalah dalam setiap layatan mengapa dia sering hadir? Pertanyaan lain yang muncul kemudian adalah, siapa yang memberi  tahu dia bahwa di RW ini ada sripah atau lelayu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang-orang menjawab, bahwa dia itu malaikat pencabut nyawa. Namun menurutku bukan, sebab dia selalu hadir sesudah  orang yang meninggal mau diberangkatkan. Bukan di detik-detik sakratul maut.  Lalu banyak juga yang menjawab bahwa dia itu punya pembimbing yang tidak tampak yang selalu berkomunikasi dengan dirinya yang selalu menuntun kemana dia harus pergi. Berbeda dengan orang lain, jika datang melayat adalah orang yang dikenal entah itu tetangga, teman di komunitas, teman lama, saudaranya teman, bapak, ibu, kerabatnya teman, atau saudara dan biasanya orang yang datang layat kenal dengan almarhum. Namun, orang aneh ini kelihatannya juga tidak kenal namun selalu datang melayat. Kelihatannya dia juga penganut aliran multikultur dan orang yang pluralis sebab dia melayat tidak memandang apakah dia agamanya Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu, Kejawen, maupun aliran kepercayaan yang lain. Sayangnya tidak ada orang-orang yang mampu berkomunikasi dengannya untuk sekedar tahu, motivasi apa atau sedang menjalankan apa? dia selalu datang melayat. Andaikan ada yang mencoba mengajak berkomunikasi dan bertanya, paling banter hanya mampu mengajak dia untuk makan snack atau ambil permen ataupun minum, untuk berbicara atau berkomunikasi tidak ada yang mampu. Atau mungkin juga banyak orang yang takut, berkomunikasi dengan orang ini yang perangainya sangat aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ataukah orang ini malah sudah bisa membedakan antara religiositas dan religi, sehingga dia hanya mau berbicara dengan orang-orang yang bisa menerapkan religiositas. Orang-orang yang tidak mempolitisir religi demi kepentingan pribadi, orang-orang yang tidak menistakan kepercayaan lain demi ambisi kelompoknya, orang-orang yang tidak membakar tempat ibadah kepercayaan lain hanya karena rasa tidak puas atas suatu keputusan pengadilan, orang-orang yang tidak “membisukan” yang lain. Mungkin tidak ada orang seperti itu sehingga bisa berkomunikasi dengan orang ini. Ataukah orang ini sudah paham bahwa lidah itu seperti pedang bermata dua sehingga jika tidak hati-hati akan sangat berbahaya, lalu orang ini selalu memilih diam untuk kebaikan dirinya dan orang lain. Ataukah dia diam karena memang sudah tidak ada lagi orang lain yang mau menjaga  rahasianya yang sangat penting. Ah entahlah, banyak sekali tanda tanyaku tentang orang ini dan sayangnya akupun tidak bisa berkomunikasi dengan orang ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-5376059033882215668?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/5376059033882215668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=5376059033882215668' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/5376059033882215668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/5376059033882215668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/02/layat.html' title='Layat'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TVJ7rw9qHTI/AAAAAAAAAGg/dBfk_fhdmeE/s72-c/blog%2Blayat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-7690735891944326173</id><published>2011-02-03T16:40:00.000-08:00</published><updated>2011-02-03T16:44:19.479-08:00</updated><title type='text'>Sore Hari Waktu Pulang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TUtLfi5e-wI/AAAAAAAAAGY/3sc4dmKXHq0/s1600/DSCF9257.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TUtLfi5e-wI/AAAAAAAAAGY/3sc4dmKXHq0/s200/DSCF9257.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569628369489689346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sungguh suatu keajaiban bagiku melihat keindahan alam ini yang selalu berganti. Aku memperhatikan setiap sore, bentuk awan dan warna langit yang tak pernah sama. Memberikan seni tersendiri untuk diotak-atik bagaimanapun wujudnya, baik dengan teknik pemotretan maupun teknik pengeditan. Sungguh luar biasa keajaiban ini….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-7690735891944326173?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/7690735891944326173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=7690735891944326173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7690735891944326173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7690735891944326173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/02/sore-hari-waktu-pulang.html' title='Sore Hari Waktu Pulang'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TUtLfi5e-wI/AAAAAAAAAGY/3sc4dmKXHq0/s72-c/DSCF9257.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-6589397053713641193</id><published>2011-02-01T20:37:00.001-08:00</published><updated>2011-02-01T20:39:07.730-08:00</updated><title type='text'>Srenggi Celeng  (Bagian Tiga)</title><content type='html'>Kali ini Jayus merenung di teras rumah setelah pulang dari rumah Mbah Dukun. “Sulit! Namun harus dicoba!” Begitu pikirnya.&lt;br /&gt;Selama ini memang dia tidak menyadari  sembilan lubang yang ada di tubuhnya. Jangankan menghitung, menyadari keberadaannya saja tidak  pernah, namun kali ini dia harus menyadari penggunaannya. Syukur-syukur digunakan untuk hal yang baik-baik. Selama ini pula, hal yang baik ataupun tidak dia juga tidak tahu, hanya kadang kadang dia mengukur perbuatan baik atau tidak  berdasarkan naluri saja, jika dalam hatinya rasanya damai dan tenteram dia akan melakukan apa yang dia pikirkan dan akan dilaksanakan, kalau dalam hatinya timbul rasa panas dan tidak enak, dia akan mengurungkan niatnya itu. Pernah dia melakukan suatu perbuatan, setelah melakukan perbuatan itu timbul rasa bersalah dalam hatinya dan penyesalan yang tak habis-habis dalam hatinya, setelah itu dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu.&lt;br /&gt;Mata. Dia tidak pernah menyadari bahwa punya mata yang indah, normal,  tidak buta warna, dan tidak rabun. Dengan dua mata indah miliknya dia  bisa membedakan segala warna yang ada di dunia. Segala bentuk binatang, pohon, rumah, mobil, apapun bisa dia lihat. Hidung, telinga, mulut, anus, dan kemaluan, itulah sembilan lubang yang ada di tubuhnya yang selama ini tidak dia awasi penggunaanya. Satu hal juga yang baru dia sadari bahwa yang juga punya peran utama dalam sembilan lubang itu adalah pikirannya yang setelah dia renungkan kadang jorok, ngeres, bahkan pernah dia punya rencana untuk menghancurkan hubungan baik sahabatnya dengan pacarnya dengan pikiran itu. “Ah betapa bodohnya aku waktu itu,” Pikirnya dalam hati.&lt;br /&gt;Kali ini satu hal saja yang akan dilakukannya  selama sembilan hari. Puasa Mata. Matanya harus dipuasakan dari hal-hal yang tidak baik. Perasaan enak atau tidak enak, perasaan bersalah atau tidak, rasa tenteram dan damai dalam hatinyalah yang akan mengawasi dan menjadi hakimnya. &lt;br /&gt;Sembilan hari berlalu. Tidak ada perubahan apapun di sekelilingnya. Namun begitu dia memejamkan matanya  dia malah bisa melihat ular berbisa di depannya. Macan putih di pojok bangunan. Dan ketika dia berjalan di belakang  dua orang yang sedang pacaran dan menutup matanya, dia melihat buaya dan ular berbisa sedang berjalan bergandengan mesra.&lt;br /&gt;Dalam suatu orasi politik ketika dia menutup mata, dia melihat muntahan kecoa yang bertebaran ke mana-mana dari mulut seorang orator. Bahkan ketika melihat seorang pejabat yang sedang meresmikan suatu proyek, ketika dia menutup mata, dia melihat seekor gurita raksasa yang sedang menggunting pita.&lt;br /&gt;“Ah rasanya ada yang salah dengan mata ini”. Akhirnya dia selalu membuka matanya lebar-lebar agar tidak memejamkan mata dan melihat binatang-binatang aneh di mana-mana. Dia ingin pulang, mungkin mata ini kelelahan dan ingin istirahat. &lt;br /&gt;Sesampainya di rumah dia berdiri di depan cermin dan mengaca. Tidak ada yang cacat atau salah dengan matanya, masih normal seperti dulu. Namun begitu dia memejamkan mata, dia melihat seekor binatang bertaring juga bermoncong mirip seperti celeng.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-6589397053713641193?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/6589397053713641193/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=6589397053713641193' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6589397053713641193'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6589397053713641193'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/02/srenggi-celeng_01.html' title='Srenggi Celeng  (Bagian Tiga)'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-2339782845513076951</id><published>2011-02-01T02:02:00.000-08:00</published><updated>2011-02-01T02:03:26.592-08:00</updated><title type='text'>Srenggi Celeng</title><content type='html'>Semenjak tersiar kabar tentang adanya  srenggi celeng yang merusak sawah Jayus,  Dusun Upeti tampak lengang. Sehabis matahari terbenam tak ada seorangpun yang berani keluar rumah.  Antar rumah dan warga menjadi saling curiga, bahkan perasaan mereka menjadi sangat sensitif. Tak pernah ada yang bisa melihat srenggi celeng, kecuali hanya gambaran kira-kira dari Mbah Dukun.  Lalu ada juga yang ikut-ikutan sawahnya dibuat  seperti milik Jayus agar juga namanya ikut ngetop. Entah, sejak adanya srenggi  celeng yang menyerang lahannya, Jayus menjadi terkenal dan dibicarakan dimana-mana. Di pasar, di warung, di sekolah, bahkan di dapur ibu-ibu juga membicarakan Jayus.  Bagi beberapa warga yang mengekor tanpa melihat ke lokasi Mbah Dukun sudah tahu bahwa mereka bohong. Mbah Dukun juga lebih dipercaya oleh warga dusun daripada Pak PPL.  Tidak hanya warga, Pak Lurah yang awalnya tidak peduli dengan apa yang terjadi di sawah Jayus sekarang ikut merasa takut. Semua warga lebih banyak diam, karena takut disalahkan. Bahkan hanya oleh letusan mercon anak-anak di tengah sawah, Pak Lurah sudah panik dan segera mengerahkan petugas keamanan desa. Anak-anak lagi yang disalahkan dan menjadi korban tanpa mereka tahu apa-apa. Betapa terkejutnya mereka ketika lagi asik bermain mercon, tiba-tiba ditangkap keamanan desa.&lt;br /&gt;Hujan gerimis mulai turun membasahi atap rumah Jayus, airnya merembes ke tonggak kayu dan dinding kayu jati muda yang berbentuk limasan itu. Di antara suara gerimis hujan dan dinginnya udara malam, di dapur Jayus masih melamun disamping perapian sambil membolak-balik bambu kering untuk menghangatkan badan dan mendidihkan air. Doorr! Tiba-tiba letusan dari perapian itu bersuara agak keras yang mengagetkan istrinya yang sedang melipat pakaian yang kering.&lt;br /&gt;“Letusan apa Pak?”&lt;br /&gt;“Ndak apa-apa. Ini hanya suara bambu kering.”&lt;br /&gt;“Mbok jangan pakai bambu utuh, pakai aja yang sudah dibelah. Situasi lagi begini jangan membuat suara yang aneh-aneh. Mbok inget Pakne, sawahmu saja sudah jadi pergunjingan di mana-mana kok malam-malam begini buat suara. Mbok  Inget, Kriwil saja yang hanya selingkuh dengan Jeng Lina dipenjara 3,7 bulan dan didenda 250 ribu. Kamu ini orang miskin sukanya macem-macem.&lt;br /&gt;“Mbok udah Bu, lha wong hanya bambu meletus kok sampai mana-mana. Sudah-sudah sana ! Aku juga lagi bingung.”&lt;br /&gt;Malam kembali hening. Hanya kadang suara gemeretak kayu bakar  memecah lamunan Jayus yang masih teringat kata-kata terakhir Mbah Dukun.&lt;br /&gt;“Kalau kamu sudah siap puasa, akan kutunjukkan caranya.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-2339782845513076951?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/2339782845513076951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=2339782845513076951' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/2339782845513076951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/2339782845513076951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/02/srenggi-celeng.html' title='Srenggi Celeng'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-1197808809156708587</id><published>2011-01-29T07:26:00.000-08:00</published><updated>2011-01-29T07:31:36.109-08:00</updated><title type='text'>Srenggi Celeng</title><content type='html'>Sebelum sinar mentari mengintip dari balik belahan Gunung Merbabu, seperti biasa Mas Jayus sudah berjalan keluar gubuk untuk melihat sawahnya. Musim panen hampir tiba jangan sampai pagi ini dia kalah dengan pipit yang pagi hari sudah duluan mencicipi bulir-bulir padinya. Bentangan tali yang sudah dipasang untuk mengusir pipit sudah lama dia siapkan, juga orang-orangan sawah yang dia tancapkan di pojok petak. Namun pagi itu matanya terbelalak heran begitu sampai di tepi sawah. Padinya sebagian sudah rebah dirusak binatang. “Celeng kurang ajar!” Gumam marahnya dalam hati. Namun begitu melihat kerusakan sawahnya kali ini dia semakin heran. “Celeng yang merusak sawah kali ini sangat cerdas karena meninggalkan jejak yang rapi.” Pikirnya dalam hati.&lt;br /&gt;Pak Lurah yang pagi itu masih sibuk dan bingung karena hujan turun seharian kemarin membuat banjir sungai dan membuat  beberapa warganya sebagian rumahnya ada yang terbenam, tidak mempedulikan Jayus yang pagi itu melapor ke kantornya tentang celeng aneh yang merusak sawahnya. “Kalau masalah hama tanaman seperti celeng, melapor saja kepada Pak PPL, dia yang lebih paham.” Jawab Pak Lurah kepada Jayus. “Tapi ini celeng aneh Pak, tidak seperti biasanya.” Sela Jayus ingin agar Pak Lurah meninjau sawahnya. “Saya sedang sibuk, melapor ke Pak PPL saja.” Meskipun tidak yakin akhirnya Jayus pergi juga ke kantor PPL di samping kelurahan. “Baiklah, perlu saya teliti lebih lanjut.” Jawab PPL.&lt;br /&gt;Sudah beberapa hari Pak PPL tidak juga mengunjungi sawahnya. Akhirnya Jayus pergi ke rumah Mbah Dukun dan tanpa menunggu lama, Mbah Dukun segera membuat ritual pribadinya untuk melihat kondisi sawah jayus dari lokasinya berada. “Hmmmm….sudah saya duga.” Gumam Mbah Dukun sambil memejamkan matanya. “Kalau ini bukan ulah celeng, yang ini adalah ulah srenggi celeng.” “Srenggi celeng? Apa itu Mbah?” “Srenggi itu adalah ratunya para celeng yang tak kelihatan, dia yang menjaga dan memimpin kawanan para celeng tersebut.” “Kok saya baru tahu yang namanya srenggi celeng, apakah saya bisa melihatnya Mbah?” “Semua orang sebenarnya bisa  dan mampu untuk melihat srenggi tersebut asalkan dia melakukan ritual tertentu. Besoklah saya ajari kamu untuk melihat srenggi celeng yang merusak sawahmu itu jika kamu sudah punya niat.” “Niat gimana Mbah?” “Jika kamu sudah siap puasa.”&lt;br /&gt;Beberapa hari berselang Pak PPL akhirnya meninjau juga sawah Jayus dengan mengambil sampel beberapa tanaman yang roboh, Pak PPL akan melakukan penelitian di laboratoriumnya. Setelah diteliti Pak PPL melaporkan ke Jayus bahwa yang merusak sawahnya adalah ulah manusia sebab dari bekas patahan sangat jelas ini ulah manusia. Jayus semakin bingung, Kata Mbah Dukun ini adalah ulah srenggi celeng sedangkan menurut Pak PPL ini adalah ulah manusia. “Apakah srenggi itu manusia berkepala celeng?” Pikir Jayus dalam hati. (Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-1197808809156708587?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/1197808809156708587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=1197808809156708587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1197808809156708587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1197808809156708587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/01/srenggi-celeng.html' title='Srenggi Celeng'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-1789237274548115070</id><published>2011-01-19T16:09:00.000-08:00</published><updated>2011-01-19T16:17:15.526-08:00</updated><title type='text'>Memotret untuk Pemula</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TTd_A58lHvI/AAAAAAAAAGM/TQ_sz6dr6wI/s1600/DSCF8579.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TTd_A58lHvI/AAAAAAAAAGM/TQ_sz6dr6wI/s200/DSCF8579.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5564055518171176690" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Setelah mencoba  lama menggunakan digital kamera Fuji F 455 karena hanya kamera itu yang saya punya, ada keinginan untuk berbagi pengalaman selama memotret menggunakan kamera itu. Beberapa sahabat  menyarankan agar menulis dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh semua  orang , “jangan menulis dengan bahasa sulit atau kata-kata tingkat tinggi yang  hanya dipahami oleh alien” kata mereka. Baiklah teman-teman kita mulai saja membicarakan kamera ini.&lt;br /&gt;Pertama kali memegang kamera ini, oleh customer service-nya diajari cara memasang baterai yang berbentuk kotak dengan menekan pakai ibu jari dan mendorongnya sedikit ke depan. Setelah terbuka, dipasang baterai itu dan juga kotak tipis yang sering disebut XD yang merupakan kartu untuk menyimpan memori foto, XD ini kapasitasnya macem-macem ada yang hanya 16 MB, ada yang 125 MB, ada yang 250 MB, 552 MB, 1 GB, 2 GB, dst. Dulu waktu beli bawaan dari kameranya adalah 16 MB namun karena promo oleh tokonya diberi bonus XD dengan kapasitas 250 MB. Setelah semua terpasang maka dicobalah  dinyalakan tombol on-off  di bagian atas lalu di bagian belakang atas ada 3 setelan untuk melihat hasil foto, membuat video, dan memotret. Pencobaan pertama adalah memilih setelan memotret setelah dicoba menjepret lalu dilihat hasilnya. Lalu setelah ada hasilnya, jangan lupa untuk penggunaan pertama baterai perlu dicas selama  4 jam agar penuh.&lt;br /&gt;Di bagian belakang kamera ada kotak untuk melihat hasil maupun memotret object yang akan dipotret hal ini sangat memudahkan untuk proses “framing” atau mengepaskan object ke dalam bingkai foto supaya hasilnya bisa dinikmati oleh orang yang melihat foto tersebut. Selain itu, ada fasilitas zoom di kanan atas tapi menurut pengalaman saya jika menggunakan zoom ini hasilnya tidak tajam jadi kalau tidak terpaksa, penggunaan zoom ini dihindarkan saja. Selain itu juga ada fasilitas makro yang berupa tanda bunga yang digunakan memotret object-object kecil dengan jarak 10 cm.&lt;br /&gt;Pertama kali dulu setelah mencoba memotret beberapa even untuk amannya kamera ini saya set serba otomatis sehingga hasilnya standar. Berdasarkan pengalaman juga kamera ini kurang baik untuk memotret dokumentasi malam hari karena red-eye nya kurang berfungsi maksimal sehingga setelah dicetak meskipun sudah menggunakan fasilitas red-eye masih juga ada gambar orang yang matanya seperti mata kucing yang bercahaya. Namun jika untuk memotret dokumentasi pagi sampai sore hasilnya akan tajam. Namun bagi mereka yang suka akan seni, mungkin memotret malam hari setelah matahari terbenam punya sensasi tersendiri karena jika tanpa blitz hasilnya akan tampak warna biru yang lain dari biasanya. Kamera ini paling bagus hasilnya untuk memotret obyek dengan jarak potret kurang dari 2 m, di atas jarak itu hasilnya akan kurang maksimal.&lt;br /&gt;Jika untuk kepentingan non dokumentasi, saya berani mencoba mengeksplorasi kamera dengan setelan hitam putih maupun krom. Namun untuk hasil yang nyeni akan lebih baik tidak usah menggunakan blitz dan yang paling utama dalam memotret adalah KAMERA JANGAN SAMPAI GOYANG WAKTU MEMOTRET, karena akan menyebabkan ada bayangan pada hasil. Itu dulu teman-teman berbagi ceritaku tentang memotret. Selamat memotret dan mencoba……&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-1789237274548115070?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/1789237274548115070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=1789237274548115070' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1789237274548115070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1789237274548115070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2011/01/memotret-untuk-pemula.html' title='Memotret untuk Pemula'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TTd_A58lHvI/AAAAAAAAAGM/TQ_sz6dr6wI/s72-c/DSCF8579.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8998220455089714162</id><published>2010-09-03T10:05:00.000-07:00</published><updated>2010-09-03T10:09:19.875-07:00</updated><title type='text'>Tema dan Foto</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TIErr2akNOI/AAAAAAAAAFc/EtscDUADwFc/s1600/DSCF4979.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TIErr2akNOI/AAAAAAAAAFc/EtscDUADwFc/s200/DSCF4979.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5512735451219506402" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bulan Kitab Suci 2010, tema yang diambil adalah “Betapa agung nama-Mu, ya Tuhan” dari Mazmur 8. Kitab Mazmur termasuk kelompok kitab-kitab  Kebijaksanaan, yang ditempatkan setelah kitab Ayub dan sebelum kitab Amsal. Kitab Mazmur terdiri atas 150 buah syair keagamaan yang pada mulanya biasa dipakai dalam ibadat Yahudi. Sebenarnya kitab Mazmur bisa disebut sebagai kumpulan dari kumpulan. Sebagai suatu kumpulan doa, kitab Mazmur amat kaya dengan ungkapan hati manusia sebagai  umat beriman menghadapi berbagai macam situasi dalam hidupnya. Di dalamnya kita temukan ungkapan perasaan umat beriman dari yang lembut sampai ke perasaan emosional, ada keluhan atau ratapan, pujian, ketakutan, kepercayaan, kesedihan dan kegembiraan (Bahan Pertemuan Lingkungan, Komisi Kitab Suci KAS, 2010:7).&lt;br /&gt;Dalam Bulan Kitab Suci ini Tim Pewartaan ingin membuat suatu kegiatan yang kreatif dalam memaknai bulan kitab suci. Dalam diskusi yang melibatkan beberapa pihak, muncul kesepakatan membuat lomba foto. Mengapa lomba foto? Sebab jaman sekarang anak-anak muda khususnya juga remaja dan anak-anak lebih akrab dengan dunia visual. Maka jika dalam memaknai bulan kitab suci dengan bentuk cerita dan tulisan dirasa akan kurang menyentuh dunia kaum muda, remaja, dan anak-anak. Maka bagaimana mengisi kegiatan dalam bulan kitab suci agar menyentuh dunia kaum muda adalah dengan media visual. Foto adalah salah satu hal yang bisa dikerjakan dan dibuat oleh sebagian besar anak muda untuk mengekspresikan apa yang ada di benak mereka dan memaknai lingkungan sekitar. Sehingga dengan membahasakan tema bulan kitab suci ini ke dalam foto, akan bisa melihat seberapa peka anak muda gereja memaknai lingkungannya.&lt;br /&gt;Foto adalah data dan fakta. Juga makna. Dunia fotografi, sebagaimana dunia wartawan umumnya, diuntungkan oleh rumusan “God given the news”, Tuhan yang memberikan berita-atau gambar-dengan berbagai peristiwa: tabrakan pesawat, banjir, artis kawin-cerai-selingkuh, atau bahkan peristiwa-peristiwa seremonial. Namun, tetap saja ada upaya kreatif bagaimana menentukan sudut pengambilan, memperhitungkan kedalaman, kesatuan dengan masalah keseluruhan, di samping ketekunan dan keterlibatan dengan objek atau peristiwa. Sedemikian perkasanya visual yang dihasilkan sehingga karyanya  tak memerlukan “caption”, teks yang menjembatani. Karena semua yang inti telah tervisualkan. Di sinilah peran juru foto tak tergantikan. Di sinilah sepotong penggalan gambar menjadi “artefak’ sejarah, menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan bermedia zaman modern: dengan data, dengan fakta, dengan menyambung makna (Arswendo Atmowiloto).&lt;br /&gt;Ungkapan “Mahkota foto adalah kejujuran” bukan hal yang mengada-ada. Objek  kecil dalam foto berita yang dianggap mengganggu objek utama bisa dihilangkan untuk menyempurnakan hasil, apalagi saat ini fotografi mencapai zaman keemasan digital- hanya dengan program Photoshop komputer, pemotret bisa menambah atau mengurangi objek dalam foto berita. Memang, tindakan ini bisa dianggap penipuan-pelanggaran etika berita yang kemungkinan besar menimbulkan reaksi emosional merugikan. Croping maupun retouching, misalnya, bisa menimbulkan distorsi pesan berita.&lt;br /&gt;Hukum foto berita adalah fakta. Rekayasa tidak dibenarkan. Nyawa foto atau tingkat keberhasilannya sudah ditentukan saat pemotret berada di lokasi pemotretan. Oleh karena itu, wartawan foto yang baik harus selalu siap di lokasi/ tempat kejadian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8998220455089714162?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8998220455089714162/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8998220455089714162' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8998220455089714162'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8998220455089714162'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/09/tema-dan-foto.html' title='Tema dan Foto'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TIErr2akNOI/AAAAAAAAAFc/EtscDUADwFc/s72-c/DSCF4979.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-6057724643597509733</id><published>2010-08-28T07:57:00.000-07:00</published><updated>2010-08-28T08:00:38.977-07:00</updated><title type='text'>Teratai Putih yang Bisu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/THkkgfZAVtI/AAAAAAAAAFM/0aV47_ZXqdM/s1600/DSCF7218.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/THkkgfZAVtI/AAAAAAAAAFM/0aV47_ZXqdM/s200/DSCF7218.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510475759665305298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah sudah ke sekian kalinya&lt;br /&gt;Aku merenung lagi&lt;br /&gt;Kembali ke sini&lt;br /&gt;Malam minggu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih menganga cluritan dulu itu&lt;br /&gt;Meninggalkan genangan luka yang belum kering&lt;br /&gt;Berdarah lagi jika terkelupas&lt;br /&gt;Menetes lagi luka itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membuatku membisu&lt;br /&gt;Tak tahu &lt;br /&gt;Mengapa harus merasa&lt;br /&gt;Tanpa tawa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu akan mengambil satu duri itu?&lt;br /&gt;Atau akan menambahkan duri di kepala itu?&lt;br /&gt;Mungkin berat&lt;br /&gt;Hanya dialog dalam batin ini&lt;br /&gt;Kali ini hanya ditemani teratai putih&lt;br /&gt;Di atas air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar tak paham&lt;br /&gt;Tak ada yang paham &lt;br /&gt;Dan tak akan paham&lt;br /&gt;Mengapa kamu mengambil duri? &lt;br /&gt;Sementara yang lain dengan tawa menancapkan duri itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh tak enak mungkin&lt;br /&gt;Sudah habis raga ini diinjak-injak&lt;br /&gt;Sudah tak punya apa-apa lagi&lt;br /&gt;Masih harus menanggung beban di punggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun air itu justru mengalir deras&lt;br /&gt;Ketika luka itu kembali menganga&lt;br /&gt;Luka karena memilih mengambil duri&lt;br /&gt;Dan menancapkan di kepala ini&lt;br /&gt;Dan hati ini……&lt;br /&gt;Air yang damainya tak terkatakan &lt;br /&gt;Dan tak terucapkan….&lt;br /&gt;Hanya air mata ini yang mampu  berkata…….&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-6057724643597509733?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/6057724643597509733/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=6057724643597509733' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6057724643597509733'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6057724643597509733'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/08/teratai-putih-yang-bisu.html' title='Teratai Putih yang Bisu'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/THkkgfZAVtI/AAAAAAAAAFM/0aV47_ZXqdM/s72-c/DSCF7218.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8351908049630503546</id><published>2010-08-19T10:42:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T10:52:50.083-07:00</updated><title type='text'>Ngoco</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TG1t0A-gQjI/AAAAAAAAAFE/Xhpq6o3Wix8/s1600/DSCF7192.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TG1t0A-gQjI/AAAAAAAAAFE/Xhpq6o3Wix8/s200/DSCF7192.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5507178659726770738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang perjalanan meniti ke dalam diri  banyak terinspirasi oleh berbagai cerita dan kisah. Salah satunya adalah cerita dalam Serat Dewaruci yang menceritakan bagaimana Bima mencari  “susuhing angin” (sarang angin). Dalam cerita ini dikisahkan bagaimana Bima menjelajahi berbagai tempat dari hutan dan mengalahkan penunggunya sampai mengalahkan penguasa laut dan sampai pada penemuannya bahwa sebenarnya apa yang dicarinya itu ada di dalam dirinya. Yang dimaksud “susuhing angin” ternyata adalah hidung. Hidung itu adalah tempat keluar dan masuknya napas. Napas adalah sumber hidup manusia. Anthony de Mello dalam bukunya “Jalan Menuju Tuhan” juga menyebutkan bahwa inti untuk bisa hidup adalah berada di sini dan saat ini. Dia menyebutkan bahwa hanya sedikit manusia yang menyadari bahwa masa lalu sebenarnya tidak nyata dan masa depan juga tidak nyata sedangkan yang nyata adalah detik ini dan hari ini. Sehingga jika manusia  berada di sini dan saat ini dia akan hidup. Anthony juga memberi contoh, ada sepasang suami istri berencana pergi ke Swiss selama berbulan-bulan dia merencanakan untuk pergi ke sana, akhirnya setelah sampai sana, dia merencanakan bagaimana caranya untuk pulang. Dari cerita itu sangat disayangkan sebenarnya pasangan suami istri itu tidak pernah berada di Swiss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, kalimat hidup di sini dan saat ini akan sangat mudah diucapkan tetapi begitu sulitnya untuk dilaksanakan. Seperti pikiran kita yang selalu pergi ke masa lalu dan punya rencana untuk ke masa depan dan betapa sulitnya untuk bisa di sini saat ini. Seperti saat ini merupakan peristiwa yang sangat langka buatku karena aku sedang menulis ini di sebuah gubuk di tengah sawah. Karena ketika merencanakan menulis hari ini, ketika mau menulis di kamar ternyata ada ayahku ada tamu dan obrolan mereka terdengar sampai kamarku dan sangat mengganggu konsentrasiku, lalu aku berusaha keluar rumah naik motor mencari lokasi yang jauh dari kebisingan dan aku melihat ada sebuah gubuk di tengah sawah kelihatannya sangat sepi dari gangguan maka kuparkirkan motorku di bawah pohon jati lalu aku berjalan melewati pematang sawah menuju gubuk ini. Gubuk ini atapnya tertutup seng-seng bekas dan dindingnya dari triplek bekas, sangat nyaman karena angin di tengah sawah ini begitu sejuk dan tepat di samping gubuk air galengan mengalir dengan deras sehingga menyadarkanku bahwa hidup ini memang harus mengalir dan menulis ini juga harus mengalir karena aku hanya menuliskan apa yang yang ada di pikiranku saat ini dan di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu pernah aku punya keinginan punya rumah sederhana yang dikelilingi sawah yang hijau untuk tempat merenung dan menulis dan saat ini keinginan ini terwujud. Aku benar-benar bisa menulis  di atas gubuk dan dikelilingi sawah-sawah yang ditanami padi. Setelah keinginan tempat ini terwujud kebingungan kedua lalu muncul, sekarang apa yang mau ditulis? Rasanya seperti orang yang ingin ke Swiss tadi yang diceritakan Anthony de Mello, mungkin nanti jika aku sudah punya rumah di tepi sawah malah tidak jadi menulis apapun di sana malah bisa jadi untuk punya keinginan apa lagi dan tak menulis apapun. Padahal aku rencananya tadi datang ke lokasi ini untuk merefleksikan perjalananku kemarin ke Gua Kerep Ambarawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baiklah kita mulai fokus ke perjalanan menuju Ambarawa. Sambil merenung aku melihat di galengan sawah di sampingku yang sejak tadi mengalirkan air aku berimajinasi jika menjadi bagian air akan hanyut entah diserap akar, terbawa sampai laut akhirnya menguap menjadi awan lalu menetes sebagai hujan dan jatuh menjadi air yang mengalir ke sungai lagi. Mungkin juga hidup itu begitu ada kalanya harus berubah tempat namun kembali lagi seperti sebuah lingkaran siklus kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan kemarin sebenarnya aku tahu bahwa akan seperti Bima yang mencari susuhing angin sebab pemaknaan nantinya akan kembali pada diriku sendiri memaknai perjalanan itu. Sehingga aku dalam perjalanan itu tidak tergesa-gesa. Pertama mampir ke Makam Romo Sanjaya, di sana selain mengistirahatkan pantat yang pegel dan menghilangkan rasa kantuk aku dan Bejo juga berdoa dan meditasi. Dalam perjalanan ini ternyata pikiran sangat mempengaruhi, sebab di jalan Bejo terlintas keinginan untuk mampir ke tempat pakdenya dan akhirnya kami mampir ke sana. Lalu sekalian bertanya jalan menuju Sendang Candi Umbul dan Gua Maria Grabag sebab setelah saya tanya panitia ternyata misanya masih jam 6 sore padahal kami berangkat tadi jam 10 pagi, memang sengaja agar tidak tergesa-gesa dan bisa menikmati perjalanan. &lt;br /&gt;Setelah melanjutkan perjalanan kami melihat ada tulisan Pemandian Banyubening lalu kami tertarik untuk melihat ternyata hanya sebuah kolam renang biasa sehingga kami kurang tertarik untuk masuk. Akhirnya Sendang Candi Umbul ketemu juga dan kami istirahat di situ cukup lama karena tanpa rencana dan melihat tempatnya asik kami njegur juga dan mencoba meditasi di situ. Setelah itu kami meneruskan perjalanan menuju Gua Kerep Ambarawa dan di sana sudah ada Pak Nuri, Pak Totok dan Mbak Pur, dengan celana yang masih basah karena tidak bawa ganti kami mengikuti prosesi sampai selesai lalu bermalam di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba meditasi di berbagai tempat, mulai di depan gua, di kapel, di tempat doa dekat makam dan di ruang adorasi abadi namun energi dan tempat yang paling nyaman saya rasakan adalah di ruang adorasi abadi itu. Entah kalau orang lain tapi bagi saya berada di situ rasanya bisa no mind melepaskan semua pikiran dan kembali ke hati. Namun akhirnya harus menggunakan main lagi untuk bergerak, ya mungkin kondisi no mind ini juga harus seimbang dengan mind. Lalu paginya kami sarapan dulu di warung, lalu pulang rencananya mau langsung pulang ke Jogja tapi ini ada masalah lagi dengan mind sebab di pikiran Bejo masih terlintas pikiran untuk mampir di Gua Maria Grabak sehingga balik ke Grabak lagi lewat Tegalrejo ya walaupun harus jalan naik turun akhirnya sampai juga ke Gua Maria Grabak. Pulangnya kami mampir ke Romo Sanjaya dan pulang menuju Jogja melewati Pakem dan mampir ke Sumur Kitiran Mas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refleksi dalam perjalanan ini bagiku adalah pentingnya menjaga tujuan jika ingin pergi ke tempat jauh sesuai dengan rencana awal sebab di jalan pikiran-pikiran kita dan keinginan-keinginan sesaat bisa menimbulkan keinginan baru yang membuat tujuan awal terlupakan. Karena itulah mengapa saya menyebut bahwa untuk hidup saat ini dan di sini itu begitu sulitnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8351908049630503546?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8351908049630503546/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8351908049630503546' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8351908049630503546'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8351908049630503546'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/08/ngoco.html' title='Ngoco'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TG1t0A-gQjI/AAAAAAAAAFE/Xhpq6o3Wix8/s72-c/DSCF7192.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-4052116748755092651</id><published>2010-08-16T21:36:00.001-07:00</published><updated>2010-08-16T21:41:11.528-07:00</updated><title type='text'>Hangatnya Sendang Candi Umbul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TGoSxYkGpnI/AAAAAAAAAE8/Mm6Pp7FeHw4/s1600/DSCF7093.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TGoSxYkGpnI/AAAAAAAAAE8/Mm6Pp7FeHw4/s200/DSCF7093.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5506234134030624370" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sendang Candi Umbul terletak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabak, Kabupaten Magelang. Perjalanan menuju lokasi ini sangat mudah karena jalan menuju sendang sudah diaspal halus sampai di depan pintu masuk candi. Jika ingin menuju tempat ini, dari jalan Magelang-Semarang ambil arah ke Grabak kurang lebih 10 km akan ada petunjuk  Candi Umbul nanti tinggal mengikuti papan petunjuk tersebut. Mendekati lokasi jalan akan naik turun dan lokasi ini berada di turunan. Pemandangan yang indah selama perjalanan akan ditemui karena di kanan kiri akan ditemui hamparan sawah di bawah lereng gunung. Kurang lebih  empat kilometer sebelum  sendang akan ditemui di kiri jalan sebuah  komplek makam  tanpa pagar dengan pohon kamboja besar-besar memenuhi seluruh areal makam. Dari kejauhan akan tampak pemandangan yang indah karena bentuk batang kamboja yang putih  artistik diantara hijaunya sawah-sawah jika pada musim tanam.&lt;br /&gt;Di depan pintu masuk akan ditemui beberapa motor yang diparkir, namun menurut keterangan penjaganya motor yang dititipkan di situ  sebagian bukan motor milik pengunjung sendang atau peziarah namun milik para pemancing yang mancing di sungai bawah sendang. Sendang Candi Umbul masuk dalam benda cagar budaya sehingga untuk masuk ke lokasi ini dikenai retribusi sebesar Rp.3000,- dan parkir motor Rp.1000,-. Ketika kami ke sana sendang itu sedang dipakai oleh beberapa anak muda laki-laki dan perempuan mandi dan bermain air. Sendang ini terdiri dari 2 kolam kotak dengan air yang mengalir selalu penuh berwarna hijau kebiruan. Melihat bentuk bangunan dengan 2 kolam, kolam satu ada mezbah kotak yang terendam  dan satunya mezbah bundar terletak di depan mezbah kotak dengan lokasi lebih rendah. Di depan mezbah itu ada stupa  yang kelihatannya untuk membakar dupa karena warnanya yang hitam legam bekas asap. Di keempat sudut kolam ada batu bulat yang tingginya sama terendam dalam air. Jika melihat konsep tata letaknya, sendang ini sekilas menggambarkan tempat yang dikhususkan untuk laku topo kungkum atau meditasi sambil berendam dalam air. Namun melihat suasananya kelihatannya tempat ini menjadi obyek wisata yang hanya digunakan untuk mandi dan berenang. Sehingga mereka yang ingin lelaku topo kungkum atau meditasi atau sembayang seolah tersisih dan tersingkir oleh kesibukan mereka yang ingin mandi dan berenang.&lt;br /&gt;Menurut Renville Siagian dalam Candi (2002), Candi patirtan yang berupa kolam ini dikelilingi oleh batu andersit. Kolam dengan airnya yang hangat itu memiliki ukuran panjang 21 meter dan lebar 7 meter dengan kedalaman 2 meter yang terbagi dua dimana airnya bersambungan. Kolam besar memiliki ukuran panjang 12,5 meter dan lebar 7,2 meter. Sedangkan kolam kecil berukuran 7 meter kali 8,2 meter. Kolam ini membujur arah timur barat dan menghadap arah timur laut. Candi Umbul dalam kolam ini dibangun sekitar abad ke-9 Masehi yang dahulunya dipergunakan keluarga bangsawan.&lt;br /&gt;Ada 2 batu menyerupai gong diantara stupa itu menurut Tatag bedasarkan keterangan  Dharma Sas, dulunya batu itu untuk mencetak gong. Ada kesaksian  rohani yang bersifat  penampakan, tentang mezbah  dan empat kursi batu yang mengelilingi  dengan terendam air hangat itu. Pelaku Budaya Jawa, Dharma Sas, memberikan kesaksian bahwa meja dan empat kursi adalah lambang empat kiblat lima pancer. Tetapi dahulu, kursi dan meja itu memang digunakan untuk duduk berendam air hangat sembari menikmati hidangan makanan dan minuman.&lt;br /&gt;Kecuali lambang empat kiblat lima pancer berupa meja dan kursi itu, ada pula pohon ajaib. Pohon ajaib itu dilihat dari arah barat menghadap ke timur saat menjelang matahari terbit. Di saat matahari mulai terbenam  maka akan terlihat bayangan siluet dari pohon ajaib itu. Mengapa dikatakan ajaib karena  pada pohon tersebut ada tiga warna bunga yang menghiasi pohon ajaib itu, yaitu merah, hijau dan kuning. Pula yang membuat pohon itu disebut ajaib, karena ketika matahari menumpahkan sinar hangat di waktu sore hari, keluarlah asap di seluruh tubuh pohon itu.&lt;br /&gt;Mengikuti sebuah penampakan seperti wisik tetapi disaksikan dalam alam setengah sadar, Dharma Sas mengkisahkan, wilayah Sendang Candi Umbul dahulu merupakan tempat suci, sebuah pertapaan yang ditempati oleh seorang brahmana. Nama brahmana tersebut adalah Pu Dharma Khebi. Brahmana tersebut memiliki dua putrid yang sangat menjaga tradisi kebrahmanaan, yaitu Dyah Sekar dan Dyah Tantri. Pada jamannya itu, Brahmana tersebut memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sang raja, Raja Sanjaya. Raja Sanjaya ini begitu dekatnya dengan Sang Brahmana sampai seperti anak sendiri.&lt;br /&gt;Tetapi celakalah buat Sang Raja Sanjaya, karena terbiasa akrab dan terbiasa bergaul, sang raja akhirnya jatuh cinta pada putri bungsu Sang Brahmana, Dyah Tantri. Jatuh cinta itu ternyata jatuh cinta yang terlarang. Karena kedudukan sebagai anak bagi putri brahmana  dan anak angkat  bagi sang raja menghalangi jatuh cinta itu. Berikrarlah Sang Raja, dirinya tidak akan menyentuh putri selama hidupnya. Seperti diketahui dalam sejarah, yang meneruskan Raja Sanjaya memegang pemerintahan adalah anak saudara perempuan Sanjaya yang bernama Sanaha. Maka jalan hidup membiara ditempuhnya bagi Sang Raja, setelah usianya tidak kuat  lagi mengemban tugas sebagai raja di Kerajaan Mataram (Mataram Hindu). Itulah kisah jatuh cinta yang terlarang di Sendang Candi Umbul. (Tatag, 2004: 34-35).&lt;br /&gt;Aku dan Bejo temanku, setelah beberapa anak muda dan remaja yang tadi berenang, mandi, dan bermain air di situ naik, kami lalu mencoba bermeditasi di situ secara bergantian. Aku dulu sedangkan Bejo mengawasi lalu gantian. Ketika bermeditasi, yang kurasakan airnya agak panas, sedangkan di kolam yang tak bermezbah hangat, angin siwir-siwir datang namun hanya sebentar namun entah kenapa rasanya ada energi yang nampek sehingga membuat dada kananku agak sakit. Namun memang kurasakan ada energy yang besar di sekitar stupa  dan entah benar atau tidak di belakang stupa itu terlihat seperti ada sebuah  gundukan tanah menyerupai makam. Seperti yang pernah dikatakan Bejo, beberapa penganut kebatinan Jawa, melakukan “Kramas tanpo toyo” (Mandi keramas tanpa air), hal ini merupakan filosofi bahwa manusia itu tidak cukup bersih secara fisik tetapi meliputi keseluruhannya yaitu tubuh, jiwa, dan roh. Sehingga di sendang ini jika hanya mandi secara fisik rasanya kurang lengkap jika tanpa mandi jiwa dan roh. Namun apakah karena aku datang sore sehingga menyaksikan orang-orang hanya mandi fisik, atau mungkinkah malam-malam tertentu atau tiap malam tempat ini untuk “kramas tanpo toyo” aku kurang mengerti karena belum melihat.&lt;br /&gt;Sendang Candi Umbul merupakan salah satu situs penting, namun bukan situs dalam pengertian situs di internet. Namun apakah keberadaannya akan seperti ketika dibangun yaitu pertapaan suci atau bangunan suci adalah tergantung generasi penerus memaknai tempat ini. Lelaku atau ritual merupakan salah satu bentuk menganggap tempat itu ada atau juga mengembangkannya. Menurut hukum evolusi bagian tubuh yang jarang digunakan akan mengecil dan berfungsi, begitu pula jika tempat ini jarang dipakai untuk ritual “kramas tanpo toyo” akhirnya hanya akan menjadi tempat permandian biasa seperti kolam renang di perkotaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-4052116748755092651?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/4052116748755092651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=4052116748755092651' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4052116748755092651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4052116748755092651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/08/hangatnya-sendang-candi-umbul_16.html' title='Hangatnya Sendang Candi Umbul'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TGoSxYkGpnI/AAAAAAAAAE8/Mm6Pp7FeHw4/s72-c/DSCF7093.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8777200789554378825</id><published>2010-08-16T21:36:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T21:36:34.330-07:00</updated><title type='text'>Hangatnya Sendang Candi Umbul</title><content type='html'>Sendang Candi Umbul terletak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabak, Kabupaten Magelang. Perjalanan menuju lokasi ini sangat mudah karena jalan menuju sendang sudah diaspal halus sampai di depan pintu masuk candi. Jika ingin menuju tempat ini, dari jalan Magelang-Semarang ambil arah ke Grabak kurang lebih 10 km akan ada petunjuk  Candi Umbul nanti tinggal mengikuti papan petunjuk tersebut. Mendekati lokasi jalan akan naik turun dan lokasi ini berada di turunan. Pemandangan yang indah selama perjalanan akan ditemui karena di kanan kiri akan ditemui hamparan sawah di bawah lereng gunung. Kurang lebih  empat kilometer sebelum  sendang akan ditemui di kiri jalan sebuah  komplek makam  tanpa pagar dengan pohon kamboja besar-besar memenuhi seluruh areal makam. Dari kejauhan akan tampak pemandangan yang indah karena bentuk batang kamboja yang putih  artistik diantara hijaunya sawah-sawah jika pada musim tanam.&lt;br /&gt;Di depan pintu masuk akan ditemui beberapa motor yang diparkir, namun menurut keterangan penjaganya motor yang dititipkan di situ  sebagian bukan motor milik pengunjung sendang atau peziarah namun milik para pemancing yang mancing di sungai bawah sendang. Sendang Candi Umbul masuk dalam benda cagar budaya sehingga untuk masuk ke lokasi ini dikenai retribusi sebesar Rp.3000,- dan parkir motor Rp.1000,-. Ketika kami ke sana sendang itu sedang dipakai oleh beberapa anak muda laki-laki dan perempuan mandi dan bermain air. Sendang ini terdiri dari 2 kolam kotak dengan air yang mengalir selalu penuh berwarna hijau kebiruan. Melihat bentuk bangunan dengan 2 kolam, kolam satu ada mezbah kotak yang terendam  dan satunya mezbah bundar terletak di depan mezbah kotak dengan lokasi lebih rendah. Di depan mezbah itu ada stupa  yang kelihatannya untuk membakar dupa karena warnanya yang hitam legam bekas asap. Di keempat sudut kolam ada batu bulat yang tingginya sama terendam dalam air. Jika melihat konsep tata letaknya, sendang ini sekilas menggambarkan tempat yang dikhususkan untuk laku topo kungkum atau meditasi sambil berendam dalam air. Namun melihat suasananya kelihatannya tempat ini menjadi obyek wisata yang hanya digunakan untuk mandi dan berenang. Sehingga mereka yang ingin lelaku topo kungkum atau meditasi atau sembayang seolah tersisih dan tersingkir oleh kesibukan mereka yang ingin mandi dan berenang.&lt;br /&gt;Menurut Renville Siagian dalam Candi (2002), Candi patirtan yang berupa kolam ini dikelilingi oleh batu andersit. Kolam dengan airnya yang hangat itu memiliki ukuran panjang 21 meter dan lebar 7 meter dengan kedalaman 2 meter yang terbagi dua dimana airnya bersambungan. Kolam besar memiliki ukuran panjang 12,5 meter dan lebar 7,2 meter. Sedangkan kolam kecil berukuran 7 meter kali 8,2 meter. Kolam ini membujur arah timur barat dan menghadap arah timur laut. Candi Umbul dalam kolam ini dibangun sekitar abad ke-9 Masehi yang dahulunya dipergunakan keluarga bangsawan.&lt;br /&gt;Ada 2 batu menyerupai gong diantara stupa itu menurut Tatag bedasarkan keterangan  Dharma Sas, dulunya batu itu untuk mencetak gong. Ada kesaksian  rohani yang bersifat  penampakan, tentang mezbah  dan empat kursi batu yang mengelilingi  dengan terendam air hangat itu. Pelaku Budaya Jawa, Dharma Sas, memberikan kesaksian bahwa meja dan empat kursi adalah lambang empat kiblat lima pancer. Tetapi dahulu, kursi dan meja itu memang digunakan untuk duduk berendam air hangat sembari menikmati hidangan makanan dan minuman.&lt;br /&gt;Kecuali lambang empat kiblat lima pancer berupa meja dan kursi itu, ada pula pohon ajaib. Pohon ajaib itu dilihat dari arah barat menghadap ke timur saat menjelang matahari terbit. Di saat matahari mulai terbenam  maka akan terlihat bayangan siluet dari pohon ajaib itu. Mengapa dikatakan ajaib karena  pada pohon tersebut ada tiga warna bunga yang menghiasi pohon ajaib itu, yaitu merah, hijau dan kuning. Pula yang membuat pohon itu disebut ajaib, karena ketika matahari menumpahkan sinar hangat di waktu sore hari, keluarlah asap di seluruh tubuh pohon itu.&lt;br /&gt;Mengikuti sebuah penampakan seperti wisik tetapi disaksikan dalam alam setengah sadar, Dharma Sas mengkisahkan, wilayah Sendang Candi Umbul dahulu merupakan tempat suci, sebuah pertapaan yang ditempati oleh seorang brahmana. Nama brahmana tersebut adalah Pu Dharma Khebi. Brahmana tersebut memiliki dua putrid yang sangat menjaga tradisi kebrahmanaan, yaitu Dyah Sekar dan Dyah Tantri. Pada jamannya itu, Brahmana tersebut memiliki hubungan yang sangat dekat dengan sang raja, Raja Sanjaya. Raja Sanjaya ini begitu dekatnya dengan Sang Brahmana sampai seperti anak sendiri.&lt;br /&gt;Tetapi celakalah buat Sang Raja Sanjaya, karena terbiasa akrab dan terbiasa bergaul, sang raja akhirnya jatuh cinta pada putri bungsu Sang Brahmana, Dyah Tantri. Jatuh cinta itu ternyata jatuh cinta yang terlarang. Karena kedudukan sebagai anak bagi putri brahmana  dan anak angkat  bagi sang raja menghalangi jatuh cinta itu. Berikrarlah Sang Raja, dirinya tidak akan menyentuh putri selama hidupnya. Seperti diketahui dalam sejarah, yang meneruskan Raja Sanjaya memegang pemerintahan adalah anak saudara perempuan Sanjaya yang bernama Sanaha. Maka jalan hidup membiara ditempuhnya bagi Sang Raja, setelah usianya tidak kuat  lagi mengemban tugas sebagai raja di Kerajaan Mataram (Mataram Hindu). Itulah kisah jatuh cinta yang terlarang di Sendang Candi Umbul. (Tatag, 2004: 34-35).&lt;br /&gt;Aku dan Bejo temanku, setelah beberapa anak muda dan remaja yang tadi berenang, mandi, dan bermain air di situ naik, kami lalu mencoba bermeditasi di situ secara bergantian. Aku dulu sedangkan Bejo mengawasi lalu gantian. Ketika bermeditasi, yang kurasakan airnya agak panas, sedangkan di kolam yang tak bermezbah hangat, angin siwir-siwir datang namun hanya sebentar namun entah kenapa rasanya ada energi yang nampek sehingga membuat dada kananku agak sakit. Namun memang kurasakan ada energy yang besar di sekitar stupa  dan entah benar atau tidak di belakang stupa itu terlihat seperti ada sebuah  gundukan tanah menyerupai makam. Seperti yang pernah dikatakan Bejo, beberapa penganut kebatinan Jawa, melakukan “Kramas tanpo toyo” (Mandi keramas tanpa air), hal ini merupakan filosofi bahwa manusia itu tidak cukup bersih secara fisik tetapi meliputi keseluruhannya yaitu tubuh, jiwa, dan roh. Sehingga di sendang ini jika hanya mandi secara fisik rasanya kurang lengkap jika tanpa mandi jiwa dan roh. Namun apakah karena aku datang sore sehingga menyaksikan orang-orang hanya mandi fisik, atau mungkinkah malam-malam tertentu atau tiap malam tempat ini untuk “kramas tanpo toyo” aku kurang mengerti karena belum melihat.&lt;br /&gt;Sendang Candi Umbul merupakan salah satu situs penting, namun bukan situs dalam pengertian situs di internet. Namun apakah keberadaannya akan seperti ketika dibangun yaitu pertapaan suci atau bangunan suci adalah tergantung generasi penerus memaknai tempat ini. Lelaku atau ritual merupakan salah satu bentuk menganggap tempat itu ada atau juga mengembangkannya. Menurut hukum evolusi bagian tubuh yang jarang digunakan akan mengecil dan berfungsi, begitu pula jika tempat ini jarang dipakai untuk ritual “kramas tanpo toyo” akhirnya hanya akan menjadi tempat permandian biasa seperti kolam renang di perkotaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8777200789554378825?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8777200789554378825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8777200789554378825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8777200789554378825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8777200789554378825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/08/hangatnya-sendang-candi-umbul.html' title='Hangatnya Sendang Candi Umbul'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-7528865559255494767</id><published>2010-08-05T21:50:00.000-07:00</published><updated>2010-08-05T21:55:55.749-07:00</updated><title type='text'>Menggugah Kasih dengan Lelaku Patirtan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFuVwnrlVvI/AAAAAAAAAEc/rDBHVeZhs3Q/s1600/Sabin+ngepit.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 156px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFuVwnrlVvI/AAAAAAAAAEc/rDBHVeZhs3Q/s200/Sabin+ngepit.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5502156032281237234" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Entah kebetulan atau tidak. Ketika aku mencari literatur untuk menjawab kegelisahanku dan pertanyaanku sendiri yaitu mengapa banyak orang melakukan laku spiritual dengan ritual tertentu? aku belum tahu jawabnya. Yang kuamati dan kusaksikan sendiri adalah di sekitarku di Jogja khususnya kelihatannya sudah ada dan banyak tempat ibadah dari berbagai agama dan bahkan beberapa pengikut aliran kebatinan Jawa. Meskipun aku juga menjumpai orang-orang yang tidak peduli atau mungkin sudah jenuh dengan lembaga-lembaga agama dan menyebut diri mereka agnostic.  Aku baru tahu sebutan agnostic awal tahun 2010 ini, sebelumnya aku tidak pernah dengar istilah ini. Dari situ aku melihat ternyata masing-masing manusia menjalani hubungan vertikal dengan Tuhannya dengan keyakinan dan kenyamanan cara mereka masing-masing. Meskipun kadang ada benturan dan gesekan dalam pergaulan di lingkungan masyarakat yang mengklaim kepercayaannya yang paling benar. Sehingga memaksakan dirinya untuk dituruti oleh orang lain. Menurut pengalamanku sendiri, aku juga pernah berbuat begitu dan setelah sedikit belajar tentang kedewasaan sikap hal seperti itu seperti “seorang anak yang merajuk” ini kata Anthony de Mello dalam bukunya “Jalan Menuju Tuhan”.&lt;br /&gt;Tentang keyakinanku sendiri, aku menulis pengalamanku sendiri bukannya untuk narsis tapi model penulisanku memang seperti ini karena dengan menulis seperti ini akan memudahkanku untuk menuangkan apa yang ada di pikiranku, meskipun bagi orang lain mungkin akan dinilai narsis, kemaki, mbagusi, gumagah, sesumbar, atau apapun mungkin itu penilaian mereka. Tapi paling enak menulis adalah dari pengalaman yang dialami sendiri dan dilihat sendiri. Sebenarnya dengan membaca literature atau melihat film maupun televisi itu juga akan menambah pengetahuan dan pengalaman kita tapi bagiku rasanya jika tidak mengalami sendiri rasanya kurang mantap.&lt;br /&gt;Kembali ke masalah laku spiritual tadi, menurutku itu juga tergantung bakat dan pengalaman serta kematangan seseorang. Ada orang yang sejak kecil bisa melihat hal-hal gaib atau makhluk gaib namun ada yang tidak. Ada yang mendapatkannya setelah peristiwa tertentu ada yang karena ngelmu dan lain-lain. Aku sendiri tidak bakat dan tidak bisa melihat hal-hal seperti itu tapi beberapa temanku bisa. Ketertarikan awalku tentang hal-hal spiritual adalah karena pertanyaan yang tidak bisa kujawab sendiri? Mengapa ketika berjalan di jalan tertentu kadang aku merinding sendiri atau ketika aku berjalan di suatu tempat ada bau seperti ketela bakar dan bau wangi bunga kanthil atau melati. Jika bunga mungkin di situ memang ada bunga yang sedang mekar namun bau ketela bakar itu tidak mungkin bunga. Hal lain lagi aku juga sering bau dupa di ruangan tertentu dan bau asap rokok tanpa di situ kulihat ada asap mengepul.&lt;br /&gt;Pengenalan pertama dengan dunia gaib adalah ketika aku meditasi dengan beberapa murid Paguyuban Tritunggal, ketika aku memejamkan mata setelah latihan pernapasan dan meditasi tiba-tiba ada bau harum bunga dan rasanya ada sesuatu yang memberatiku. Setelah meditasi selesai, guruku bilang ada perempuan berbaju putih dan pocongan yang menggangguku tapi sudah diusir oleh guruku. Pengalaman inilah yang membuatku penasaran tentang dunia ini dan aku mencoba memahami. Akhirnya aku diberi saran oleh seorang Romo untuk belajar meditasi dengan tradisi agamaku. Aku mempelajari bukunya John Main, OSB kemudian membaca Sadhana. Secara teori aku sedikit paham tapi dalam prakteknya betapa sulitnya menjalankan disiplin ini ternyata adanya roh-roh halus atau mahkluk gaib bukan tujuan meditasi memang akan dijumpai hal-hal seperti itu tapi itu adalah ujian untuk menyerahkan diri total kepada Tuhan. Lalu sekarang aku berdoa dulu sebelum meditasi. Ritual yang kujalani masih menggunakan metodenya John Main, OSB.&lt;br /&gt;Namun ketika aku melakukan ziarah ke makam Romo Sanjaya, aku menemui ada buku yang menarik kelihatannya dibaca. Kebetulan pula uang di sakuku pas untuk membeli buku itu buku itu berjudul “Kisah Peri Menari di Atas Sendang,Sebuah Refleksi Laku Spiritual”, karangan  Daniel Tatag. Setelah kubaca  isinya sangat menyentuh karena hampir sama dengan beberapa pengalamanku tentang laku spiritual yang kualami.  Beberapa orang Jawa sejak dulu memang banyak yang melakukan lelaku patirtan ini. Air memang melambangkan pembersihan dan penyucian. Aku lalu ingin melihat kesembilan sendang itu. Mungkin juga hal-hal spiritual yang melingkupinya, mungkin akan  menjadi menarik lelaku itu. Sebelum ke sana mungkin pengalaman lelaku sendang dengan teman-teman “Sadhana Bintaran” ini merupakan salah satu kisah yang menarik bagiku.&lt;br /&gt;Sadhana yang berarti ‘jalan’ yang oleh Anthony de Mello diartikan sebagai ‘Jalan Menuju Tuhan’ merupakan pengalaman yang harus dialami sendiri. Pengalaman awal untuk menemukan Tuhan adalah melalui keheningan. Kemudian bagaimana  mencapai keheningan adalah melalui meditasi. Teman-teman ‘Sadhana Bintaran’ mencoba belajar untuk mengenal keheningan melalui meditasi. Setiap selasa malam mereka berkumpul dan mempelajari Sadhana, meskipun setelah mempraktekkan meditasi ternyata sangat sulit untuk bisa hening apalagi mencapainya. Dengan semangat pantang menyerah dan tidak putus asa mereka mencoba untuk terus belajar  dan berupaya bisa mengenal keheningan itu.&lt;br /&gt;“Outdoor meditation” adalah kegiatan yang dilakukan sebulan sekali oleh komunitas ini. Tempat-tempat yang sering menjadi tujuan dari kegiatan “outdoor meditation” antara lain Gua Maria Bintaran, Sendang Jatiningsih, Sendang Sriningsih, Gua Kerep Ambarawa, Gunung Sempu, Patirtan Ganjuran, dan beberapa tempat yang lain. ‘Outdoor meditation’ ini juga mempunyai tujuan untuk mengenal Tuhan dalam segala. Kadang Tuhan menyampaikan pesan untuk manusia melalui alam atau tanda-tanda alam. Setelah meditasipun, biasanya satu orang dengan yang lainnya mendapat pendengaran suara, atau penangkapan rasa yang berbeda satu dengan yang lain. Sungguh unik cara Tuhan menyentuh hati masing-masing manusia dan tidak ada yang sama. Mungkin kisah satu ini bisa menjadi contoh:&lt;br /&gt;Pada tanggal 1 Agustus 2010 teman-teman Sadhana Bintaran merencanakan akan pergi ke Candi Ganjuran dengan naik sepeda. Rencana berangkat dari Gereja Bintaran pukul 7.00 namun karena ada yang terlambat sehingga berangkat pukul 7.30 WIB. Yang ikut bersepeda ada 5 orang yaitu: Johanes, Doni, Joshua, Neri, dan saya. Di jalan kami bersepeda satu-satu dengan jarak antara 3-10 m satu dengan yang lain. Ketika sampai di depan Hotel Winotosastro, dompetnya Doni jatuh untung Joshua yang dibelakangnya melihat lalu diambil dan oleh Doni disimpan dalam tas. Rute yang ditempuh adalah melewati Pojok Beteng Kulon ke Selatan lalu setelah sampai ring-road selatan ke barat melewati Pabrik Gula Madukismo ke selatan terus. Sesampainya di pertigaan beringin Kasongan Bantul kami ke kiri lalu kembali menyusuri Jalan Bantul. Sebelum sampai Kota Bantul kurang lebih 2 km, tiba-tiba stang depan sepedaku  poroknya patah di dalam mungkin karena sudah sangat tua buatan tahun 1830an sehingga sepeda itu harus dituntun untuk mencari tukang las, karena bengkel sepeda tidak bisa memperbaiki. Setelah berjalan kurang lebih 3 km, baru ketemu spesialis bengkel sepeda yang bisa mereparasi, lalu sepeda itu ditinggal, namun sebelumnya Doni menitipkan uang Rp.20.000,- untuk porsekot awal biaya bengkel.Akhirnya aku boncengan dengan Johanes menggunakan sepedanya Romo Wondo yang dipinjam Johanes.&lt;br /&gt;Sesampainya di Ganjuran mereka istirahat sejenak di pendopo Ganjuran  untuk melepas lelah dan mengendorkan otot-otot kaki. Lalu makan pagi di warung sebelah Barat Gereja Ganjuran. Kemudian ketika mau membayar ternyata dompetnya Doni tidak ada yang berisi KTP dan uang Rp.80.000,-. Akhirnya mereka yang masih punya uang di saku bantingan untuk membayar. Entah mengapa hari itu aku dan Doni baru apes sehingga mereka harus mengalami hal yang tidak menyenangkan. Apa maksud Tuhan di balik ini semua?&lt;br /&gt;Sesampainya di depan Candi Ganjuran, Johanes bertemu dengan Rini, wanita yang dulu pernah dia puja-puja dan Johanes pernah punya keyakinan bahwa besoknya dia akan menikah dengan wanita ini di depan gereja. Tiba-tiba wanita ini muncul dan mereka bersalaman lalu berpisah dan berdoa sendiri-sendiri. Apalagi ini maksud Tuhan? Dalam perjalanan pulang kembali ke Gereja Bintaran perjalanan lancar-lancar saja tanpa hambatan yang berarti, kami lalu mampir sebentar ke tukang bengkel sepeda tadi, kebetulan sepedanya Agung sudah selesai dan benar ternyata porok dalam patah melingkar dan harus ganti porok baru dengan biaya Rp.35.000,-. Kebetulan yang bawa uang banyak hari itu Joshua sehingga kami hutang dulu pada Joshua.&lt;br /&gt;Othak-athik gathuk, itulah yang sering dilakukan orang Jawa termasuk saya mungkin  dan setelah beberapa hari makna itu mungkin terjawab sebab niat keberangkatanku ke Ganjuran adalah untuk mendoakan Ibu mertuanya adikku yang  sedang dirawat di rumah sakit Panti Rapih. Hari selasa sore setelah siangnya kami doakan bersama-sama, beliau dipanggil menghadap Tuhan. Keinginanku mungkin bukan keinginan Tuhan, itulah refleksiku. Sebab kami menginginkan adanya mukjizat dalam kondisi seperti itu tapi Tuhan menghendaki lain.&lt;br /&gt;Bagiku apapun yang diberikan Tuhan adalah yang terbaik buat manusia, Tuhan memberi petunjuk dan pertanda lewat segala sesuatu di sekitar kita. Doaku yang dulu selalu menuntut dan menginginkan ini dan itu mulai berubah. Aku lalu mulai bisa memahami betapa beriman dan pasrahnya Maria kepada Tuhan. “Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut kehendak-Mu”.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-7528865559255494767?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/7528865559255494767/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=7528865559255494767' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7528865559255494767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7528865559255494767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/08/menggugah-kasih-dengan-lelaku-patirtan.html' title='Menggugah Kasih dengan Lelaku Patirtan'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFuVwnrlVvI/AAAAAAAAAEc/rDBHVeZhs3Q/s72-c/Sabin+ngepit.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-245520041711329778</id><published>2010-07-25T00:18:00.000-07:00</published><updated>2010-07-25T00:22:33.226-07:00</updated><title type='text'>Spiritual Traveling</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TEvmIPJuJwI/AAAAAAAAAD0/4aKTVZQQfx4/s1600/DSCF5627.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TEvmIPJuJwI/AAAAAAAAAD0/4aKTVZQQfx4/s200/DSCF5627.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5497740799316469506" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selama traveling dari tempat ke tempat di Jawa dan beberapa ke pulau kecil seperti Karimunjawa dan Bali banyak sekali hal yang menarik dan dijumpai. Setelah kurenungkan ternyata berangkatnya aku ke tempat-tempat tersebut adalah awalnya hanya karena mimpi dan keinginan yang besar untuk pergi ke tempat itu. Secara kebetulan pula dan tentunya spontanitas yang tidak pernah direncanakan matang. Tawaran dan ajakan itu tiba-tiba muncul dari teman-teman sekitar. Seperti misal  mimpiku untuk pergi ke Bali dan naik pesawat serta kereta. Jujur saja, sebenarnya aku orang  yang malas untuk pergi jauh karena satu hal yaitu “mabukan”. Sejak kecil jika diajak pergi jauh naik mobil atau  bus, aku pasti mabuk dan hal ini membuatku tidak menikmati perjalanan tapi malah berusaha keras agar bisa menghilangkan rasa pening dan ingin muntah jika sudah mulai mabuk. Hal ini sangat menjengkelkan, kecuali aku pergi naik sepeda motor aku tidak akan mabuk tapi jika naik mobil atau bus jarak jauh aku pasti mabuk, kata orang-orang, kamu itu “wong ndesit tenan”. Namun keinginan yang kuat untuk melihat tempat-tempat indah di luar membuatku nekat.  Waktu ingin ke Bali aku ingin naik sepeda motor tapi teman-temanku tidak ada yang berani, akhirnya kami nekat dengan bekal seadanya kami berangkat saja dan pulangnya naik pesawat. Jadi dalam perjalanan itu komplit, yaitu: naik kereta api, bus, taksi, di lokasi naik motor serta pulangnya naik pesawat. Dan semuanya itu bisa kulewati tanpa aku mabuk darat, laut, maupun udara. Satu tantangan sudah kulewati.  Pengalaman pertama yang meningkatkan rasa percaya diri bahwa ternyata aku bisa melewati semuanya dan menikmati perjalananku.&lt;br /&gt;Mimpi kedua yang juga aneh menurutku adalah bergabungnya aku di JHS (Jogja Heritage Society)  tahun  2009. Kala itu karena bingung harus kemana lagi melangkahkan kaki, aku menggunakan insting karena bukan seorang planner yang baik yang selalu merencanakan rencana hidupnya secara detil, aku orang yang menikmati hari ini dan di sini, besok mau apa lagi, entah. Selama ini begitu yang kujalani. Kadang bertemu dengan orang-orang lain  sedikit memberikan pencerahan dan petunjuk tentang jalan mana lagi yang harus kutempuh dan kulanjutkan. Hari itu aku meditasi di Candi Ganjuran, pulangnya sejak dari situ dan dalam perjalanan aku selalu bau dupa. Bau dupa ini selalu mengitariku, kadang aku jadi prindang-prinding sendiri. Tiba-tiba di jalan aku merasa blank dan tak tahu arah pulang, kok aneh. Jalan yang biasa kulewati tiba-tiba menjadi asing bagiku, lalu aku menuruti saja arah matahari agar bisa pulang ke utara tapi tiba-tiba sampai di Makam Pajimatan Imogiri, lalu aku balik dan mencari jalan pulang akhirnya ketemu jalan Bantul dan pulang ke rumah. Perjalanan hari itu menjadi permenungan panjang. Ada apa ini? Besoknya aku ditelpon temanku, untuk membantu kegiatannya di Imogiri lokasinya di sekitar Pajimatan. Langsung saja aku menyanggupinya dan mungkin ini tugas perjalananku selanjutnya karena setelah itu aku juga harus ke Pelemgede yang juga menurut cerita adalah tempat turunnya wahyu kerajaan. Semua serba kebetulan, dan akhirnya aku berkenalan dengan bukunya W.S. Olthof “Babad Tanah Jawi”. Dari cerita-cerita di situ aku sedikit memahami  makna pengalaman ini. Apakah aku harus mempelajari  historis kerajaan di Jawa ini? Lalu untuk apa, mungkin apakah selanjutnya aku harus merunut lagi tempat-tempat bersejarah dan makam tokoh-tokoh besar Jawa itu. Kadang peristiwa kebetulan atau tidak sebab aku juga membaca di bukunya Anand Krishna tentang Atisha bahwa dulu ada Orang Jawa yang berilmu tinggi yang mengajar di Tibet dan mengajarkan ajaran “Tong Leh” (Cinta Kasih) mungkinkah aku harus menurut orang ini sampai Tibet, aku kurang tahu? Aku hanya menjalani hari ini dan di sini. Entah peristiwa kebetulan dan mimpi apalagi yang akan menghampiriku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-245520041711329778?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/245520041711329778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=245520041711329778' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/245520041711329778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/245520041711329778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/07/spiritual-traveling.html' title='Spiritual Traveling'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TEvmIPJuJwI/AAAAAAAAAD0/4aKTVZQQfx4/s72-c/DSCF5627.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8755441806630165901</id><published>2010-06-12T05:45:00.000-07:00</published><updated>2010-06-12T05:59:06.534-07:00</updated><title type='text'>Ngimpi</title><content type='html'>Saya masih ingat ketika dosen saya dulu bilang bahwa maunusia hidup itu hanya melakukan 2 kegiatan yaitu bermimpi dan menjawab bertanyaan. Jika kita ingin hidup kita harus punya impian dan menjawab permasalahan yang datang setiap hari meskipun impian atau permasalahan itu tidak bisa dijawab pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Wolfgang, mimpi itu adalah bahasa sandi Tuhan untuk menyeimbangkan jiwa manusia. Sehingga jika ingin memahami dengan tepat makna mimpi tersebut apa yang kita impikan harus dicatat dengan teliti jika mimpi itu muncul. Nanti jika dibaca akan membentuk suatu pola yang menjadi pertanda perbuatan kita yang harus kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Freud, mimpi itu adalah gambaran munculnya alam bawah sadar manusia yang terbentuk sejak kecil dan menunjukkan kondisi psikologis seseorang pada waktu itu. Bagi orang Jawa, mimpi itu kembange wong turu, jadi bunga tidur sehingga ada waktu-waktu tertentu yang menjadikan mimpi itu bisa terlaksana seperti waktu-waktu "puspo tajem".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun kadang aku tidak bisa memaknai mimpi yang terjadi beberapa malam kemarin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8755441806630165901?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8755441806630165901/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8755441806630165901' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8755441806630165901'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8755441806630165901'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/06/ngimpi.html' title='Ngimpi'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-6220799456743881656</id><published>2010-06-08T01:24:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T01:27:07.793-07:00</updated><title type='text'>Sadhana</title><content type='html'>Dalam buku Sadhana karya Anthony de Mello saya menemukan banyak sekali butir-butir kebijaksanaan beliau yang diajarkan dengan cara yang sederhana. Agar semua orang dapat menangkap dan memahami apa yang dimaksudnya. Banyak pembimbing rohani  menyatakan tidak berdaya ketika mengajarkan orang berdoa namun tidak bagi Anthony. Salah satu dasar menyatakan, bahwa doa itu  suatu latihan yang membawa perkembangan  dan memberi kepuasan, dan memang banyak kita mencari ini semua dalam doa. Dasar lain mengatakan bahwa doa itu harus lebih dilakukan dengan hati daripada dengan budi. Memang, semakin cepat doa bebas dari pemikiran kepala, semakin jadi menyenangkan dan bermanfaat. Kebanyakan imam dan religius menyamakan doa itu dengan berpikir-pikir. Itu gagasan mereka.&lt;br /&gt;Seorang rekan Yesuit bercerita pada Anthony, bahwa ia menghubungi seorang guru Hindu untuk mendapatkan pengarahan dalam hal doa. Guru itu berkata: Pusatkan perhatianmu pada pernapasan. Rekan Anthony langsung  melakukan itu selama  lima menit. Lalu guru berkata: “Udara yang anda hirup itu Tuhan. Anda menghirup Tuhan dan menghembuskanNya. Sadarilah itu dan bertahanlah dalam kesadaran itu”. Berjam-jam , hari demi hari, dan ia kagum menemukan bahwa  berdoa itu dapat menjadi sederhana  seperti bernapas saja; menghirup dan menghembuskan udara.&lt;br /&gt;Pengalaman saya sendiri bersama teman-teman Sadhana Bintaran yang mencoba menerapkan latihan rohani Anthony de Mello ini menjadikan hidup ini  bisa dinikmati. Jika dulu saya sering stress dan kemrungsung dalam semua kegiatan harian saya karena pikiran yang selalu menuntut namun sekarang kita mencoba lebih sering menggunakan hati. Lebih sering mengaca dan berefleksi atas apa yang sedang kita lakukan. Mulai bisa menertawakan diri sendiri betapa bodohnya saya ini dan betapa kuatnya ego dan harga diri saya. Sehingga saya menyadari bahwa saya ini sebenarnya sakit jiwa yang akut dan tidak pernah mau disembuhkan. Karena untuk sembuh awalnya saya tidak mau, saya lebih nyaman dengan topeng yang saya pakai, dan untuk sembuh memang menyakitkan karena jiwa kita akan ditusuk-tusuk oleh hati nurani.Kita menjadi sadar ada luka batin yang masih bersarang dalam jiwa kita yang selalu muncul dan pelan-pelan dikeluarkan. Seperti sebuah gelas kaca yang didalamnya terdapat gumpalan kopi yang hitam pekat. Bagaimana agar air yang menyimbulkan jiwa kita itu bening, tidak ada jalan lain kecuali menempatkan gelas itu di bawah guyuran air bening terus menerus sampai semua kopi hitam dalam gelas itu keluar dengan sendirinya dan air di dalam gelas itu menjadi bening.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-6220799456743881656?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/6220799456743881656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=6220799456743881656' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6220799456743881656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6220799456743881656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/06/sadhana.html' title='Sadhana'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-1804328073875167644</id><published>2010-05-25T21:00:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T21:15:18.357-07:00</updated><title type='text'>Belajar Memotret</title><content type='html'>Beberapa hari ini aku sedang belajar memotret menggunakan kamera digital saku (poket). Secara teori aku membaca bukunya Atok Sugiarto yang berjudul Paparazzi. Meskipun dalam buku itu inti pokok tulisannya lebih kepada  bagaimana memotret untuk tujuan kewartawanan na mun dalam bab terakhir ada tulisan yang menguraikan bagaimana menggunakan kamera saku digital. Poin-poin di situ sangat penting bagiku sebagai seorang pemula yang baru belajar memotret. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memotret ternyata tidak mudah, selain mata harus peka terhadap subyek yang akan dipotret kita harus menguasai benar kamera yang kita pegang. Oleh karena itu dalam rangka menguasai kamera ini, saya berlatih memotret berkali-kali sampai gambar benar-benar bagus untuk ukuran saya. Untung sekarang pakai digital andaikan masih menggunakan film berapa rol yang kita butuhkan untuk belajar menguasai kamera.&lt;br /&gt;Posisi paling sulit ternyata adalah menjaga kamera agar tidak goyang. Di sini jika subyeknya diam mungkin akan memudahkan kita, namun jika subyeknya bergerak maka betapa sulitnya mengambil waktu yang tepat untuk melepaskan rana dan mengatur fokus serta framing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sangat menarik, apalagi waktu memotret malam hari, sangat sulit mengatur format kamera yang tepat agar cahaya pas. Namun ternyata apa yang kita lihat dengan mata telanjang belum tentu waktu jadi seperti yang kita lihat. Selalu ada kejutan-kejutan yang tak dikira waktu mengabadikan ruang dan waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-1804328073875167644?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/1804328073875167644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=1804328073875167644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1804328073875167644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1804328073875167644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/05/belajar-memotret.html' title='Belajar Memotret'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-2554101331856713548</id><published>2010-05-03T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-04T00:08:00.394-07:00</updated><title type='text'>Energi Terbarukan</title><content type='html'>Perpustakaan Kota Jl. Suroto Kotabaru kerjasama dengan Impulse&lt;br /&gt;25 Maret 2010 pukul 16.00-17.30 WIB, Tema Diskusi “Energi Terbarukan”&lt;br /&gt;Pembicara: Prof Endarto dan Mas Baning&lt;br /&gt;Pada kesempatan pertama Prof Endarto diberi kesempatan  untuk menyampaikan pandangannya terlebih dahulu tentang energi dan lingkungan. &lt;br /&gt;“Indonesia itu kurang apa sih? Panas bumi melimpah, cadangan gas juga melimpah,  bahan bakar fosil: minyak bumi dan batubara juga ada. Lalu bagaimana merawatnya? permasalahan yang lain adalah bagaimana me-manage-nya?”&lt;br /&gt;Pertama yang harus dipahami tentang energy adalah energy tidak bisa diciptakan hanya bisa dirubah. Jadi jika ada orang yang mengatakan ada alat yang bisa  mengubah energy masuk kecil keluar besar itu salah besar. Energy berbeda dengan daya. Kalau alat penguat daya itu ada. Jadi jika ada orang bisa mengubah air menjadi bensin itu bohong besar seperti kasus “banyu geni” itu tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.&lt;br /&gt;Melihat kondisi yang ada sekarang mengingat bahan bakar fosil bisa habis yang bisa segera dilakukan  adalah merubah kebiasaan dari budaya boros energy ke budaya hemat energy sebab energy mempunyai efek samping dan polusi. Energi gerak bisa memindahkan benda dari satu ke tempat yang lain. Bensin bisa menghasilkan energy gerak. Namun efek sampingnya adalah gas buang polusi kalau Carbonnya tidak terbakar sempurna. Selama ini bahan bakar yang kita gunakan berasal dari fosil seperti minyak bumi dan batubara, ada alternative lain ke energy terbarukan seperti panas matahari dan air.&lt;br /&gt;Kontribusi polusi negara berkembang  tidak sebesar negara maju, Negara maju menghasilkan polusi 10 kali lipat dari negara Indonesia. Orang modern serba ingin nyaman. Untuk menghidupkan AC butuh energy untuk menghidupkan Kulkas butuh energy. Misal Amerika itu menghabiskan 1/5 bahan bakar energy dunia. Prancis mencukupi kebutuhan energinya 70% dari nuklir. Tapi yang perlu dipikirkan sangat adalah nuklir punya polusi radioaktif yang tidak bisa diurai ribuan tahun.&lt;br /&gt;Indonesia memiliki energy panas bumi terbesar di dunia. Kedua adalah energy air: pemerintah belum menggalakkan energy alternative ini. Tahun 2005 Indonesia rencananya akan mempunyai energy nuklir tapi karena kendala dan perdebatan yang belum selesai permasalahan nuklir ini maka belum bisa diwujudkan rencana itu. Pertimbangan ini dasarnya adalah bahwa tiap tahun Indonesia mengalami kenaikan pasokan listrik sebesar 7%  dan 14 tahun lagi kebutuhan listrik Indonesia adalah 2 kali lipat kebutuhan saat ini. Mengingat bahan bakar fosil tidak akan mencukupi maka pembangkit listrik energy nuklir itu yang mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara selanjutnya adalah Mas Baning: Aktivis lingkungan dan pemrakarsa energy biogas tingkat dusun. Berdomisili di Sinduadi Mlati Sleman.&lt;br /&gt;Dari jumlah energy fosil yang ada minyak bumi 50 tahun ke depan  akan habis sedangkan batubara 160 tahun ke depan akan habis jika penggunaan bahan bakar fosil masih seperti sekarang.&lt;br /&gt;Pembangunan di Indonesia dijalankan tidak serius bahkan bukan itu saja bisa dikatakan konyol. Peradaban kita harus dibangun  dengan serius, kita sadar sumber energy terbatas, kita membutuhkan energy terbarukan. Kita harus mengendalikan diri. Sebab selama ini terjadi kontradiksi di satu sisi orang berusaha menghemat energy di satu sisi orang menghabiskan energy. Yang harus dilakukan adalah meredam impian kemakmuran. Hasil peradaban modern adalah  menjanjikan sesuatu yang  nyaman dan instant. Kemudahan yang dihasilkan oleh modernitas mempunyai 2 sisi kontradiktif, anak kandung modernitas energy terbarukan akan menjadi nyata dan bisa menggantikan energy fosil.&lt;br /&gt;Kita sudah terlanjur nyaman, Kita enggan melepaskan diri dari kenyamanan itu. Apakah pemerintah siap? Dari proses berpikir ala mazhab modernitas ini akan berpikir  instant, mudah, dan cari nyamannya yaitu mengambil jalan pintas: nuklir. Perlu diberi catatan berapa tahun plutonium bisa diurai? Bukankah ribuan tahun, dampaknya yang menikmati kesengsaraan anak cucu kita.&lt;br /&gt;Alternatif lain adalah Biofuel: tapi berapa berapa hektar lahan yang dibutuhkan untuk tanaman ini. Jerman membutuhkan lahan satu juta hektar untuk menghasilkan energy yang masih belum mencukupi. Di Brasil dan Amerika juga mengalami hal yang sama. Lalu benturannya adalah lahan yang digunakan menjadi pertempuran antara Pangan VS Bahan Bakar.&lt;br /&gt;Alternatif lainnya lagi adalah Biogas, Mas Baning sudah mencoba dan menerapkannya dari 50 ekor sapi cukup untuk 10 KK untuk memasak, hanya kemudian masalah yang muncul adalah perlu pengorganisasian yang tidak mudah dan mengorganisir kelompok sangat sulit sebab nanti yang muncul diantara mereka adalah reactor biogas ini milik siapa? Sementara ini negara tidak memikirkan alternative ini. &lt;br /&gt;Jika masyarakat desa mampu seperti itu maka bentuk distribusi ke depan untuk cakupan dusun, RT/RW biar diurus masing-masing dusun dan biarlah mereka punya hak desentralisasi masalah listrik dan energy sendiri dan negara hanya memikirkan hal-hal yang besar seperti industry dan pabrik.&lt;br /&gt;Dari perbincangan itu kemudian disepakati dan consensus  bahwa nuklir untuk saat ini dengan sumber SDM yang masih kurang sangat tidak dimungkinkan untuk dibuat di Indonesia mengingat juga polusi efek sampingnya. Bahan bakar fosil jika masih seperti ini penggunaannya jelas akan habis, yang perlu segera dilakukan adalah membuat sumber energy dari panas matahari, angin, dan energy air laut jangan buat PLTA yang dampaknya seperti kasus Kedungombo, yang memakan korban yang tidak sedikit. Terlebih lagi kita masing-masing individu harus melakukan pertobatan pribadi, lingkungan, sosial, dan negara untuk memulai ramah lingkungan dan hemat energy yang dimulai dari diri sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-2554101331856713548?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/2554101331856713548/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=2554101331856713548' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/2554101331856713548'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/2554101331856713548'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/05/energi-terbarukan.html' title='Energi Terbarukan'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-6323558774252408038</id><published>2010-04-12T23:15:00.001-07:00</published><updated>2010-04-12T23:17:25.084-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Ke Gua Kerep Ambarawa</title><content type='html'>Rencana ziarah dan meditasi ke Gua Maria Kerep Ambarawa sebenarnya sudah direncanakan sejak Bulan Januari kemarin oleh Kelompok Sabin (Sadhana Bintaran). Namun karena kesibukan masing-masing dan tidak punya cukup waktu untuk pergi bersama-sama semua anggota, akhirnya rencana itu ditunda sambil menunggu waktu yang tepat. Selama Masa Prapaskah, anggota kelompok ini disibukkan oleh penyelenggaraan Tableau yang cukup menyita waktu dan menguras energi serta pikiran sehingga setelah Tablo terlaksana maka sudah waktunya untuk merealisasikan rencana itu. Mendengar informasi bahwa Jaringan Kodok akan menyelenggarakan acara di Gua Maria Kerep Ambarawa pada bulan April maka kami segera mencari informasi tentang acara tersebut. Kebetulan juga pada saat misa nanti yang diminta bertugas  untuk koor adalah Paduan Suara Fidelis dari Gereja Bintaran, sehingga kami ada teman untuk berangkat ke sana. Pada pertemuan Hari Selasa diperoleh kepastian bahwa Misa akan diselenggarakan Hari Minggu 11 April pukul 10.00 WIB. Lalu ditawarkanlah ke teman-teman siapa saja yang mau berangkat ke sana namun ternyata Waldi tidak bisa karena dia ada syukuran di Bintaran dan Doni juga harus menjadi walinya maka usulan teman-teman malam itu agar mencari waktu lain yang luang agar semua bisa. Namun, melihat rencana sudah sejak Bulan Januari dan sudah Bulan April rencana itu belum terlaksana maka jika harus menunggu semua bisa tidak akan berangkat maka diputuskan siapa saja yang bisa untuk berangkat maka Bejo dan saya yang akhirnya bisa dan punya waktu maka berangkatlah kami berdua mewakili Sabin ke Ambarawa.&lt;br /&gt;Rencananya kami akan berangkat hari Sabtu sore 10 April pukul 15.00 sehingga di jalan tidak kemalaman dan disana malamnya akan meditasi dan berdoa ujub pribadi lalu tidur di sana dan siangnya membantu Fidelis untuk koor. Fidelis mengadakan latihan hari Rabu dan Jumat, aku hanya bisa latihan hari Jumat itupun sebelum latihan semua lagu selesai pukul 21.00 disusul Waldi diajak berembug sesuatu di angkringan depan Gereja Bintaran. Sementara Anjar dan teman-teman yang lain akan jaga panduan misa. Kesepakatan malam itu kami membagi tugas karena ternyata 10-11 April banyak kegiatan dan benturan dengan kegiatan yang lain sehingga keputusan itu diterima oleh masing-masing individu. Setelah latihan koor dengan Fidelis, saya dapat kepastian bahwa Fidelis akan berangkat dari Bintaran hari Minggu jam 5.00 pagi, lalu aku memutuskan akan berangkat sendiri dengan Bejo karena jika bersama Fidelis kami tidak sempat meditasi dan ujub pribadi serta sharing spriritualitas. Maka aku memutuskan untuk berangkat dari Jogja hari Sabtu pukul 15.00 WIB.&lt;br /&gt;Hari Sabtu siang aku mempersiapkan segalanya mulai servis motor dan ganti oli lalu mempersiapkan sleepingbag serta pakaian ganti siapa tahu kehujanan di jalan. Aku keluar rumah pukul 15.30 karena ada beberapa yang harus dipersiapkan, sesampainya di kiosnya Jo ternyata dia belum apa-apa dan masih harus menunggu 2 sandal yang harus dilemnya. Apalagi pukul 16.00 mulai turun hujan dan akhirnya menunggu hujan reda pukul 17.30, Itupun masih harus mengantar setoran sepatu Joe keUtara  pasar Ngasem. Pertanda akan banyak ujian dan harus sabar melebarkan hati dan pikiran. Setelah selesai setor kami berangkat pukul 18.00 dengan kondisi hujan sehingga mau tidak mau kami mengenakan mantol. Sesampainya Jalan Magelang hujan bertambah deras dan Joe minta mencari Angkringan karena sudah merasa lapar, katanya sehari ini mulai jam 6 pagi sampai jam 6 sore dia puasa. Setelah makan di angkringan, kami ngobrol dengan penjualnya, asalnya dari Bayat Klaten dan sudah 8 tahun berjualan di tempat ini padahal usianya masih muda baru 36 tahun tapi katanya karena kepepet sudah berkeluarga dan punya anak 2 maka mau tak mau dia harus cari pekerjaan dan jualan angkringan ini satu-satunya yang mungkin dia lakukan. Lama ngobrol ternyata dia dulu adalah teman satu pabrik waktu si Joe dan penjual angkringan ini bekerja di Nasa, dunia seolah sempit karena semua ternyata teman. Kami lalu meneruskan perjalanan dan sampai di Muntilan dapat cobaan lagi karena ban motor belakang bocor dan harus mencari tukang tambal ban dan harus menunggu satu jam karena antri.&lt;br /&gt;Kami melanjutkan perjalanan lagi, meskipun jalan gelap dan banyak bus serta truk dan hujan kami tetap berjalan pelan-pelan. Sepatu mulai basah dan jaket serta baju juga mulai basah namun sesampainya di Magelang jalan kering dan tidak turun hujan di tempat ini. Meskipun begitu kami tidak melepas mantol karena tanggung dan siapa tahu nanti di depan hujan turun lagi. Setelah yakin tidak hujan sesampainya di Secang mantol aku lipat dan melanjutkan perjalanan. Kulihat tanda bensin masih 2 strip berarti masih 2 liter dan aku kira cukup untuk sampai Ambarawa.&lt;br /&gt;Pukul 11.00 WIB akhirnya kami sampai di Gua Maria Kerep Ambarawa, lega rasanya meskipun pantat agak gringingen dan pegel-pegel gimana rasanya namun merupakan kebahagiaan tersendiri karena selamat sampai tujuan. Apalagi sampai di sana di pintu masuk sudah melihat banyak cewek cantik sehingga lumayan menyegarkan mata karena sejak tadi yang dilihat Cuma  jalan dan lampu kendaraan. Spontan Joe berucap, “Wah penak ki nggone nggo Mbojo,  yo mugo-mugo wae awake dewe cepet entuk jodho dadi sesuk nek rene iso bareng lan ngejak bojone dewe-dewe.” Kemudian tempat tujuan pertama adalah kamar mandi karena sudah ngempet sejak tadi. Kami gantian menjaga tas, dan  karena sepatu basah lalu kulepas dan kujemur di pojok pendopo agar kering sehingga besok siang bisa kupakai pulang lalu aku mengenakan sandal jepit. Kami foto narsis dulu di tempat ini untuk mengabadikan sudah sampai di tujuan.&lt;br /&gt;Pukul 12.00 WIB kami mencari tempat yang sepi di samping gua, tak ada seorangpun di situ lalu menyalakan lilin membaca doa dan kitab suci lalu meditasi 20 menit. Setelah selesai kami lalu berdoa sendiri di depan gua dengan ujub masing-masing. Kami lalu ngobrol di pelataran gua yang sepi sambil menggelar sleppingbag setelah curhat kami lalu tidur. Pagi harinya sudah banyak para peziarah yang berlalu lalang, aku lalu ke kamar mandi dan mengambil sepatuku, tapi sayang sudah tidak ada ditempatnya. Hilang, ah sepatu sobek dan murah dan kaos kakinya bau kok tetap masih ada yang berminat ya. Mungkin dianggap berkah oleh penemunya hihihi…ah biarlah kurelakan saja, akhirnya kemana-mana aku mengenakan sandal jepit. Sambil menunggu Fidelis, kami sarapan di warung dan ditengah-tengah sarapan Riko nelpon posisi di mana? Para petugas Fidelis sudah di Panti Koor. Aku lalu bergegas menuju Panti Koor lalu mengikuti Misa yang dipimpin Romo. R. Budiharyana, Pr. Tema Novena kali ini adalah “Syukur Atas Habitus Baru Dalam Paguyuban-Paguyuban Yang Menumbuh-Kembangkan Semangat Berbagi”. Setelah selesai kami berfoto bersama panitia Komunitas Jaringan Kodok DIY. Begitu selesai foto-foto tanpa disangka teman-teman OMK bermunculan untuk mengucapkan selamat pada Fidelis dan member dukungan. Lalu kami pulang sendiri-sendiri sesuai keberangkatan masing-masing. Kali ini kami selamat sampai di Gereja Bintaran tanpa kebanan dan langsung bertugas jaga panduan misa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-6323558774252408038?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/6323558774252408038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=6323558774252408038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6323558774252408038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6323558774252408038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/04/perjalanan-ke-gua-kerep-ambarawa.html' title='Perjalanan Ke Gua Kerep Ambarawa'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-6477198601321114553</id><published>2010-02-25T05:52:00.000-08:00</published><updated>2010-02-25T05:54:48.465-08:00</updated><title type='text'>Sehari Di Ruang Publik</title><content type='html'>Hari Sabtu tanggal 20 Februari 2010 tepat pukul 16.00 saya sampai di Perpustakaan Kota  Yogyakarta, Jl. Suroto  Kotabaru. Di situ sudah hadir beberapa orang untuk mendengarkan gagasan dari Arie Setyaningrum Pamungkas, Dosen Sosiologi UGM tentang:  Konsep-Konsep Michel Foucoult. &lt;br /&gt;Siapakah Michel Foucault, dulu dia adalah orang yang tidak terkenal sampai akhirnya essai-essainya dikumpulkan dan diterjemahkan dalam Bahasa Inggris dari situlah dia mulai dikenal dunia. Foucault tidak pernah menulis buku, dia hanya menulis essay dan essay inilah dikumpulkan oleh seorang teman baru dipublikasikan dalam sebuah buku kumpulan essay. Michel Foucault menyumbangkan gagasan yang provokatif sekaligus subversive di dalam Perkembangan Teori Postmodernisme menjelang akhir abad 20. Gagasan intinya  yang membedah “kuasa pengetahuan dan bagaimana pengetahuan melahirkan (generating) kekuasaan” merupakan perspektif yang secara progresif mengubah kritik terhadap kuasa dan kekuasaan sebelumnya yang melulu berbasis  pada aspek structural (empirisme), meskipun dalam gagasannya sama sekali tidak menafikkan aspek struktur social&lt;br /&gt;Dari gagasan-gagasan kuncinya, pemikiran Foucoult kemudian diaplikasikan lebih jauh oleh banyak intelektual lainnya yang memfokuskan analisisnya pada topic-topik sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Biopolitics: Kekuatan social, politis, ekonomi, yang berbasis pada reproduksi “biologis” dan berdampak pada “Kuasa yang bersifat hegemonic-dominatif.&lt;br /&gt;2. Rezim regulasi: Pengkondisian kondisi normalitas abnormalitas di dalam masyarakat melalui kekuasaan yang membedakan 2 sumber rasionalitas: Legitimate-illegitimate (contested term: masih merupakan gagasan Foucault yang terbuka hingga kini masih merupakan diskusi yang problematic)&lt;br /&gt;3. The Politics of Identities &gt; Gagasan Foucoult yang memuat ide tentang “the biopolitics’ dan “the regime of regulations” mendorong banyak intelektual membedah ulang (dekonstruksi) analisis kekuasaan yang bersifat hegemonic atau bahkan dominan dengan sekaligus kritik atas analisis metodologi ilmu social yang berbasis pada metode ‘oposisi biner’&lt;br /&gt;4. Foucault memperkenalkan konsep ‘truth is a contested relative mechanism in relation between power-knowledge&gt; mendorong penemuan baik secara ‘ideologis’ maupun secara ‘partisipatif’ pada kajian-kajian ‘Pascakolonial” yang mencoba keluar dari bingkai (frame) analisis lama yang berbasis pada oposisi biner.&lt;br /&gt;Itulah inti dari diskusi hari itu tentang Michel Foucault, kemudian  aku dan beberapa teman melihat “Jazz On The Book” di halaman Kompas. Kali ini acara dibuka oleh para pemusik Jazz Jogja yang membawakan beberapa lagu. Alat music yang dimainkan : Saxophone, Gitar, Drum dan Keyboard. Kemudian Mbah Landung Simatupang membacakan prosa untuk awal. Kemudian dia juga membacakan puisi-puisi Wiji Thukul yang bertemakan “Inclusive Citizenship” dikatakan oleh Landung bahwa Inclusive adalah lawan kata dari Exclusive tidak mudah untuk menjalankan prinsip ini karena kita harus punya hati dan pikiran yang lapang untuk menerima semua perbedaan. Wiji Thukul yang entah dimana sekarang keberadaannya, tidak mengenyam pendidikan tinggi, dia hanya mengolah rasa dan akal sehatnya untuk membuat puisi-puisi yang melihat bahwa banyak ketidak adilan social di sekitarnya. Kumpulan puisi Wiji Thukul ini juga diberi pengantar oleh Munir yang akhirnya dibunuh di udara. Selain itu juga Landung juga membacakan Puisi Aidit saat berada di Paris untuk membela kaum buruh.&lt;br /&gt;Setelah pembacaan Landung selesai saya ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang sedang berlangsung pembacaan puisi dan happening art oleh teater Tantra. Teater Tantra menampilkan bagaimana anak jalanan digusur dan dibinasakan bahkan tidak ada tempat untuk dimakamkan. Ditangkapi polisi dan dikejar-kejar, profesi mereka sebagai pengamen seolah sampah bagi penguasa.&lt;br /&gt;Malam pukul 22.00 saya pulang dengan hati getir……………………..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-6477198601321114553?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/6477198601321114553/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=6477198601321114553' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6477198601321114553'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6477198601321114553'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/02/sehari-di-ruang-publik.html' title='Sehari Di Ruang Publik'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-2221911919463336249</id><published>2010-02-12T03:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-12T03:09:56.140-08:00</updated><title type='text'>Tujuh Jurus Mendapatkan Cinta</title><content type='html'>Cinta adalah suatu konsep yang paling sulit didefinisikan, tapi beberapa orang bisa merasakannya. Saya tidak akan mendefinisikan konsep cinta ini karena masing-masing orang punya definisi sendiri tentang konsep ini. Valentine’s day saya kira banyak orang tahu yang jatuh pada tanggal 14 Februari, kisah seorang pastur yang rela mengorbankan diri untuk kebahagiaan orang-orang yang dicintainya sebuah kata yang ditinggalkan oleh pastur itu “LOVE FROM YOUR VALENTINE” menjadi kenangan bagi orang-orang tercinta yang ditinggalkan. Di sini saya juga tidak membatasi diri untuk membicarakan Valentine’s day bagi agama Kristiani saja tapi saya harap spirit ini juga bisa mendewasakan kita sebagai masyarakat yang terbuka dan memahami bahwa ada beberapa tradisi di sekitar kita.&lt;br /&gt;Nah sekarang kita kembali ke masalah cinta tadi. Banyak sekali literatur dan referensi yang menulis tentang cinta yang kebanyakan menjadi tema novel dan film. Mengapa dibuat novel, film, dan juga puisi? Karena cinta berada di tataran perasaan bukan logika. Banyak literatur  yang mengatakan ada perbedaan antara laki-laki dan wanita yaitu laki-laki lebih senang menggunakan logika dan wanita lebih menggunakan rasa. Ronald Frank dalam bukunya “Cara Memikat Wanita Idaman” mengatakan bahwa kebanyakan kesalahan yang dilakukan pria adalah menganggap wanita itu senang pada harta dan kecerdasan yang menggunakan logika. Banyak laki-laki terjebak dengan perdebatan pada logika, padahal menurut Frank kebanyakan pendekatan yang berhasil jika laki-laki itu bisa menggunakan seni mengolah rasa bukan logika. Itu menurut Ronald Frank. Ada juga artikel tentang “Tips Cewek Buat Para Cowok” dalam artikel ini beberapa strategi yang disarankan adalah: Temukan daya pikat alamiah diri, Manja, Jinak-jinak merpati, Kenali Tipe Cowok Khusus,Mengenal dan Mengerti Hobi Cowok, Percaya Diri. Nah membandingkan kedua  literatur itu maka agar adil dan tidak mendiskreditkan salah satu, ada beberapa hal kesamaan yang bisa dijembatani di sana. Selain dari teori di  atas perlu dikombinasi dengan pengalaman nyata khususnya dari beberapa teman saya yang saya nilai berhasil mendapatkan seni bercinta itu tanpa saya menyebutkan nama mereka.&lt;br /&gt; Tujuh jurus yang saya kira perlu dipahami dan dimengerti oleh pria maupun wanita adalah:&lt;br /&gt;1. Pentingnya memahami “Seni Berkenalan”&lt;br /&gt;Hal ini tidak mudah, bagi yang punya kemampuan berkomunikasi bagus mungkin tidak menjadi kendala tapi ada beberapa orang yang “groginan” baru berdekatan saja sudah keluar keringat dingin, juga ada yang kalau dengan teman biasa bisa ngomong lancar tapi begitu mau ngomong dengan orang yang ditaksir seolah mulutnya terkunci dan hanya dag-dig-dug sendiri. Hal ini perlu dipelajari sendiri bagaimana pentingnya berkenalan agar terlihat alami. Banyak kiat di berbagai literature atau Tanya teman yang sudah berpengalaman.&lt;br /&gt;2. Pentingnya “Cara Menarik Perhatian”&lt;br /&gt;Nah di sini perlu digunakan teori “yang unik itu menarik” dan yang minoritas diantara yang mayoritas biasanya adalah yang diperhatikan. Atau “devian itu solusi” kadang perilaku yang menyimpang malah menjadi pusat perhatian. Contoh kongkritnya, apa yang kita kenakan sebenarnya adalah medan pertempuran untuk  menentukan makna. Teman saya yang sukses menerapkan ini adalah ketika dia berpindah agama dan ditentang oleh keluarganya demi menarik perhatian seorang wanita yang sekarang menjadi istrinya.&lt;br /&gt;3. Pentingnya “Membangun Komunikasi”&lt;br /&gt;Nah jika perhatian sudah didapat missal sudah punya nomor hapenya atau punya e-mailnya hal yang perlu dibina adalah menjalin terus komunikasi dan ini memerlukan seni tersendiri agar tidak membosankan.&lt;br /&gt;4. Pentingnya “Membuat Kesepakatan”&lt;br /&gt;Jika komunikasi sudah berjalan, perhatian sudah didapat, langkah selanjutnya adalah “Nyaman” tidakkah hubungan itu. Jika hubungan itu nyaman bisa dilanjutkan ke tahap penentuan kesepakatan, apakah hanya sebagai teman atau pacar.&lt;br /&gt;5. Pentingnya “Teknik Menembak”&lt;br /&gt;Nah di sini kadang yang menjadi titik yang paling menentukan dan paling sulit. Beberapa contoh sukses teman saya yang berhasil menerapakan seni menembak adalah salah satunya dengan metode “Lady First” dia sengaja menarik perhatian wanita yang dipujanya, lalu mencoba membiarkannya atau metode “tarik ulur” nah lama kelamaan si wanita itu penasaran dan tidak sabar lalu mengajak makan di suatu restoran mewah untuk menanyakan sebenarnya hubungan mereka mau dibawa ke mana? Dan di sinilah si laki-laki baru mengatakan “Aku sebenarnya mau mengatakan itu tapi tidak berani, lalu bagaimana? Apakah kamu mau kita pacaran.” Sejak itu mereka pacaran dan laki-laki itu member cincin perak di jari si wanita sebagai bukti mereka sekarang jadian.&lt;br /&gt;Contoh teknik lain adalah dengan menggunakan alat perekam. Jika anda punya alat perekam akan sangat membantu bagi anda yang sulit untuk menghadapi kegrogian jika bertatap langsung dengan pujaan. Teman saya yang sukses dulu seperti ini: Dia memutar lagu-lagu romantic di depan sebagai prolog lalu ditengah-tengah dia merekam suaranya sendiri yang mengungkapkan betapa dia mencintai wanita tersebut dan menanyakan maukah menjadi kekasihnya? Lalu ditutup dengan lagu romantic lagi sebagai epilog. Lalu setelah jadian lelaki itu memberi wanita itu gelang perak sebagai bukti mereka sudah jadian.&lt;br /&gt;6. Pentingnya “Membeli Perak”&lt;br /&gt;Nah sebelum atau sesudah menembak alangkah penting anda memiliki perak untuk persiapan diberikan kepada  calon atau pasangan anda bisa berupa cincin, anting, gelang, ataupun bross.&lt;br /&gt;7. Pentingnya “ Mengetahui Tempat Penjualan Perak”&lt;br /&gt;Ada beberapa tempat penjualan perak salah satunya, di Dusun Pelemgede Desa Sodo, Kecamatan Paliyan, Wonosari, bisa dilihat di www.perakpelemgede.blogspot.com.&lt;br /&gt;Atau bisa pesan ke saya atau email saya (agoenk_gondrong@yahoo.com) atau bisa juga saya antar anda ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah mungkin tujuh jurus mendapatkan cinta yang diramu dari berbagai sumber. Semoga berguna. Hihihi………&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-2221911919463336249?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/2221911919463336249/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=2221911919463336249' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/2221911919463336249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/2221911919463336249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/02/tujuh-jurus-mendapatkan-cinta.html' title='Tujuh Jurus Mendapatkan Cinta'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8742480616637264003</id><published>2010-02-08T19:41:00.000-08:00</published><updated>2010-02-08T19:49:44.906-08:00</updated><title type='text'>Spiritualitas Pemerdekaan</title><content type='html'>4o Hari Gus Dur dan 11 Tahun Romo Mangun&lt;br /&gt;Kaum Muda Merayakan Indonesia&lt;br /&gt;Inilah tema yang diangkat dalam acara di Auditorium Puskat Kotabaru Yogyakarta. Pembicaranya adalah Romo Baskoro, penulis buku dan staff pengajar Universitas Sanata Dharma, kemudian Atong dan Wisnu: keduanya adalah aktivis mahasiswa tahun 1998.&lt;br /&gt;Pada awal acara dibuka dengan  lagu-lagu perjuangan kemanusiaan oleh Wiridan Sarikraman kelompok musik yang bermarkas di DED (Dinamika Edukasi Dasar) yang konsen pada perjuangan kemanusiaan. Sempat saya merinding ketika acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.  Lama saya tidak menyanyikan lagu ini dan ketika menyanyi terlintas betapa banyak korban dan darah yang tertumpah untuk mendirikan  sebuah negara bernama Indonesia. Yang pondasinya sudah diletakkan oleh para founding father namun arah ril yang dilaluinya berbelok-belok dan dibelokkan oleh banyak kepentingan yang ada di dalamnya sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum terwujud.&lt;br /&gt;Romo Baskoro memaparkan kedua tokoh yang visinya sama yaitu berjuang demi rakyat namun dalam ranah yang berbeda. Gus Dur lebih berjuang di tataran politik nasional dan internasional sedangkan Romo Mangun berjuang di tataran praksis grassroot bersama dengan orang-orang lapangan.  Negara ini menjadi arena pertarunagn politis dari kubu Liberalisme di barat dan Komunisme di timur sehingga dulu untuk mendirikan negara ini diperlukan orang yang Nonblok seperti Soekarno untuk member warna tersendiri di dunia internasional.  Meskipun arena pertarungan itu menimbulkan korban yang tidak sedikit. &lt;br /&gt;Kedua  Guru Bangsa ini menginspirasi para aktivis mahasiswa tahun 2008 untuk menuntut lengsernya rezim yang  dictator dan kurang membela rakyat pada masa pemerintahan Soeharto. “Bayangkan pada masa itu kami menganggap Marxis itu sudah kiri tapi oleh Romo Mangun Marx itu disebut kanan” Ucap Wisnu. Sehingga kami terus mempelajari bentuk teori dan praksis seperti apa yang pantas diterapkan untuk negara ini. Atong lebih berjuang dengan ekspresi dunia seninya dengan poster dan papan reklame serta lukisan kanvasnya dan sekarang menggeluti dunia tato. Kalau kita disuruh menjadi seperti kedua tokoh kita itu Romo Mangun dan Gus Dur akan sulit karena pasti akan migraine dengan pemikiran yang mereka kuasai. Itu butuh proses dan disiplin tersendiri. Sebab bayangkan saja  dari hal kecil Gus Dur itu bisa menghapal 500 nomor  telepon itu belum pemikirannya yang sangat brilliant. Romo Mangun juga seorang arsitek, budayawan, novelis, penulis buku. Siapa orang yang bisa seperti mereka. Yang mungkin bisa kita lakukan sekarang adalah berkarya di bidang masing-masing demi mewujudkan cita-cita luhur bangsa ini.&lt;br /&gt;Secara teologi kedua tokoh ini menjalankan Teologi Pembebasan tapi lebih tepatnya adalah mereka menjalankan spiritualitas pemerdekaan. Romo Baskoro pernah menulis tentang  Spritualitas Pembebasan. Namun kedua tokoh ini lebih menjalankan spiritualitas pemerdekaan karena bisa diterapkan di lini apapun di segala bidang yang bisa dilakukan oleh masing-masing individu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8742480616637264003?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8742480616637264003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8742480616637264003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8742480616637264003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8742480616637264003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/02/spiritualitas-pemerdekaan.html' title='Spiritualitas Pemerdekaan'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-7904725941720740707</id><published>2010-01-31T23:44:00.000-08:00</published><updated>2010-01-31T23:46:21.078-08:00</updated><title type='text'>Apin</title><content type='html'>“Mak, Mengapa  Emak tidak pernah dolan tiap malam seperti Bapak?”&lt;br /&gt;Sela Apin malam hari  sambil mencoba melepaskan diri dari pelukan Emaknya. Merangkak lalu menuju dinding bambu  tempat foto  keluarga ditempel yang diterangi cahaya senthir.&lt;br /&gt;“Ah, Laki-laki memang seperti itu, sudahlah ini sudah malam, waktunya kamu tidur Pin, besok Emak harus bangun pagi.”&lt;br /&gt;Apin lalu kembali ke pelukan Emaknya dan sambil mendengarkan  tembang yang didendangkan Emaknya, perlahan-lahan terlelaplah anak itu. Namun mata Emak menerawang jauh ke suatu peristiwa tempat dimana tiap malam Bapak  nongkrong.&lt;br /&gt;Ayam berkokok, sebelum mentari mengintip di ufuk timur. Apin sudah berada di punggung gendongan Emaknya menuju sebuah pasar di ujung desa. Menggelar dagangan. Namun hanya tiap Legi dan Pahing.&lt;br /&gt;Begitu mentari tepat di atas kepala, menandakan bahwa waktunya untuk pulang ke rumah. Siang itu udara memang panas, ditambah lagi musim kemarau yang masih berjalan dan belum memasuki musim penghujan, membuat para warga Dusun Pinadah lebih memilih melakukan aktivitas di luar rumah untuk mendapatkan kesegaran angin yang sedang berhembus. Memegang penjepit logam dan menghadap sebuah kursi kayu atau meja kayu merupakan pemandangan keseharian yang dilakukan para warga Dusun Pinadah. Bedanya dengan dusun dan desa sekitar yang pemandangan kesehariannya hampir sama adalah kepercayaan diri yang dimiliki warga Dusun Pinadah yang tertanam dalam benak mereka bahwa mereka adalah warga dusun pinilih sebagi tempat turunnya wahyu kerajaan.&lt;br /&gt;“Laris Yu!”&lt;br /&gt;Sela Pak Lurah ketika Emak sudah sampai di rumah. Siang itu Bapak lagi kedatangan tamu Pak Lurah yang sedang membicarakan rencana pameran desa.&lt;br /&gt;“Lumayan Pak Lurah.” Jawab Emak.&lt;br /&gt;Bapak adalah seorang tokoh masyarakat terkenal yang sampai sekarang masih terus menceritakan kisah turunnya wahyu kerajaan itu kepada setiap tamu  yang berkunjung ke rumahnya. &lt;br /&gt;“Dahulu menurut cerita orang-orang tua, di sini itu ada dua orang kakak beradik yang sedang menjalani ritual puasa dan matiraga untuk bertapa agar mendapatkan wahyu dari Yang Maha Kuasa. Suatu hari Sang Kakak mendapatkan wangsit barangsiapa bisa menghabiskan kelapa ini satu tegukan saja, dia yang akan menjadi raja. Namun ketika kelapa itu dibawa pulang karena Sang Kakak belum haus benar maka diletakkan kelapa itu di dapur dan berpesan kepada Sang Istri dengan keras agar kelapa itu jangan di apa-apakan. Kebetulan Sang Adik di suatu tempat punya kerinduan untuk bertemu dengan Sang Kakak maka dia berjalan kaki menuju rumah Sang Kakak, sesampainya di sana langsung menuju dapur dan karena haus maka diteguknyalah kelapa itu satu tegukan sampai habis. Maka Sang Adiklah yang menjadi raja. Namun dalam hal ini yang paling berjasa dan lebih suci hatinya adalah Sang Kakak karena dia yang mendapat wahyu pertama kali.”&lt;br /&gt; Begitulah Bapak  selalu bercerita sebagai orang yang bangga dengan sejarah desanya sebagai desa yang mendapat wahyu pinilih dari Yang Kuasa.&lt;br /&gt;Pak Lurah  seorang tokoh pejuang di Dusun Pinadah yang berbeda dengan Bapak dalam memandang persoalan dusunnya sering berbedebat dan berbeda pendapat.&lt;br /&gt; “Kalau saya prihatin dengan kondisi pemuda di sini yang banyak menganggur dan mencari pekerjaan di kota besar sehingga dulunya sangat sedikit pemuda yang ada di dusun tapi berkat perjuangannya mendirikan kelompok pengrajin logam maka sekarang hampir semua pemuda menngeluti kerajinan ini dan tidak ada yang menganggur bahkan sedikit sekali sekarang para pemuda yang mengadu nasib di kota besar sebab di sini sangat mebutuhkan tenaga para pemuda tersebut. Jadi untuk memajukan desa adalah berpikir kreatif dan kerja bukan dengan mengingat romantisme jaman dulu.”&lt;br /&gt; Begitu jika Pak Lurah bercerita kepada Bapak tentang pandangannya terhadap desa ini. &lt;br /&gt;“Saya juga tidak sepakat jika ada ritual yang hanya melanggengkan masa lalu yang terbukti tidak membawa kemajuan seperti upacara memperingati 40 hari, 100 hari, dan 1000 hari. Itu merupakan pemborosan.”&lt;br /&gt;Demikian Pak Lurah menekankan prinsipnya.                                                                                      &lt;br /&gt;Apin hanya menemani Emak menyiapkan minum di dapur lalu menyuguhkan ke tamu. Lalu Emak segera mengambil  piring, gelas, dan peralatan dapur yang kotor  lalu pergi ke sumur umum. Setelah selesai mencuci piring, Emak mengambil baju-baju yang kotor lalu kembali ke sumur umum lagi. Setelah selesai, Emak lalu mengambil kursi lalu mengerjakan “isen-isen perak” yang harus diselesaikan karena Bapak kemarin menyanggupi Pak Bos di kota bahwa minggu ini pesanannya akan selesai. Setelah selesai mengerjakan isen-isen, Bapak yang mematri dan menyelesaikan perhiasan tersebut sampai bentuk jadi.&lt;br /&gt; Malam hari Bapak akan pergi nongkrong di warung angkringan lalu bersama laki-laki lain tertawa terbahak-bahak dan pulang sudah sempoyongan lalu tidur. Sementara Emak masih harus melempit pakaian dan menyiapkan dagangan yang akan dibawa besok pagi ke pasar.&lt;br /&gt;                                                                           ***&lt;br /&gt;Apin sudah sunat. Dia oleh Emak sudah dibiarkan bermain bebas dengan teman-teman di luar sekehendak hatinya. Bersepeda dengan teman-teman adalah  kegemarannya.  Suatu hari dengan teman-temannya mereka menuju kota. Ada festifal kesenian di Alun-Alun Kota ada ular naga yang ditarikan oleh banyak orang diiringi bunyi kedompyang-kedompyeng, Ada iring-iringan mobil dan truk yang dihias, ada andong hilir mudik. Tapi ada yang janggal. Apin melihat Bapak menggandeng wanita yang lebih muda dari Emak. Apin begitu gembira bertemu ayah di alun-alun tapi Apin diberi uang oleh Bapak dan disuruh pulang  dan dengan wajah marah  Bapak mengancam, “Jangan bilang Emak. Awas!”&lt;br /&gt;Apin pulang dengan sedih, dia pulang ke rumah masih melihat Emak sedang mencuci baju di sumur umum. Sambil menimba air untuk mandi, Apin bertanya pada Emak. “Mak kalau laki-laki bergandengan sama wanita namanya apa Mak?”&lt;br /&gt;“Pacaran.” Jawab Emak lirih&lt;br /&gt;“Kamu sudah punya pacar? Atau kamu lagi senang dengan perempuan mana?” Tanya  Emak sambil tersenyum.&lt;br /&gt;“Ndak Mak”. Jawab Apin.&lt;br /&gt;Sore hari Apin dan teman-teman nonton tipi di rumah Pak Lurah. Apin melihat di kota banyak bus, mobil, kereta api, dan gedung-gedung bertingkat yang di dusunnya tidak ada. Pulang ke rumah Apin berbicara dengan Emak.&lt;br /&gt;“Mak kapan kita ke kota?”&lt;br /&gt;“Ah itu hanya laki-laki yang ke kota biasa ke tempat Pak Bos, sekali-kali kamu ikut Bapak ke kota untuk setor.”&lt;br /&gt;                                                                                      ***&lt;br /&gt;Apin merantau ke kota untuk mencari pengalaman dan penghidupan yang lebih baik karena sekarang dia sudah dewasa. Apin bekerja di rumah Pak Bos yang dulu sering ke rumah untuk mengambil pesanan. &lt;br /&gt;Di Kota Apin  mulai kenal yang namanya kost-kostan. Dia juga kenal yang namanya pacaran seperti yang dikatakan Emak waktu dulu. Apin sering melihat Tinah, seorang pelayan warung makan tempat biasa dia makan siang waktu jam istirahat. Karena sering makan di situ dan ngobrol, Apin jadi tahu bahwa kegiatan Tinah tidak jauh dari kegiatan harian Emak. Melihat mata Tinah, Apin seolah melihat mata Emak. Tidak bertemu dengan Tinah sehari, seolah ada sesuatu yang hilang dari relung hati Apin. Apin menjadi peduli dan perhatian pada Tinah. Jika Tinah sedih, Apin ikut sedih. Jika Tinah sakit, Apin juga merasakan sakit.&lt;br /&gt;Apin dan Tinah akhirnya seperti Emak dan Bapak. Hanya Apin berjanji tidak akan membuat  Tinah menangis seperti yang sering dilihatnya dulu jika Emak dipukul Bapak. Apin di rumah juga mencuci, ke pasar, dan tiap malam jarang nongkrong di tempat kumpul laki-laki. Apin tidak pernah pulang sempoyongan.&lt;br /&gt;                                                                                 ***&lt;br /&gt;Suatu hari Tinah pulang ke rumah dengan sempoyongan dan mabuk. Sebab tiap malam dia nongkrong dengan teman-teman wanitanya di warung pojok dusun. Bu Lurah sering mengantar Tinah pulang ke rumah. Apin di rumah hanya heran sambil menggendong anaknya  melihat kelakuan  Tinah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-7904725941720740707?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/7904725941720740707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=7904725941720740707' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7904725941720740707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7904725941720740707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2010/01/apin.html' title='Apin'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-1504666908873293980</id><published>2009-12-24T22:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T22:55:28.653-08:00</updated><title type='text'>Gregorius Agung</title><content type='html'>Satu pertanyaan yang membuatku tersentak waktu itu. "Siapa pelindungmu dan yang membimbingmu? Apakah anda kenal dengan Santo yang dilekatkan pada nama baptis anda? Bagaimana anda bisa meneladani beliau kalau anda saja tidak tahu dan tidak mengenalnya dengan baik. Sejarah hidupnya dan perjuangan apa yang dilakukannya untuk memuliakan Allah?&lt;br /&gt;Dasar untuk menjawab pertanyaan itulah aku berjalan kaki ke Kanisius. Sampai di sana aku masuk ke toko buku pencarian pertama adalah mencari biografi Santo Gregorius Agung. Tidak ketemu dan aku seolah ditarik ke sebuah buku bersampul kuning "Gereja Diaspora, Y.B. Mangunwijaya". Aku mengagumi tokoh ini tapi belum mempelajari dengan lengkap pemikirannya tentang gereja selama ini maka buku ini kemudian akhirnya yang kubawa dan satu buku lagi yang menyentak batinku "Santo Mikhael: Malaikat Agung" ada maksud apa dibalik semua ini. Mengapa kedua buku itu energinya menarikku kuat-kuat.&lt;br /&gt;Di dalamnya ada beberapa alinea yang menyinggung Santo Gregorius:&lt;br /&gt;Dalam tahun 589, timbul wabah di Kota Roma ketika Sungai Tiber meluap. Pada tahun berikutnya Paus Gregorius Agung memimpin sebuah prosesi tobat menuju Gereja Santo Petrus untuk memohon pembebasan dari bencana itu.Ia membawa dalam tangannya ganbar bunda kita Maria.Ketika ia sampai di jembatan Aelia yang menghubungkan makam Hadian dengan kota,ia melihat pada puncak bangunan raksasa itu seorang malaikat yang sedang menyarungkan pedang berdarah, sementara paduan suara para malaikat menyanyikan lagu Gereja, "Regina Coeli-Ratu surga, bergembiralah! Dia yang engkau kandung telah bangkit seperti  dikatakan-Nya, alleluya!" Paus menanggapi lagu para malaikat itu dengan berkata, "Doakan kami kepada Allah, alleluya!" Bencana itu tiba-tiba berhenti. Sebagai peringatan akan peristiwa ini, Paus Bonefasius IV pengganti Paus Gregorius, membangun sebuah tempat kudus di atas makam yang indah itu dan mempersembahkan itu kepada Santo Mikhael. Kemudian di tempat kudus itu ditempatkan sebuah patung yang telah dihancurkan berkali-kali tetapi selalu dibangun kembali. Sebuah tempat kudus yang sangat luar biasa yang didedikasikan kepada Malaikat Agung Mikhael adalah tempat kudus &lt;em&gt;Mont. St. Michel&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Dari informasi lain yang kuketahui tentang Santo Gregorius adalah seorang Pujangga gereja yang menulis beberapa buku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-1504666908873293980?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/1504666908873293980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=1504666908873293980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1504666908873293980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1504666908873293980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2009/12/gregorius-agung.html' title='Gregorius Agung'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8915839574667326650</id><published>2009-12-19T21:33:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T22:21:31.229-08:00</updated><title type='text'>Laku Lampah Roso</title><content type='html'>"Tulisanmu sekarang pendek-pendek, apa tidak bisa menulis panjang?" komentar temanku itu mungkin ada benarnya. Entah karena apa aku sendiri kurang paham. Malas, atau ingin segera berpikir ke hal lain mungkin juga bisa begitu. Yang jelas yang kusadari sekarang adalah kecepatan pikiran lebih cepat daripada gerak tangan sehingga sebelum tangan ini selesai menuliskan sesuatu pikiran ini sudah meloncat ke hal lain. Coba aku mendeskripsikan tentang apa yang kuperoleh selama jalan kemarin.&lt;br /&gt;"Koyo wong edan!"&lt;br /&gt;Beberapa orang menyebutnya begitu bahkan keluarga dan teman-teman dekatku. "Kurang kerjaan." itulah komentar mereka. Tapi aku melakukan sesuatu bukan tanpa alasan. Aku memang punya jadwal akan menembuh jalan kaki selama dua hari yaitu suro tanggal 18 Desember dan Menenami temanku kirap jalan kaki bersama anak-anak SD Baciro anggota THS dari Baciro sampai Gunung Sempu. Sebelum tanggal itu aku sempat tertarik dengan kursus kritik ideologi yang diselenggarakan Impulse. Karena tanggal 17 Desember 2009 aku tidak ada rencana kegiatan  maka hari itu aku merencanakan pemanasan jalan kaki dari rumah sampai impulse di deresan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Dari Jalan Tamansiswo menuju Kanisius Deresan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu dengan memakai tas batik dan kaos serta celana panjang hijau dan mengenakan topi hijau pukul 11.00 WIB aku berjalan  menuju Kanisius dengan niat merefleksikan apa yang kuperoleh selama perjalanan ini. Sampai di Tohpati aku berpapasan dengan Bu Hari "Lho kok mlampah Mas bade teng pundi?"&lt;br /&gt; "Teng Kanisius Bu." &lt;br /&gt;"Lho kok mlaku kan adoh, kok ora nitih sepeda motor opo pit." &lt;br /&gt;"Inggih Bu, niki lagi pingin mlaku mawon." &lt;br /&gt;"O critane arep lelaku to iki."&lt;br /&gt; "Nggih kinten-kinten ngaten."&lt;br /&gt;Lalu aku meneruskan perjalanan. Sampai di Tuntungan ketemu Kathi lagi beli arang sama bapaknya. Kathi hanya memandang ke arah lain seolah tidak melihat aku namun ia kenal. Dalam pikirannya akau hanya membaca "Ah Mase iki mau ke mana? Siang-siang panas gini kok mau-maunya jalan kaki?"&lt;br /&gt;Ah itu mungkin juga hanya pikiranku. Lalu setelah sampai di Jalan Batikan aku berhenti sejenak melihat tempat pembuangan sampah dan aku berpikir jauh juga jika aku harus tiap hari membuang sampah di tempat ini. Berjalan kaki ternyata bisa melihat hal lebih banyak daripada naik sepeda atau sepeda motor. lalu aku meneruskan perjalanan sampai di Jembatan Baru jalan kusuma negara, berapa biaya pembangunan ini? Apakah hasilnya sesuai dengan biaya yang dikeluarkan? Ah itu sudah ada ahli yang memikirkannya, percayakan saja pada mereka.&lt;br /&gt;Ketika menulis alinea ini pikiranku ingin meloncat langsung cerita sampai tujuan tapi aku mencoba melanjutkan cerita dengan sabar. Untuk mengurangi rasa bosanku aku dalam perjalanan mulai merapalakan doa rosario. Entah mengapa ketika aku merapalkan doa itu tiba-tiba angin bertiup sepoi mengurangi panasnya terik matahari yang kulihat menyala di depan. Aku mulai berpikir tentang bocornya ozon dan ketidak pedulian orang-orang pada emisi. Terbukti setiap orang nongkrong di tepi jalan melihatku berjalan siang-siang pada melihat tapi dalam benak mereka berpikir "kurang kerjaan ni orang". "Ah yang gila orang itu atau aku tak peduli." Kulanjutkan saja langkah ini sambil merapalkan doa. Sampai di Jalan Solo doaku selesai, kakiku mulai ada yang lecet karena mulai kurasakan perih. Ingin kuberhenti cari makan dan minum tapi kulihat baru pukul 12.00 lalu aku hanya minum aqua gelas yang kubawa dari rumah dan kusimpan gelas itu karena rencana akan kujadikan pot untuk memijahkan bibit kelengkeng yang kutanam.&lt;br /&gt;Sampai di utara UNY laparku sudah memuncak, aku berhenti di warung lotek dan makan lotek. Sambil merenung betapa berharganya ternyata sepedaku ketika aku harus berjalan seperti ini. Andai aku naik sepeda mungkin akan lebih ringan. lalu aku makan lotek dan jeruk anget. Lalu handphoneku berdering. Kulihat dari nomor rumah yang belum ada di phonebook.&lt;br /&gt;"Halo"&lt;br /&gt;"Piye Pak jadi to malam nanti mubeng beteng"&lt;br /&gt;"Lho surone kan sesuk?"&lt;br /&gt;"Lha iyo, ning kan malam surone mengko bengi"&lt;br /&gt;"Lho tenane, yoh siap"&lt;br /&gt;"Oke mengko kontak-kontakan meneh."&lt;br /&gt;Modar iki pikirku, tak kira besuk ternyata nanti malam. Ah dijalani aja gak usah dipikir pokoknya jalan terus.&lt;br /&gt;Aku lelah dan menulis inipun juga lelah dan tidak sabar karena semua proses ini harus dijalani. Dan ketika menulis ini hasil yang kuperoleh kakiku dua-duanya kapalen dan perih karena tidak pernah jalan dan sekali jalan langsung disenngkakke. Mungkin orang lain melihat "Koyo wong edan, kurang gawean!"&lt;br /&gt;Tapi bagiku sebuah proses penyadaran bahwa aku sendiripun masih kurang sadar dan banyak kelemahan termasuk lemah fisik yang perlu diolah.&lt;br /&gt;Tapi ada pembelajaran di balik semua ini yang hanya bisa dijalani sendiri tanpa bisa kuceritakan semua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8915839574667326650?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8915839574667326650/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8915839574667326650' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8915839574667326650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8915839574667326650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2009/12/laku-lampah-roso.html' title='Laku Lampah Roso'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-4289861911028581111</id><published>2009-12-07T08:13:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T08:49:35.606-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Nggliyer</title><content type='html'>Mak deg, pas aku ndeleng foto iku&lt;br /&gt;Aku kenal ning ora mung kenal&lt;br /&gt;Mripat kang wis tahu sumunar&lt;br /&gt;Tanpo ngomong ning ngerti&lt;br /&gt;Tak kiro ndeweke yo ngerti&lt;br /&gt;Gumuruhe isi dodo iki&lt;br /&gt;Nganti raono kang iso ginambarake&lt;br /&gt;Cumlenge endas iki &lt;br /&gt;Nganti raiso mikir waras&lt;br /&gt;Kudune dewekke ngerti&lt;br /&gt;Opo kang ditumindakke iku &lt;br /&gt;Iso marahi driji lan lengkingan swara iki&lt;br /&gt;Methik nada minor frekuensi tinggi&lt;br /&gt;Ning "ngerti"-ku lan "ngerti"ne deke bedo&lt;br /&gt;Bedo kang ngunduh kuciwo&lt;br /&gt;Amergo roso rapodo&lt;br /&gt;Ah... foto iku....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngundang dimensi bedo&lt;br /&gt;Dimensi kang ono ning kono mbiyen&lt;br /&gt;Titi kolo aku rasane nduwe donya&lt;br /&gt;Rasane koyo amplop lan prangkone&lt;br /&gt;Koyo areng lan awune&lt;br /&gt;Roso iku kang dadi genine&lt;br /&gt;Nganti titi kolo mongso&lt;br /&gt;Nyawang foto iku&lt;br /&gt;Sirahku dadi nggliyer&lt;br /&gt;Dodoku mak deg&lt;br /&gt;Sepi koyo mati&lt;br /&gt;ngenteni geni kuwi.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-4289861911028581111?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/4289861911028581111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=4289861911028581111' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4289861911028581111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4289861911028581111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2009/12/nggliyer.html' title='Nggliyer'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-6631917712768400340</id><published>2009-12-02T03:51:00.000-08:00</published><updated>2009-12-02T04:22:59.774-08:00</updated><title type='text'>Memotret</title><content type='html'>Pernah dulu aku ikut kuliah kelas etnofotografi. Sebelum menginterpretasi sebuah foto, kami diberi teori tentang banyak hal khususnya teknik memotret. Ini harus dikuasai dulu. Saya masih ingat dulu untuk teknik ini asisten dosen yang mengajari. Pelajaran pertama adalah framing menggunakan tangan. Tangan kita khusunya ibu jari dan telunjuk membentuk sebuah kotak, lalu kotak itu seumpama kotak tele kamera. Kita harus membiasakan fokus obyek yang akan kita bidik, dengan memperhatikan latar yang membelakanginya, mata kita harus tajam dan tergantung juga dari apa yang kita pikirkan tentang obyek tersebut yang membuat kita tertarik dan akhirnya bisa menekan tombol untuk memerintahkan kamera menghentikan waktu dan membingkainya menjadi sebuah potret.&lt;br /&gt;Sekarang lebih dimudahkan oleh teknologi atau dipersulit. Dulu waktu belajar memotret saya pinjam kamera milik teman, kamera manual belum digital sehingga untuk memotret harus memperhitungkan banyak hal seperti cuaca, fokus, kecepatan, cahaya,jarak dengan obyek, dan lain-lain. Waktu itu juga belajarnya pakai film hitam putih sebab untuk pemula harus belajar pencahayaan kata asisten dosenku waktu itu.&lt;br /&gt;Setelah punya negatif film hasil berburu obyek di pasar kami lalu belajar mencetak. Film diberi cahaya di kamar gelap, lalu diberi timer, jika warna sudah muncul lalu setelah warna muncul dan pas kertas dipindah ke cairan penetap lalu dikeringkan. Sangat puas hasilnya waktu itu karena karya sendiri meskipun jika dibandingkan dengan tukang afdruk foto masih kalah.&lt;br /&gt;Sekarang penjual film negatif semakin sulit, dan maraknya kamera digital menggeser kamera manual. Lalu sekarang semua serba digital tinggal mengeset menggunakan tombol meskipun ini juga mempunyai kesulitan tersendiri. Hari itu aku mencoba memotret dengan kamera Fuji F455 FinePix, sebuah kamera digital dengan 3 kali optical zoom dan gambar maksimal 5 Megapixel. Sangat mudah karena kuset serba otomatis. Sayang ketika mau kuupload tidak berhasil dan mungkin ini salah satu kelebihan kamera digital. Hasilnya bisa diupload cepat dan hasilnya bisa dilihat cepat. Lalu yang menjadi pertanyaanku apakah cepat itu selalu baik? Aku setuju cepat itu baik tapi jika membuat tergesa-gesa itu yang membuat kurang baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-6631917712768400340?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/6631917712768400340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=6631917712768400340' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6631917712768400340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/6631917712768400340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2009/12/memotret.html' title='Memotret'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8602266858199925356</id><published>2009-11-25T09:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-25T09:24:50.673-08:00</updated><title type='text'>Kecil dan Bijak</title><content type='html'>Ada temanku yang selalu dikawal oleh pengikutnya. Satunya anak kecil tapi kekuatannya luar biasa, satunya lagi orang tua yang sangat bijaksana tinggi besar. Hanya kadang yang lucu dua-duanya maju duluan ketika ada masalah. Kadang yang muncul dalam dirinya "Si Kecil Yang Sangat Bijaksana"....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8602266858199925356?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8602266858199925356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8602266858199925356' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8602266858199925356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8602266858199925356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2009/11/kecil-dan-bijak.html' title='Kecil dan Bijak'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-7533594752137769217</id><published>2009-11-11T09:21:00.000-08:00</published><updated>2009-11-11T09:27:38.233-08:00</updated><title type='text'>Di Sini Saat Ini</title><content type='html'>Mungkin mudah untuk diucapkan tapi betapa susahnya untuk dilakukan, menyadari semua kegiatan dan gerakan yang kita lakukan. Pikiran ini ingin selalu tergesa-gesa, selalu saja ada rasanya kegiatan dan tindakan yang belum dilaksanakan sehingga membuat pikiran tidak pernah tenang ditambah lagi tuntutan dari orang-orang sekitar dan suara-suaranya yang kadang menghujam. Aku tidak boleh menyalahkan orang lain atau pihak lain, aku sendiri yang bertanggung jawab atas semua kegiatan yang kulakukan karena semua itu harus sadar kelakukan. Mengikuti hati....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-7533594752137769217?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/7533594752137769217/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=7533594752137769217' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7533594752137769217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7533594752137769217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2009/11/di-sini-saat-ini.html' title='Di Sini Saat Ini'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-7750412634874424517</id><published>2009-10-31T06:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-31T07:00:47.064-07:00</updated><title type='text'>Dua Lensa</title><content type='html'>Aku mencoba mengganti judul blogku dengan kata ini setelah terinspirasi oleh tulisan Laurence Freeman OSB. Manusia memiliki otak kanan dan kiri, begitu pula untuk melihat segala sesuatu bahkan mencoba mendefinisikan Tuhan manusia tetap menggunakan bagian ini. &lt;br /&gt;Namun tidak semua manusia bisa memaksimalkannya, contohnya aku sendiri mungkin otak kanan lebih berfungsi dari kiri dan juga mungkin ada gangguan di dalamnya dan itu bisa diatasi dengan beberapa latihan kata temanku.&lt;br /&gt;Namun memang kedua lensa itu harus dibersihkan dan dipaskan agar bisa melihat sesuatu lebih jernih. Melihat daun sebagai daun. Juga agar aku bisa memandang keindahan kehidupan ini di sini dan saat ini....&lt;br /&gt;Ingin kutulis satu bait ini:&lt;br /&gt;Aku tertawa ketika ada orang mengatakan ikan kehausan di air&lt;br /&gt;Seharusnya manusia juga tidak merasa gelisah sebab dinaungi dan dikelilingi oleh kebahagiaan. Lalu apa yang membuatnya tidak bahagia?&lt;br /&gt;Mungkin cara mengerti dan memandang yang salah.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-7750412634874424517?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/7750412634874424517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=7750412634874424517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7750412634874424517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/7750412634874424517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2009/10/dua-lensa.html' title='Dua Lensa'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8394356085876956038</id><published>2008-12-03T18:36:00.000-08:00</published><updated>2008-12-03T18:39:57.344-08:00</updated><title type='text'>Enkulturasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Joko Lelur masih memandang serius monitor di depannya. Beberapa kiriman e-mail dibuka kemudian dibaca. Tampak alur pembicaraan serius tentang malam keakraban terkirim dari beberapa nama yang ikut anggota milis. Sebenarnya Joko sudah bosan dan malas membicarakan acara makrab jurusan yang hampir tiap tahun diadakan. Membaca komentar-komentar itu bibirnya hanya tersungging karena tidak ada yang serius menanggapi hal yang sebenarnya sangat serius itu. Nada tulisan yang dikirim banyak yang tampak optimis bisa merubah tradisi yang sudah lama berjalan, namun lebih banyak yang pesimis dan beberapa mencoba bersikukuh untuk tetap fundamentalis. Joko tidak memberikan komentar apapun atas permasalahan itu, dia lebih tertarik untuk membaca sebuah pesan  yang terkirim di salah satu alamat homepage-nya. Undangan perkawinan salah seorang teman satu angkatannya dulu di jurusan yang sama.&lt;br /&gt;            Malam itu Joko Lelur mendapat kiriman short message service, dibuka kiriman pesan itu. Sebuah ajakan dari teman lamanya untuk datang ke kampus, ngobrol tentang dua hal: makrab jurusan dan undangan perkawinan. Semangat handarbeni masih ada dalam dirinya sehingga meskipun jauh karena rumahnya di Jawa Tengah dia tetap berusaha untuk datang. Setelah naik bis dari rumahnya, dia turun di bunderan lalu berjalan tertatih-tatih di bawah teriknya matahari menuju kantin sebuah fakultas. Di sana sudah tampak beberapa teman lamanya ngumpul sambil menghadap minuman masing-masing dan makanan kecil. Beberapa sepakat untuk hadir dalam acara makrab jurusan namun untuk menghadiri kondangan tidak begitu ditanggapi secara serius karena lebih bersifat pribadi.&lt;br /&gt;            Sore itu Joko Lelur sudah duduk di sebuah bangku depan perpustakaan yang sudah tutup. Beberapa temannya mulai berdatangan membawa sepeda motor masing-masing. Setelah dirasa jumlah teman tidak bertambah. Bersamaan dengan tenggelamnya matahari di ufuk barat, rombongan sepeda motor itu mulai berjalan menuju sebuah bumi perkemahan di lereng gunung. Ketika hampir mendekati lokasi, diantara rombongan motor yang sedang merangkak naik itu ada salah seorang yang memegang megaphone membunyikan sirine sehingga sempat membuat penduduk sekitar jalan yang dilewati tanda tanya, rombongan apa ini? Begitu sampai lokasi semua mulai merasakan perubahan suhu yang mencolok antara lereng bawah dengan lereng atas.&lt;br /&gt;            Bingung dan tak tahu harus apa? Itulah yang dirasakan Joko Lelur dan teman-temannya sebab berdasarkan informasi yang didapat acara yang diselenggarakan tidak seperti biasa ada perubahan mencolok karena pihak fakultas  punya keinginan format acara yang sudah biasa  diadakan, diperbaiki di beberapa bagian. Tentu saja bagi mereka yang sudah terenkulturasi penuh hampir lebih sepuluh tahun juga bingung sebab mana mungkin mereka harus mengeset  pikiran mereka yang sudah terekam lama diubah dalam semalam. Tapi mau tak mau semua harus mengikuti aturan yang sudah dibuat panitia yang baru mengikuti kegiatan itu satu kali. Dalam fokus grup diskusi yang diadakan panitia, tema tentang “perubahan kebudayaan” menjadi wacana yang dibahas malam itu. Semua peserta mengeluarkan argumentasinya yang akhirnya menyepakati beberapa titik perubahan yang diatur dalam aturan yang dipegang oleh panitia. Hanya yang menjadi pertanyaan di sini, apakah perubahan kebudayaan bisa dilakukan dalam waktu semalam? Mungkin artefaknya bisa dan pola perilaku pengikut budaya itu agak bisa diubah dikit tapi sistem ide gagasan yang paling sulit dan butuh waktu sangat lama untuk merubahnya.&lt;br /&gt;            Siang itu karena terlalu fokus pada diskusi “perubahan kebudayaan” Joko Lelur menjadi lupa akan membicarakan kondangan temannya di Jawa Timur yang diselenggarakan kurang lebih seminggu setelah acara Malam Keakraban Jurusan itu. Setelah suatu siang Joko Lelur mengajak teman-teman yang lain ternyata hanya Joko Gondrong yang bersedia ikut. Sehingga hanya dua orang yang akhirnya berangkat ke acara kondangan di Jawa Timur itu. Namun beberapa teman menanyakan “Benarkah  pengantin putrinya adalah salah seorang yang pernah ditaksir oleh sahabat mereka?”. Nah pertanyaan itu akan terjawab besok di Jawa Timur setelah menghadiri dan melihat sendiri.&lt;br /&gt;            Naik kereta ekonomi dari Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Sepanjang. Di dalam kereta selain penumpang ada petugas yang memeriksa karcis dan para pedagang. Tapi hari itu tiba-tiba ada pedagang yang ketakutan. Dia meletakkan dagangannya di samping tas ranselnya Joko Gondrong, “Mas nanti kalau ditanya ini barang anda ya, saya takut nanti kena denda Rp.40.000,-“ Wanita itu berkata seperti itu tapi karena Joko Lelur tak tahu apa isi barang itu maka dia tidak berani menjamin. Takutnya nanti isinya barang yang dilarang sehingga bisa-bisa malah kena masalah. Kedua orang itu tak mengerti mengapa perempuan yang ternyata penjaja dagangan dalam kereta sangat ketakutan pagi itu. Mereka hanya menebak-nebak mungkin dalam kereta ekonomi itu sedang ada penertiban. Selama di dalam kereta para pedagang  dan pengamen tetap bekerja seperti biasa. Meskipun ada petugas dengan seragam yang menarik karcis terdapat juga seorang polisi yang mondar-mandir bertuliskan poltabes di lengan bajunya. Namun kelihatannya polisi itu tidak melarang para pedagang yang mondar-mandir. Tapi mengapa wanita tadi sangat ketakutan?&lt;br /&gt;            Setelah  enam jam perjalanan sampailah kedua orang itu di Stasiun Sepanjang. Setelah melihat jadwal kepulangan kereta menuju Lempuyangan dan mencatatnya mereka berdua naik becak menuju rumah saudaranya Joko Lelur. Akhirnya setelah bertanya dua kali ketemu juga rumah itu. Saudara sepupunya ada di rumah dan kebetulan juga Omnya juga ada layatan jadi  mereka ngobrol  dengan sepupu Joko Lelur di ruang tamu. Ruang tamu itu dicat hijau agak kebiru-biruan terdapat kaligrafi di dindingnya. Melihat daerah itu Joko Gondrong tertarik jalan-jalan keliling perkampungan melihat kondisi kampung itu. Kampung yang cukup padat namun air sungai tampak tercemar dan menimbulkan bau yang kurang sedap. Tidak ada ikan seperti ikan cetul yang hidup di dalamnya. Beberapa penduduk juga membeli air bersih untuk dikonsumsi sebab air sumur  dan PDAM mengandung kapur terlalu banyak. Rumah di dekat rel kereta api tampak kokoh sebab ketika kereta lewat ada sedikit getaran namun tidak mengakibatkan retak pada dinding rumah. Menjadi orang baru di wilayah baru membuat kedua orang itu harus beradaptasi lagi. Joko Lelur dengan saudaranya jika bercakap-cakap menggunakan bahasa kromo alus.&lt;br /&gt;            Karena acara resepsi pernikahan sahabat mereka berlangsung malam hari, mereka masih punya waktu siang hari untuk keliling mengunjungi saudara Joko Lelur yang lain. Malam hari acara resepsi berlangsung di Masjid Al Akbar, masjid terbesar di kota itu. Ketika memasuki ruang resepsi tampak dekorasi yang mewah dan di sepanjang jalan menuju  tahta raja dan ratu semalam dipajang foto prewedding mereka namun kebanyakan mengambil latar pegunungan dan alam bebas tampak jika kedua mempelai menyukai outdoor activity. Hal yang mengejutkan dan mendebarkan adalah ternyata benar bahwa mempelai perempuan adalah seseorang yang dibicarakan teman-teman mereka di kampus kemarin sebelum berangkat. Mungkin baru kali ini angkatan mereka ada yang menikah dengan anggota kerabat JKAI karena meskipun satu jurusan tetapi beda universitas. Setelah foto bersama pengantin mereka lalu pulang karena Joko Gondrong masih punya janji akan ketemu teman KKNnya dulu yang kebetulan juga bekerja di kota itu.&lt;br /&gt;            Pagi harinya mereka langsung pulang menuju Jogja lagi. Di dalam kereta di tengah jalan perjalanan ketika ada pemeriksaan karcis di salah satu stasiun para pedagang asongan dan pengamen berlarian keluar ketika ada seseorang dengan baju biru sepatu militer dengan tulisan di lengan PM angkatan udara tampak marah dan mengusir para pedagang yang akan mondar-mandir. Baru tahulah kedua orang itu mengapa wanita yang dulu mau berangkat dari Stasiun Lempuyangan begitu tampak ketakutan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt; Jogja-Surabaya, Nov akhir-Awal Desember 2008&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8394356085876956038?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8394356085876956038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8394356085876956038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8394356085876956038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8394356085876956038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/12/enkulturasi.html' title='Enkulturasi'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-3530636620642270811</id><published>2008-10-10T08:43:00.000-07:00</published><updated>2008-10-10T08:45:23.439-07:00</updated><title type='text'>Air</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;span&gt;Oleh: G.S. Akur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;Sebenarnya aku masih mengantuk dan malas untuk bangun karena  kebiasaan bergadang dan akhirnya bangun kesiangan. Namun karena pagi itu aku  sudah berjanji dengan Terong dan Toples untuk mau diajak memancing, akhirnya mau  tak mau pukul 06.00 WIB aku harus sudah bangun untuk mempersiapkan segala  perlengkapannya mulai dari umpan, pancing, kepis, dan kresek. Setelah semua  dirasa siap, mandi lalu sarapan. Setelah sarapan tak lupa segenggam nasi putih  kubawa sebab siapa tahu ada ikan greskapnya nanti di sana. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;Seperti biasalah janjian dengan anak muda jaman sekarang pukul  07.00 WIB aku sudah berada di depan rumah Terong, mengendarai supercup bututku.  Sesampai di situ ternyata masih menunggu Terong mencari cacing sebab semalam dia  mencari di dekat Jembatan Code sudah habis. Lalu sambil menunggu aku mengecek  isi bensin. Oh tinggal seperempat liter, kurasa tidak akan cukup untuk sampai di  Kali Jeruk pulang balik. Ternyata tidak hanya dengan teman-teman Mudika yang  ikut mancing, orang kampung juga ikut beberapa. Dalam perjalanan menuju lokasi  aku mampir dulu di pom bensin. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;Sampai di kolam pemancingan Kali Jeruk beberapa sudah mencari  posisi di sebelah timur kolam mengingat di sebelah barat masih ada orang mencuci  baju di kolam. "Wah masak ini ibu-ibu mencuci baju di kolam ikan, apa memang  sudah kesehariannya seperti itu?" pikirku. Lalu setelah ibu itu pergi karena  sebenarnya dia juga tahu dan risih bahwa kolam itu mau dipakai mancing akhirnya  dia mempercepat mencuci bajunya. Akhirnya dapat juga aku posisi di sebelah barat  yang dasarnya paling dalam. Namun hari itu memang apes atau memang umpannya  tidak pas sehingga yang terpancing hanya ikan kecil-kecil dan sangat  sedikit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;Setelah mentari tepat di atas kepala, ikan-ikan itu juga  kepanasan sehingga tidak mau makan. Aku semakin suntuk, lalu mencoba menenangkan  diri dengan menikmati gemericik air yang menggerojok dari pipa atas dan mengalir  ke tempat yang lebih rendah. Menarik sekali sebenarnya sifat air ini. Kata  seorang peneliti Jepang, air itu bisa merekam energi yang ada di sekitarnya.  Sehingga bisa terbukti air yang didoakan atau dinyanyikan memiliki energi  kristal yang bagus daripada air yang merekam hal-hal yang kurang harmonis. Aku  memperhatikan juga bahwa air memantulkan bayangan seperti cermin namun akan  tampak buyar ketika air bergelombang. Di dalam air itu juga hidup aneka jenis  binatang mulai dari ikan ukuran kecil sampai besar, keong, yuyu, juga tanaman  air dan lumut. Entah berapa spesies yang ada di kolam sepetak yang sedang kita  tebas itu. Hari itu yang paling banyak digemari ikan adalah umpan lumut, namun  Terong dapat ikan paling besar dengan menggunakan umpan enthong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;Hari Selasa aku mengayuh sepedaku menuju Candi Ganjuran, entah  mengapa aku pingin aja ke sana sekaligus mengetes apakah betisku masih kuat  mengayuh sepeda. Sampai di perempatan Palbapang aku lelah dan ingin mengurungkan  niat tapi akhirnya kupikir sudah tanggung dan akhirnya setelah satu jam mengayuh  akhirnya sampai juga aku di Ganjuran. Istirahat sebentar di bawah pohon lalu  mengambil air untuk membasuh muka dan kaki. Air di sini aku rasa punya energi  yang luar biasa karena tempat ini sering dipakai untuk berdoa. Kuminum tiga  teguk air di situ lalu aku meditasi mencoba hening. Meditasi kali ini aku  mencoba untuk tidak berpikir dan membuat gagasan apapun namun ternyata sulit,  sebab malah ngantuk yang menyerang. Kucoba untuk tetap duduk dengan punggung  tegak agar pikiran tidak menyasar. Akhirnya setelah 2 jam aku di situ kucukupi  meditasiku.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;span&gt;Kembali lagi air kuminum tiga teguk lalu membasuh muka agar  tidak mengantuk. Sebab masih satu jam lagi perjalananku mengayuh sepeda. Namun  karena akau lapar di jalan aku mampir di warung lotek lalu melanjutkan perjalan  lagi. Fiuh…..kemeng Mas kempole!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="center"&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-3530636620642270811?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/3530636620642270811/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=3530636620642270811' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/3530636620642270811'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/3530636620642270811'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/10/air.html' title='Air'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8742940646187531472</id><published>2008-08-17T08:23:00.000-07:00</published><updated>2008-08-17T08:44:41.118-07:00</updated><title type='text'>Mengisi Kemerdekaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Merdeka" bagiku merupakan kata kerja aktif yang harus diusahakan. Tujuh belas Agustus mungkin merupakan hari kemerdekaan namun bukan kondisi yang harus dinikmati. Ini baru awal titik untuk melangkah dan bukan romantisme. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penjajahan aku kira sudah sangat canggih, melalui teknologi, sistem ekonomi, bahkan sudah masuk pada tataran ide gagasan. Lalu bagaimana? Keberpihakan kita harus pada siapa?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah yang paling susah, menampung semua kegelisahan. Menampung semua gagasan. Berada diantara sekian banyak manusia yang berbeda umur dan pemahaman&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ingin menuruti diri sendiri dianggap egois. Ingin diam tak peduli dianggap apatis. Ingin memulai dianggap cari muka. Aku masih sepakat untuk merdeka pada pola pikir yang tidak tergantung dan terikat pada apapun meskipun semua mencoba membelenggu, meskipun semua mencoba menguasai, meskipun semua mencoba memonopoli, jika ada setitik kesadaran, jika masih ada kecercah harapan, jika ada keinginan untuk tak terikat, aku kira kebebasan masih ada, sehingga kemerdekaan bisa dirasa...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8742940646187531472?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8742940646187531472/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8742940646187531472' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8742940646187531472'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8742940646187531472'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/08/mengisi-kemerdekaan.html' title='Mengisi Kemerdekaan'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8421656362343456795</id><published>2008-08-08T03:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-08T03:49:51.024-07:00</updated><title type='text'>Jejak</title><content type='html'>Menapak di bawah terik&lt;br /&gt;Tak kusangka penuh intrik&lt;br /&gt;Dari jauh kelihatan menarik&lt;br /&gt;Setelah didekati penuh konflik&lt;br /&gt;Menutupi salah&lt;br /&gt;Menutupi borok&lt;br /&gt;Ingin enaknya tak mau susahnya&lt;br /&gt;Memanfaatkan yang tak berdaya&lt;br /&gt;Bagaimana masa depan mereka dan kita?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8421656362343456795?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8421656362343456795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8421656362343456795' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8421656362343456795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8421656362343456795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/08/jejak.html' title='Jejak'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8412901519813512188</id><published>2008-07-13T09:39:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T10:02:28.765-07:00</updated><title type='text'>Taman Bunga</title><content type='html'>&lt;em&gt;Lihatlah kebun di depan halaman rumah kita sayang&lt;br /&gt;Lama sudah kutanam bunga itu namun sampai sekarang tak tumbuh&lt;br /&gt;Apakah kita lupa merawatnya sehingga yang tumbuh sekarang adalah ilalang?&lt;br /&gt;Mungkin kita berharap bunga itu akan mekar dengan berbagai warna&lt;br /&gt;Mungkin kita berharap bunga itu akan tumbuh subur&lt;br /&gt;Mungkin saat ini kita ingin melihatnya mekar&lt;br /&gt;Mungkin juga saat ini kita ingin memetiknya&lt;br /&gt;Semua hanya keinginan yang mungkin&lt;br /&gt;Namun aku atau kamu kadang lupa&lt;br /&gt;Bahwa bunga itu dulunya harus kita rawat&lt;br /&gt;Bahwa dulunya harus kita siram&lt;br /&gt;Kadang harus diberi pupuk&lt;br /&gt;Kadang ilalang itu harus kita siangi&lt;br /&gt;Namun kita terlalu sibuk yang membuat kita lupa&lt;br /&gt;Kita tidak memperhatikannya&lt;br /&gt;Sehingga saat ini kecewa&lt;br /&gt;Jangan salahkan masa lalu dan saat ini atau masa depan&lt;br /&gt;Bunga-bunga indah itu memang untuk masa depan&lt;br /&gt;Tapi bukan masa depan yang sia-sia&lt;br /&gt;Jika hari ini kitapun masih sama untuk melupakan mereka&lt;br /&gt;Memang masa depan mereka&lt;br /&gt;Tapi saat ini harus kita benahi&lt;br /&gt;Kita rencanakan lagi dan kita tata kembali&lt;br /&gt;Agar masa depan kekecewaan kita tidak sama&lt;br /&gt;Marilah sayang, jika kita luang&lt;br /&gt;Lintinglah sedikit lengan bajumu&lt;br /&gt;Kita mulai lagi merawat taman bunga kita&lt;br /&gt;Jika aku tidak di rumah rawatlah&lt;br /&gt;Jika kamu pergi aku yang akan merawatnya&lt;br /&gt;Tapi paling bijak kalau kita merawat bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juli 2008&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8412901519813512188?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8412901519813512188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8412901519813512188' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8412901519813512188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8412901519813512188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/07/taman-bunga.html' title='Taman Bunga'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-4335020535851516708</id><published>2008-07-06T22:24:00.000-07:00</published><updated>2008-07-06T22:59:34.181-07:00</updated><title type='text'>Anak Rajawali</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Aku sangat terkesan dengan cerita ini: Ada seorang Indian yang hidup di suatu pegunungan yang terpencil. Bersama istrinya dia hidup setiap hari secara sederhana. Sang suami suatu hari pergi mencari kayu bakar sampai ujung tebing pegunungan. Di salah satu pohon pinggir  tebing dia melihat ada sarang rawajawali emas, kemudian didekati sarang itu. Ada sebutir telur. Telur itu kemudian diambil dan dibawa pulang ke rumah. Sesampainya di rumah, kebetulan ayamnya sedang mengeram. Ketika induk ayam keluar dari tempatnya mengeram dimasukkan telur rajawali emas itu di dalamnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kebetulan waktu menetas bisa bersamaan sehingga anak rajawali itu hidup dan tumbuh bersama anak ayam. Dia belajar mencari makan dengan mengais tanah. Kadang-kadang juga meloncat dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Suatu hari anak rajawali itu melihat seekor burung yang gagah perkasa melawan angin dan terbang sangat tinggi sampai tertutup awan. Dalam benaknya anak rajawali itu sangat kagum akan kehebatan seekor burung rajawali emas yang terbang dengan gagahnya di angkasa. Sampai-sampai dia berkata kepada induknya "Bu alangkah hebatnya bila aku bisa seperti itu, burung apa itu namanya Bu?" "O...yang terbang gagah itu rajanya para burung, sudahlah jangan punya keinginan dan mimpi yang muluk-muluk kita ini adalah seekor ayam tidak mungkin bisa terbang seperti itu." Kata induk ayam itu. Akhirnya sampai mati anak rajawali itu hidup dengan cara hidup sebagai seekor ayam. Dengan mencari makan dengan mengkais tanah dan mematuk. Betapa malangnya nasib anak rajawali emas itu yang tak pernah menyadari bahwa dirinya adalah seekor rajawali emas yang mampu terbang tinggi dan  membelah awan hanya gara-gara menuruti induk ayam dan teman-teman yang hidup bersamanya selama ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;(Dikutip dari tulisan Anthony De Mello, SJ. &lt;em&gt;"Jalan Menuju Tuhan".)&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-4335020535851516708?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/4335020535851516708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=4335020535851516708' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4335020535851516708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4335020535851516708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/07/anak-rajawali.html' title='Anak Rajawali'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-2915329945146550048</id><published>2008-07-06T04:49:00.000-07:00</published><updated>2008-07-06T04:55:47.743-07:00</updated><title type='text'>Dikotomi</title><content type='html'>&lt;em&gt;Aku bingung&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dia atau dia&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Benar atau salah&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Baik atau buruk&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;lawan atau kawan&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Akhirnya aku memilih diam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hening&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Maranatha seribu kali&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;sampai hati penuh&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hanya napas&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Keluar masuk&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hangat dingin&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Itu pun masih dikotomi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Hening lagi&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Oh My God is she?&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-2915329945146550048?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/2915329945146550048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=2915329945146550048' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/2915329945146550048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/2915329945146550048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/07/dikotomi.html' title='Dikotomi'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-1605489690254524292</id><published>2008-06-17T23:06:00.000-07:00</published><updated>2008-06-17T23:13:01.259-07:00</updated><title type='text'>Merdeka</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merdeka bukan hanya lepas dari penjajahan politik negara namun bagaimana pikiran kita bisa bebas meskipun dalam sebuah institusi atau lembaga. Kita akan merdeka jika pikiran kita berada di sini dan saat ini. Meditasi adalah salah satu jalan untuk menuju kemerdekaan itu dan menulis adalah pekerjaan yang bisa memerdekakan kita dan membebaskan kita dari perbudakan pola pikir orang lain. Di sini kita akan menyadari adanya banyak keterikatan kita akan pikiran orang lain di masa lalu dan kita bukan pikiran itu. Amati saja dan biarkan berlalu karena kita bukan pikiran itu. Apa yang akan terjadi jika kita melepaskan pikiran itu, sesuatu yang melegakan cobalah hanya mengamati anugerah Tuhan hanya untuk detik ini dan anda akan merdeka.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-1605489690254524292?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/1605489690254524292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=1605489690254524292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1605489690254524292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/1605489690254524292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/06/merdeka.html' title='Merdeka'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-8332442248438561334</id><published>2008-06-09T01:34:00.000-07:00</published><updated>2008-06-09T01:36:58.068-07:00</updated><title type='text'>Life</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;           Ketika bangun tidur, aku masih malas untuk membuka mata menyadari nikmatnya tidur di kasur yang empuk dan berselimut kain halus yang hangat. Mendengarkan instrumen gitar dan biola  yang melantunkan lagu-lagu pujian, mendengarkan tiap nadanya, ketukannya, kemudian memejamkan mata lalu membayangkan menari diiringi lantunan lagu itu. Perlahan detak jantung dan irama napas teratur. Merasakan udara dingin yang masuk lewat lubang hidung, kemudian merasakan hangatnya udara yang keluar lewat lubang yang sama. Merasakan dan menyadari tarikan dan hembusan napas itu. Ketika menyadari itu pikiranpun akan berusaha  lari ke masa lalu, atau tiba-tiba lari ke masa depan. Kadang lari ke kejadian-kejadian yang memilukan, menyedihkan, kadang lari lagi ke masa yang sangat menyenangkan, menggembirakan, dan membahagiakan. Namun aku tak boleh melekat pada pikiran itu, karena aku bukan pikiran itu. Kubiarkan saja mengikutinya dan hanya melihat tanpa prejudice. Untuk mengembalikan ke masa kini dan saat ini agar aku hidup dan menikmatinya. Hanya kuperhatikan tarikan dan hembusan napas yang keluar dari lubang hidung. Perlahan pikiran ini sudah berada di sini kembali dan saat ini. Mmmmm betapa nikmatnya hidup ini bisa bernapas, mendengar, melihat, meraba dan berjalan dan semuanya berfungsi dengan baik sungguh suatu karunia yang mahal yang tidak bisa dinominalkan.&lt;br /&gt;          Selesai mendengarkan lagu, aku  berjalan ke dapur kemudian mengambil gelas bening dari kaca, menuangkan air putih dingin ke dalamnya lalu kuteguk. Air dingin itu membasuh kerongkonganku dan menyegarkannya. Tiga gelas aku rasa cukup. Kemudian aku meletakkan gelas itu diantara teko dan termos. Selesai minum, aku ke kamar mandi  dan membuang sisa-sisa alat ekskresiku. Mmmm….lega sudah dan perasaan mengganjal sudah hilang, tidak kebelet lagi. Kemudian kuambil sikat gigi warna kuning, mengambil odol dan memencetnya. Menggosokkan pada gigi ke atas dan ke bawah, berkumur, mandi, dan merasakan dinginnya guyuran air yang membuat badanku segar. Mengambil sabun dan menggosok tiap sudut kulitku dengan busa. Membilasnya dengan air dingin dalam kolah yang berwarna coklat bata. Mengambil handuk dan mengganti pakaian. Selesai mandi segera aku mengambil gelas yang tadi kuletakkan diantara teko dan termos itu. Menuangi gelas itu dengan airteh setengah gelas kemudian menambahi dengan air panas dalam termos lalu kuambil sendok stainlesstell. Dua sendok madu kumasukkan dalam gelas itu lalu kuaduk, Mmmmmm nikmatnya tehmadu tanpa bahan pengawet yang menyehatkan. Betapa nikmatnya minuman ini dan ucapan syukurku karena aku memiliki ibu yang menyiapkan  sarapan dan minuman tiap pagi. Selesai sarapan aku mengambil sepedaku lalu mengayuhnya keliling kampung dan melewati sawah. Merasakan hangatnya matahari menerpa kulit dan melihat segarnya tumbuhan hijau dan jernihnya air di sawah. Burung-burung juga masih berkicau riang suatu karunia yang luar biasa kumiliki bisa melihat dan mendengar dan punya kaki yang utuh sehingga bisa mengayuh sepeda.&lt;br /&gt;          Selesai menikmati pemandangan indah di sekitar kampung dan orang-orang yang mulai beraktivitas pagi itu, aku memarkirkan sepedaku kemudian menghabiskan tehmadu tadi yang masih setengah gelas mmmm… nikmatnya. Aku kemudian memulai aktivitasku untuk menulis dan inilah tulisan pembukaanku untuk melatih ingatan dan pemanasan bagaimana aku menggambarkan dan menjalani tiap detik jalannya hidup ini. Sungguh detil hidup yang luar biasa dianugerahkan kepadaku, karena inipun belum apa-apanya jika merasakan apa yang kudapat tiap detiknya…Mmmmm hidup ini sungguh luar biasa nikmat…….&lt;br /&gt;                &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-8332442248438561334?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/8332442248438561334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=8332442248438561334' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8332442248438561334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/8332442248438561334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/06/life.html' title='Life'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-4765234828361975338</id><published>2008-06-06T04:41:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T04:42:49.157-07:00</updated><title type='text'>Au....Ah.....</title><content type='html'>Ada yang mengusik malam-malamku&lt;br /&gt;Sesuatu di sudut ruang yang ingin kusapu, kubersihkan, dan kupojokkan&lt;br /&gt;Mengapa dia menggelitik lagi?&lt;br /&gt;Mengapa dia tidak mau diam?&lt;br /&gt;Suatu keharuman dan kesegaran abadi&lt;br /&gt;Yang pernah mengobarkan api semangat&lt;br /&gt;Yang pernah membuatku kuat untuk menapak&lt;br /&gt;Yang pernah membuatku punya mimpi&lt;br /&gt;Yang membuatku bergairah&lt;br /&gt;Keharuman yang kadang berduri&lt;br /&gt;Kadang menusuk&lt;br /&gt;Kadang menggores&lt;br /&gt;Kadang membuat geli&lt;br /&gt;Kadang melukai&lt;br /&gt;Kadang getas dan rapuh&lt;br /&gt;Kadang diam seperti mati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akankah dia bersemi kembali?&lt;br /&gt;Mampukah dia mengharumkan ruangan itu kembali&lt;br /&gt;Yang mungkin sudah pengap, berdebu, dan kotor&lt;br /&gt;Atau biarlah dia tetap di sana&lt;br /&gt;Biarlah dia terkubur bersama waktu&lt;br /&gt;Kadang aku lelah&lt;br /&gt;Kadang aku bosan&lt;br /&gt;Kadang aku mengeluh&lt;br /&gt;Kadang ingin kutinggalkan&lt;br /&gt;Tapi ada sesuatu yang menarik lagi&lt;br /&gt;Mengharuskanku untuk merawat lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar berduri di sudut ruang&lt;br /&gt;Manakah yang harus kupetik?&lt;br /&gt;Keindahan itu hanya bisa kupandang&lt;br /&gt;Keharuman itu hanya bisa kucium&lt;br /&gt;Ketajaman durimu hanya bisa kurasakan&lt;br /&gt;Ingin kau kupetik dan kutaruh di vas dalam kamarku&lt;br /&gt;Meskipun aku tahu harus tertusuk duri&lt;br /&gt;Tapi keinginanku adalah egoku&lt;br /&gt;Mungkin bisa membunuhmu&lt;br /&gt;Bukan dalam vas tapi bersama tanah di sudut ruang itu&lt;br /&gt;Tapi hal itu tak akan membuatmu indah&lt;br /&gt;Bukan tempatmu dalam vas&lt;br /&gt;Meskipun dalam kaca bening dan air jernih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar berduri di sudut ruang&lt;br /&gt;Kan ku biarkan kamu di sana&lt;br /&gt;Kadang mata ini iri dan tergoda&lt;br /&gt;Melihat mawar-mawar indah milik tetangga&lt;br /&gt;Ingin kucuri, kupetik, dan kutaruh dalam vas kamarku&lt;br /&gt;Tapi itupun akan membunuh mereka&lt;br /&gt;Dalam waktu&lt;br /&gt;Kadang ingin kumiliki mawar di luar ruang itu&lt;br /&gt;Tapi jika keinginan itu muncul durimu akan menusukku&lt;br /&gt;Prinsipku bukan untuk mengambil, mencuri, atau mencari lagi&lt;br /&gt;Sudah kumiliki mawar berduri di sudut ruang itu&lt;br /&gt;Aku harus bisa merawatnya, memupuknya, dan menjaganya&lt;br /&gt;Biar selalu menjadi yang paling indah&lt;br /&gt;Menjadi yang paling harum&lt;br /&gt;Menjadi yang paling baik&lt;br /&gt;Suatu saat nanti tetangga-tetangga itu akan iri&lt;br /&gt;Dengan mawar berduriku di sudut ruang itu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-4765234828361975338?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/4765234828361975338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=4765234828361975338' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4765234828361975338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/4765234828361975338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/06/auah.html' title='Au....Ah.....'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5758487917019254193.post-3281719065601466182</id><published>2008-06-06T04:27:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T04:30:26.854-07:00</updated><title type='text'>Pelangi Menstruasi</title><content type='html'>Pelangi itu bergoyang&lt;br /&gt;Sempat kabut gelap menutupinya&lt;br /&gt;Namun perlahan tersingkap kemudian tampak indah kembali&lt;br /&gt;Kali ini agak berbeda&lt;br /&gt;Warna hijau tampak ingin mendominasi&lt;br /&gt;Melengkung paling tebal, menyala, menyurutkan warna lain&lt;br /&gt;Dalam ketebalan warna hijau, bergerak pula warna hijau lain&lt;br /&gt;Ternyata warna hijau juga banyak&lt;br /&gt;Ada hijau tua, hijau pupus, hijau metalik, dan hijau keputih-putihan&lt;br /&gt;Ada warna hijau yang tampak janggal&lt;br /&gt;Hijau bercak merah&lt;br /&gt;Hijau bercak merah darah&lt;br /&gt;Warna yang janggal&lt;br /&gt;Warna yang kelihatannya tidak disukai oleh warna hijau lain&lt;br /&gt;Perlahan dijauhi oleh warna lain&lt;br /&gt;Karena bernoda darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlahan awan bergerak&lt;br /&gt;Menutupi pelangi dari pandangan mata&lt;br /&gt;Awan berwarna coklat itu berarak&lt;br /&gt;Perlahan menutupi pelangi&lt;br /&gt;Namun yang tertutup pandangan hanya warna hijau&lt;br /&gt;Warna hijau bercak merah&lt;br /&gt;Hijau bercak merah darah&lt;br /&gt;Dari tepi pantai terlihat awan itu menghalangi pandangan&lt;br /&gt;Menghalangi pelangi&lt;br /&gt;Khususnya warna hijau&lt;br /&gt;Orang-orang di tepi pantai penasaran&lt;br /&gt;Ingin melihat pelangi warna hijau setelah tertutup awan&lt;br /&gt;Namun awan itu diam tak bergerak&lt;br /&gt;Sehingga semakin menutupi pelangi warna hijau&lt;br /&gt;Semua orang di tepi pantai tambah penasaran&lt;br /&gt;Ada apa gerangan?&lt;br /&gt;Namun ada yang tak pernah disadari oleh awan dan pelangi&lt;br /&gt;Masih ada air laut&lt;br /&gt;Yang memantulkan mereka dari bawah&lt;br /&gt;Ke arah orang-orang di tepi pantai&lt;br /&gt;Melihat pantulan itu semua orang di tepi pantai tertawa terbahak-bahak&lt;br /&gt;Mereka lalu pulang ke rumah masing-masing&lt;br /&gt;Diceritakannya kejadian di tepi pantai itu kepada orang di rumah&lt;br /&gt;Mendengar itu semua orang tertawa terbahak-bahak&lt;br /&gt;Ada-ada saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal Juni 2008&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5758487917019254193-3281719065601466182?l=septaakur.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://septaakur.blogspot.com/feeds/3281719065601466182/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5758487917019254193&amp;postID=3281719065601466182' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/3281719065601466182'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5758487917019254193/posts/default/3281719065601466182'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://septaakur.blogspot.com/2008/06/pelangi-menstruasi.html' title='Pelangi Menstruasi'/><author><name>Agung Kurniawan (Akur)</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06730125388121007947</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_aMNKhyNON24/TFKh5y8zPzI/AAAAAAAAAD8/yLLGiU6KCNA/S220/DSCF4092.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
